June 19, 2009
Resep Kiriman Teh Nia
Assalamualaikum semuanya nia ada resep rahasiah buat tomyam dari asli orang Thailand waktu kak nia di Sudan.Semuanya sama tapi ada tambahan bumbunya digoreng satu satu ditumbuk di ulekan llau dimasukan ke kuah tomyam
Bumbu Resep tomyam asli Thailand
4 Bawang merah iris goreng dihaluskan
3 bawang putih iris lalu digoreng dan dihaluskan
4 cabe kering goreng lalu dihaluskan
Cara2nya sama seperti resep sebelumnya.....
Selamat mencoba
June 9, 2009
YANG KE DUA LIMA DAN KE ENAM

Masih segar dalam ingatanku, ketika umurku baru mesuk ke sembilan belas tahun, aku dapat Offer letter dari IIUM (INTERNATIONAL ISLAMIC UNIVERSITY MALAYSIA), waktu itu aku hampir saja menghabiskan studi semester ke dua di IAIN Medan. Bukan kepalang senangnya hati ini, ternyata usahaku untuk lulus dan diterima dikampus bertaraf internasional itu tak sia-sia, namun langkah selanjutnya aku ragu untuk pergi jauh meninggalkan orang tuaku, khususnya Ibu tercinta pada saat mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang anak-anaknya. Tetapi, akhirnya Ibu kalah dengan semangat dan cita-citaku yang yang sangat tinggi, setinggi bintang dilangit dan setinggi planet diangkasa. Ibu merelakan kepergianku ke Negeri Jiran. Ibu ingin melihatku berhasil pada suatu hari nanti, dan mampu meraih segala cita-cita Anaknya ini.
Pada bulan Juni 2003, Aku sudah pun menjejakkan kaki diKampus Biru ini, kampus yang selalu terngiang-ngiang dikepalaku sebelumnya. Aku meletakkan segala cita-citaku pada Kampus ini, walaupun ada setitik rasa khawatir aku tak mampu menyelesaikan kuliah disini. Bahkan sempat nervous ketika melihat pelajar-pelajarnya yang aktif, pinter, rajin, dan lainnya. Sampai-sampai aku sempat bego-bego apabila duduk didepan library melihat segala macam jenis bangsa yang Englishnya cas cis cus. Dari yang berkulit putih, putih kemerahan, Kuning, bahkan hitam. Atau yang mempunyai biji mata berwarna Hitam, coklat, biru, hijau, ada juga yang kuning-kuning. Mereka cantik-cantik pikirku. Belum lagi yang blesteran Jepang-Pakistan, Arab-Malayu, Aceh-Afrika, Indonesia-Arab, memang membuat terpelongoh. Maklumlah, sebelumnya Aku Anak desa yang tak pernah melihat berbagai bangsa, walaupun dulu ada juga melihat ketika menunaikan Haji tahun 2000. Tapi, Disini beda! Dikampus Biru, Garden of knowledge and virtue, which has motto : Islamization, Internationalization, Integration and Comprehensive excellence.
Perjalanan panjangku Di Kampus biru tak pernah terlupakan. Perjuangan yang sudah genap enam tahun. Disinilah semua suka cita, duka cita, rasa haru dan sebagainya terjadi. Dimulai kejadian sedih pada Desember 2003, Allah mengambil Ibu tercinta setelah melawan penyakit diabetasnya yang sudah kronik. Episode kehidupanku pun berubah, tak ada semangat untuk melanjutkan studiku. Belum lagi melihat ada Kakak dan Abangku yang sudah mulai kelihatan watak buruknya, terlalu mengejar dunia. Maka, apabila libur semester Aku enggan pulang. Aku menggembara kesana-kesini, pergi Ke Melacca, Negeri Sembilan,Johor atau sekedar melihat modernnya kota Singapore.
Apa yang aku cita-citakan tak seiring dan Allah pun berkehendak lain, Aku bertemu jodohku pada tahun 2005. Pada waktu itu juga aku menikah dengan seorang pria yang karaternya memang menajadi pilihanku. Walaupun Seorang Abang dan Kakak menentang keputusanku, mungkin mereka ingin aku menyelesaikan studiku dulu dan aku tahu itu disebabkan rasa sayang mereka terhadapku.
Waktu berjalan denga cepat, walaupun bagiku terkadang terlalu lambat, apalagi ketika aku merindukan orang-orang tercinta ditanah air.
Enam tahun keberadaanku disini membuat episode-episode kehidupanku berubah dan bertukar. Menjadi Ibu kepada dua putri kembarku, meninggalkan kuliah selama dua semester panjang dan dua semester pendek untuk mengurus dan menjaga mereka sehingga cita-cita yang ingin kucapai tertunda sementara, meninggalnya seorang lagi orang yang aku sayangi (Ayah) pada akhir semester lalu, dan episode lainnya membuatku suka cita, duka cita dan diiringi air mata.
Aku sudah merasakan, memang menyandang dua gelar sekaligus bukanlah mudah, selain ingin melihat anak-anak hidup sehat dan mendapat perhatian penuh, disisi lain aku tetap harus menyelesaikan cita-citaku disini, demi membahagiakan orang-orang yang kucintai, demi janjiku pada orang tua khususnya Ibu, dan demi membuktikan bahwa aku bisa menggapai cita-citaku walaupun sulit bagi mereka mempercayainya.
Ketika lima tahun keberadaanku disini, orang-orang mulai banyak komentar dan melemparkan pertanyaan, sehingga aku lelah mendengar kata-kata yang membuatku sedih, aku selalu menutup telingaku rapat-rapat dan mengasingkan diri dari pelajar-pelajar Indonesia dan Aceh. Bagaimana tidak? Aku sudah lelah dan bahkan malu dengan pertanyaan2 : Kapan selesai? Berapa semester lagi? Koq lama kali selesai? Cepat-cepat ya selesainya, kasihan tuh anaknya? Bahkan ada lagi yang mengatakan : “Ih ih, tega kali yah anaknya ditinggal” dan bermacam pertanyaan serta komentar lainnya. Jadi bagiku tak salah jika mengasingkan diri keputusan yang baik, walaupun suamiku selalu memberi kata-kata semangat : “Jadikanlah perkataan menyakitkan dari orang-orang sebagai cambukan untuk membuat kita semangat. Usah peduli kata-kata seperti itu, karena hanya kita yang mengerti diri kita sendiri”.
Bukannya kata-kata atau pertanyaan seperti itu membuat aku tak semangat, tapi sering membuat diri ini malu, seakan-akan betapa bodohnya aku sehingga dalam waktu enam tahun pun tak mampu menyelesaikan tingkat degree. Hal ini yang menjadikanku rendah diri, walaupun Aku, suami dan saudara-saudaraku tak henti-henti menyakinkanku bahwa aku BISA bahwa aku mampu meraih segulung Ijazah itu.
Aku telah membuktikan bahwa aku tak seperti yang orang sangkaan. Tiap semester CGPA ku meningkat, walaupun mungkin sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, Kawan-kawan kuliahku tak pernah menyepelekanku, apalagi ketika mereka tahu Aku salah seorang mendapat nilai tertinggi untuk subject Contemporary Issues In Ushuluddin, berita ini dibocorkan oleh dosen yang bersangkutan sebelum lagi kami dapat melihat Result kami seperti yang telah ditentukan A&R. Diantara kawan ku itu ada yang sekelas lagi denganku semester ini, dan selalu mengajak aku untuk berdiskusi, dia mengangapku pinter, walaupun aku kurang percaya dengan concept antara PINTER DAN TAK PINTER. Didalam hidupku hanya ada concepts :
SEMANGAT DAN TAK SEMANGAT,
BERUSAHA DAN TAK BERUSAHA,
BERDOA DAN TAK BERDOA,
Hanya konsep itu yang dapat merubah seseorang menjadi sukses setelah melalui fase-fase rumit yang mendorong dia untuk semangat, kemudian berusaha dan diiringi dengan Doa, karena usaha tanpa doa adalah minus! Bukan sia-sia! Kita adalah seorang hamba yang lemah, yang memerlukan pertolonganNya dan bantuanNya. Hamba yang Sangat Bodoh dibandingkan PengetahuanNya yang tak terbatas, All Knowledge and All known. Jangan sekali-sekali menganggap diri Anda jenius! Anggaplah bahwa kita banyak kekurangan sehingga mendorong kita untuk terus belajar dan menuntut ilmu.
Kini, Episode kehidupanku di kampus Biru akan segera berakhir setelah melalui perjalanan panjang, perjuangan lama yang Insya Allah akan merdeka, kesusahan hidup disini, cobaan yang tak henti sehingga membuatku lebih tabah. Linangan Air mata dan kesedihan yang mendorongku terus maju sampai Aku benar-benar meraihkan kemerdekaan itu. Sampai impianku untuk membahagiakan mereka (Ibu, Ayah, Suami, Anak-anak, Adik, Kakak dan Abang) benar-benar nyata…
TERUSLAH BELAJAR
Suami kesal dan tak suka melihat sikap saya yang cepat emosi, cerewet, mengeluh bahkan negative thinking
Pusing-pusing...
Anak-Anak, tak mahu dekat dengan saya (Umma mereka) karena saya terkadang suka maksa agar mereka mahu dekat dengan saya setelah beberapa bulan saya tinggalkan…
Pusing-Pusing…
Bapak Dean terhormat Salahkan saya karena menyuruh saya mengambil satu mata kuliah pada semester satu sehingga membuat saya tertunda untuk menyelesaikan kuliah dengan cepat. Hal ini disebabkan saya tak hadir pada Briefing for final semester student dan tak pun fill up the form sebagaimana yang diperintahkan.
Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………
Begitulah realita kehidupan, yang sering membuat kita pusing atau bahkan stress. Kita stress bukan karena external factor only, tetapi terkadang sikap dan sifat jelek kita lah membuat kita pusing menghadapi suasana kehidupan yang tidak kita sukai, sehingga membuat diri kita tertekan dan tak tahu solusinya.
Bagi saya, belajar dan membaca adalah solusinya yang efektif agar kita dapat merubah segalanya. Saya sendiri tak henti belajar dan membaca bagaimana caranya sikap dan sifat jelek kita dapat berubah menjadi baik sehingga disukai oleh orang-orang disekeliling kita.
Ketika Suami saya kesal terhadap sikap jelek saya yang cepat emosi, cerewet terhadapnya dan anak-anak, suka ceramah tak tentu pasal, mengeluh atau bahkan sampai tahap negative thinking terhadap saudara dan orang lain, kemudian saya belajar lagi dan membaca untuk menutupi segala kekurangan. Saya mencari buku tentang Psikologi keluarga dan bagaimana hubungan suami-istri akan terus harmonis. Saya pun berusaha lagi agar membuat suami bahagĂa hidup bersama saya. Dan hal ini terbukti, ketika pulang kampung liburan semester lalu, suami banyak memuji saya. Katanya saya rajin, tak cerewet, tak perintah-perintah pun, tak mengeluh, tak negative thinking sehingga perubahan positif ini membuatnya bahagia. Dan rumah tangga kami pun kembali harmonis.
Kemudian, saya juga belajar lagi agar kehadiran saya diterima anak-anak sepenuh hati. Yah, begitulah akibatnya kalau Ibu dan anak selalu berpisah dan hanya pulang sekala-sekali, jadinya anak-anak saya kurang dekat sama saya sehingga membuat saya kesal, apalagi ketika salah satu mereka sakit. Seperti Kata Ula : “Mi Waaaa, Cakit kali sasar (cacar )kakak”. Atau : ” Mi wa, tidur sini sama kakak ”. Padahal saya ada disampingnya, tapi seperti tak dianggap. Kadang-kadang melihat sikap mereka begitu menyakitkan hati saya. Dan, akhirnya saya pun Belajar lagi. Belajar untuk menerima sementara, toh nantinya saya akan memenangkan hati mereka. Saya belajar lagi bagaimana menjadi Ibu yang baik, Ibu yang disayangi oleh anak-anaknya, Ibu yang menjadikan dirinya seperti teman kepada anaknya, Ibu yang mengerti diri anaknya, Ibu yang menjadikan anak-anaknya yang bertakwa, berbakti pada orang tua dan agama. Semua ini tak luput dari usaha belajar dan membaca.
Satu hal lagi yang membuat saya Sangat-sangat pusing bahkan putus asa ketika bapak Dean terhormat tak mendengar keluhan-keluhan saya apabila menyelesaikan kuliah pada semester satu yaitu semester depan yang hanya diharuskan mengambil satu mata kuliah. Memang saya akui, hal ini dilatarbelakangi kesalahan saya yang cuai, ceroboh dan terlalu menganggap kecil hal-hal yang penting. Waktu itu saya tak hadir pada briefing untuk Pelajar-pelajar yang mempunyai satu semester lagi. Tapi yang lebih hebatnya, saya pun tak menanyakan hal-hal yang penting pada classmate yang menghadiri briefing yang diadakan awal semester kemarin.
Namun saat semester lalu hampir berakhir, saya baru menanyakanya padanya:
“Farha, how’s the briefing?” Tanya Saya.
“Which briefing do you mean?” Dia pun sudah lupa
“The briefing for final Sem or final year student. What was about? I didn’t attend it” Kata saya lagi.
“Oo, we must fill up the form and write down any subjects that will not offer for short semester which are taken as independent study. But, it is late. You are too late, raudah”. Katanya
“Mati Aku…Pasti jadi masalah” saya berguman dalam hati.
Saya pergi menjumpai Kak Ida (Staff Dept Ushuluddin), Bro Asri (Dean staff), dan terakhir Dean. Seraaaamm…..beliau marah-marah karena Saya yang salah. Tapi tak ada kah maaf untuk saya? Besar sangatkah salah saya, sehingga selesanya kuliah saya tertunda ke semester satu yang akan datang? Tak tahu kah dia, anak-anak saya masih kecil? Tak mengerti kah betapa susahnya hidup saya disini? AArrghhh! Selanjutnya Saya menangis didalam toilet yang waktu itu kebetulan kosong.
Akan tetapi, usaha saya tak terhenti. Aku belajar lagi memperbaiki kesalahan yang lalu. Saya terus memperjuangkan agar saya dapat menyelesaikan kuliah pada semester tiga (sem Ini). Dan setelah melalui fase-fase yang panjang serta melelahkan bahkan hampir putus asa, saya bisa mengambil dua mata kuliah pada semester ini. Terakhir, nama dan diri saya jadi familiar bak selebriti dikalangan Staff IRK, department comparative religion&Usuluddin, terkenal karena kecerobohan, Hehehe. Dan sekarang, saya menjadi orang yang sangat memperhatikan hal-hal yang dulunya tak saya anggap penting. Saya tak ingin kecewa lagi, sehingga membuat diri saya sengsara.
Berangkat dari semua itu, maka fase-fase pembelajaran tak akan berhenti. Walaupun Ijazah Doctor mungkin telah kita dapatkan, Namun masih ada saja yang kurang dan harus diperbaiki. Maka, jangan sungkan-sungkan untuk terus belajar baik formal maupun non-formal. Belajar - Membaca - Amalkan –Berdoa adalah kunci untuk membuat diri kita sukses dan disenangi.
SEMOGA BERMANFAAT!
June 8, 2009
OVER DOSIS
- Menyediakan Minuman Panas, Dan Nescafe sangat ampuh untuk membuat mata tetap Melek.
- Setelah 4 jam mengetik or buat tugas, aku refresh dengan membaca koran yang kupinjam dari Roomate. Dan satu cerita membuatku tertarik, bahwa P.Ramlee seorang Actor classic yang sangat terkenal itu berasal dari ACEH. Nama aslinya adalah Teuku Zakaria Bin Teuku Nyak Puteh. Awalnya aku sudah dengar tentang itu, tapi tak pernah baca langsung bibliographynya.
- Mengerak-gerakkan tubuh, agar stress-ku hilang
Setelah aku lakukan jurus-jurus tadi, aku kembali menghadap monitor, berniat ingin menuntaskan tugas-tugas. Setelah sampai ke bagian yang membuatku pusing, bahkan akhirnya membuatku no intention untuk melanjutkan tugas itu. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidur saja setelah mengerjakan Sholat Isya.
Badan sudah diatas dipan yang selalunya membuatku tewas melayang-layang ke alam dibawah sadar ketika beberapa saat diatas dipan yang lumayan empuk. Tapi kali ini lain, mata masih saja melek. Semua cara telah aku lakukan, bahkan sudah balik kanan, balik kiri, tapi masih saja tak mahu pejam. Akhirnya Aku menghayal, menghayal bertapa bahagianya apabila kelak studi ku disini selesai...Berangan, Indahnya Istana mungil kami yang baru dibangun apabila ditanam-tanami bunga-bunga. Becita-cita ingin memasak sayur dengan hasil tanaman sendiri untuk anak-anak dan suamiku kelak. Yang jelas, ntah udah kemana-mana hayalanku, sehingga membuatku tewas pada jam 2 pagi.
"Ngengggggggg..."
"Plok". Argh! Rupanya banyak nyamuk, aku terbangun lagi. Kemudian berusaha untuk menyambungkan mimpi-mimpiku.
"Ngengggggg...."
Aaarrrgghhhhhhh...
Kenapa banyak sekali nyamuknya? Pasti si Roomate tadi lama nutup jendela. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk menyempotnya dengan "VAPE", dan kemudian kubuka kipas dengan nomor lima. Aku pun berlalu ke toilet untuk mencuci tangan.
Selanjutnya, aku ingin kembali tidur, tapi ternyata tak bisa. Akhirnya aku sadar, kenapa aku lama tertidur disebabkan Membuat Nescafe dengan dosis satu setengah sachet, karena tadi ada setengah sachet yang belum habis, jadi aku pikir lebih baik dihabiskan dari pada mengeras dan tidak bisa diminum lagi, kan mubazir!
Hingga ketika jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi, aku masih memikirkan bagaimana caranya bisa terlelap agar aku bisa bangun subuh cepat dan badan tetap fit ketika pergi ke kelas....
Akh, Nescafe..Nescafe...
Memang banyak tak bagusnya minum kopi, sekarang rambut ku rontok tiga kali ganda sebelumnya, tapi gimana yah? Nescafenya ada 15 Sachet lagi. Hemmm.....
Muliakan Tamu Anda
Rasulullah saw bersabda ''barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah an hari akhir makanhendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik-baik saja atau hendaklah ia diam''.( riwayat bukhari dan muslim).
Alhamdulillah! Sekarang pun saya berusaha untuk melayani tamu sebaik mungkin setelah belajar banyak dari Dia dan tentunya follow the Sunnah of Prophet. Jika saya tak ada stok makanana atau snek dikamar, saya menyugugi Air putih (Cuma itu adanya). Atau ketika Kawan-kawan datang main ke kamar (Sering nginap) saya mempersilahkan mereka tidur diatas yang kebetulan saya pun ada kasur lipat. Menyediakan Handuk untuk mereka atau meminjamkan baju untuk tidur jika mereka tak membawanya.
June 6, 2009
Exercise For Busy And Lazy People
Dibawah ini ada beberapa tips untuk para wanita atau lelaki karir yang memang sibuk dengan rutinitas sehari-hari, tapi bagaimana dengan orang yang tidak sibuk tapi malas (Kayak Saya)? Saya rasa bisa juga dicoba, mudah-mudahan dengan mengamalkannya, badan bertambah fit dan mungkin bisa menurunkan berat badan kali yah?hehe…
Tips-tipsnya adalah :
- Mencuci baju dengan tangan (Ada yang mau?saya pun nggak mau).
Cuci bajumu sendiri, agar tubuh bergerak dan kalori pun terbakar didalam tubuh. Biasanya kalau dirumah saya pun mencucinya dengan mesin, tapi selama tinggal di Asrama bisa dihitung dengan jari berapa kali cuci dengan menggunakan mesin (Sampai sekarang 3 kali).
- Kerjai pekerjaan rumah tanpa pembantu.
Tips Nomor dua ini sebenarnya juga sangat ampuh untuk membakar kalori dalam tubuh, dan membuat tubuh fit. Pekerjaan rumah yang bagus dikerjakan seperti menyapu, mengepel (Menggunakan kain), memasak dan lain-lain.
- Berkebun (Cita-cita saya)
Berkebun juga sebagai salah satu cara untuk membuat badan fit dan membakar kalori, apalagi kalau mencangkul tanah (Kalau nggak tanam nggak usah cangkul). Berkebun dipagi hari ketika tanam-tanaman masih segar dengan mandian embun, bunga-bunga berwarna-warni, ditambah dengan buah-buahan yang hampir bisa dipanen, waw! indah bukan?! Bukan hanya membuat badan fit dan sehat, tapi pikiran pun menjadi fresh.
- Naik Turun Tangga
Kebanyakan kita malas naik atau turun tangga, pasti selalu menggunakan lift atau escalator. Sebenarnya aktifitas ini juga sangat membantu untuk membuat badan sehat, membakar kalori serta menurunkan berat badan. Bagaimana kalau naiknya sampai level lima? Bisa aja tuh! Saya pun selalu menghindarkan naik turun menggunakan lift dikampus. Bahkan terkadang kalau badan merasa berat ketika makan kekenyangan, saya akan naik-turun tangga sampai ke tingkat lima sebanyak empat sampai lima kali.
- Minimalkan menggunakan kenderaan
Lah masak pergi ke warung yang Cuma 500 meter aja naik motor? Nah, sekali-sekali coba berjalan kaki, selain membuat kita sehat dan juga hemat minyak. Atau ketika kita menggunakan kenderaan pergi ke suatu tempat, hindari parkir kenderaan berdekatan dengan tempat yang dituju (tapi kebanyakan orang kalau bisa parkirnya depan pintu toko). Berjalan sedikit pun sangat berarti bagi tubuh!
Sementara coba dulu tips-tips ini, nanti saya akan berbagi tips-tips lainnya untuk kesehatan.
Kawan-kawan, ada tips lain nggak? Mungkin bisa melengkapi tips diatas.
Enaknya Ikan Tok-Tok
Pernah nyoba’ buat Ikan Tok-tok? Atau pernah nyicipnya? Sebenarnya ini bukanlah sebuah resep baru, tentu sudah ramai yang coba. Ikan apa saja bisa dibuat Ikan Tok-tok, tapi lebih enak Ikan Kembung, Ikan Sarden (Gergak), dan Ikan Biji nangka. dinamakan Ikan tok-tok karena masakan ini dibuat dengan cara ditumbuk atau diketuk menggunakan penggiling bumbu, cobean atau penumbuk bumbu. Nah, ini dia resepnya, dicoba yah?! Mudah aja koq.
2 Ekor Ikan Kembung. Lumuri garam dan air jeruk nipis, kemudian goreng (Jangan terlalu kering)
3 Buah cabe merah (Kalau mau pedas tambah lagi)
2 Siung bawang merah
1 Siung bawang putih
Garam secukupnya
Air jeruk nipis secukupnya
- Buang tulang dan kepala ikan, ambil isinya saja (suwir-suwir)
- Masukkan cabai, bawang putih dan bawang merah, Jahe yang sudah dicuci ke dalam cobean atau tumbukan bumbu. Tumbuk semua bumbu dan masukkan garam.
- Masukan ikan kedalam bumbu yang setengah halus. Dan tumbuk sebentar agar bumbu meresap ke daging ikan.
- Masukkan air jeruk nipis, dan aduk-aduk dengan sendok.
- Pindahkan semua bahan-bahan ke dalam piring. Siap dihidangkan!
Note :
- Ikan sisa kemarin juga bisa dibuat Ikan Tok-tok
- Bumbu untuk ikan tidak usah ditumbuk terlalu halus.
Salam Hangat,
Raudah's property