September 17, 2009

Rezeki Anak-anak dibulan Ramadhan

Saya yakin dengan kata-kata, entah pepatah atau termaktub didalam hadis 'Setiap anak pembawa rezeki'. Tapi saya masih belum yakin dengan kata-kata 'Banyak Anak banyak rezeki'. Oleh karena itu saya dan suami berencana hanya mempunyai keluarga kecil saja, entah tiga anak atau empat orang saja. Alasannya saya tak ingin menjadi orang rumahan saja, ingin suatu saat membantu ekonomi keluarga dan hidup lebih mandiri. Saya tak tega kalau sering meminta dengan suami untuk keperluan-keperluan yang kurang penting (Red beli alat-alat rumah tangga atau ke salon).

Alhamdulillah! Rezeki anak-anak kami memang bagus. Ini terbukti dengan pepatah tadi. Ketika saya melahirkan si kembar (Anak pertama), ada dua orang relasi suami saya yang menanggung biaya operasi sebesar tujuh juta. Kemudian, belum lagi rezeki-rezeki lainnya. Setelah kami mampu membeli sebidang tanah dengan menghutang kepada kakak saya, kami binggung, apakah kami sanggup membangun rumah atau masih terus mengontrak? Sedangkan hutang-hutang kami belum lunas. Saya selalu berangan-angan agar suatu saat mempunyai rumah impian saya. Majalah-majalah desain rumah pun berserakan, tapi mimpi tak jadi kenyataan. Sehingga apabila saya membeli majalah yang baru suami saya pun geli melihatnya. Memang begitulah saya, selalu berangan-angan agar menjadi kenyataan.

Setelah beberapa bulan tanah tersebut terlantar, akhirnya suami dan staff lainnya yang belum mempunyai rumah dihadiahkan uang sebesar tujuh puluh juta. Atasan beliau memerintahkan agar uang tersebut cukup untuk dibangun rumah, entah tipe 36 atau sesuai selera masing-masing. Sehingga ada beberapa diantara mereka menambah bajet untuk rumah, termasuk kami.

Tak hanya sampai disitu, Sang pemberi rezeki melimpahkan rahmat dan rezekinya kepada kami dibulan ramadhan ini. Saya dan saudara-saudara mendapatkan sejumlah nominal dari penjualan tanah-tanah hadiah Almh Ibunda kami, yang mudah-mudahan uang ini bisa kami pergunakan untuk melanjutkan pembangunan rumah kami yang masih belum sempurna. Saya Anggap semua ini rezeki anak-anak dan termasuk janin dalam kandungan saya sekarang. Berulang-ulang saya bersyukur dan meneteskan air mata. Setelah Allah memberikan kami kesempitan uang dan hutang belum terlunaskan, sekarang Dia memberikan rezeki yang melimpah ruah. Dan Berulang kali saya berdoa untuk Ibunda dan Ayahnda diAlam sana agar mereka yang telah bersusah payah meninggalkan rezeki untuk kami diberikan kelapangan dan rezeki serta maghfirahNya.

Ada rasa malu dihati ini kepadaNya. Ketika saya diberikan ujian kesusahan ekonomi, saya sering mengeluh walaupun tetap sabar. Namun kenyataannya anugerahNya tak habis-habis. Satu yang selalu diingatkan suami saya; 'Jangan lupa zakat, jangan lupa sedeqah'. Saya pun tak ingin menjadi manusia yang ingkar dan tak tahu bersyukur. Saya tak ingin Allah mencabut nikmat yang telah diberikan kepada kami, sebagaimana ayat yang selalu terngiang-ngiang ditelinga saya; "Lain syakartum la aziydanakum, walain kafartum inna 'azabi la syadid", Apabila Engkau bersyukur maka Aku tambahkan nikmatKu padamu, dan apabila engkau ingkar sesungguhnya azabKu sangat pedih.

Semoga tulisan ini menjadi ikhtibar kepada pembaca setia dan banyak manfaatnya!

September 16, 2009

Paprik Cumi dan udang

Bahan-bahan

-100gr udang
-100gr cumi
-100gr kacang panjang
-100gr wortel
-1/2 siung bawang bombay
-3 lembar daun jeruk purut (diiris)
-Garam secukupnya

Bumbu dihaluskan

-7 siung bawang merah
-3 Siung bawang putih
-4 Buah cabe kering

Caranya

-Tumis Bumbu-bumbu yang dihaluskan sehingga harum
-Kemudian masukkan udang dan cumi
-masukkan wortel
-Setelah wortel setengah matang, masukkan kacang panjang, bawang bombay dan daun jeruk.
-Dan terakhir masukkan Garam
-Siap dihidangkan.

September 8, 2009

Cuai vs Jujur

Pada tanggal 8 september 2009, tepatnya 17 Ramadhan Saya dan suami pergi ke Bank Madiri Syariah kota Banda Aceh dengan hajat ingin menarik uang. Setelah selesai transaksi saya mengecek sisa tabungan dibuku rekening dekat suami saya duduk.

"Bang, koq ada masuk 100 lagi?" Saya menunjuk buku rekening pada suami dengan penuh keheranan atas total uang yang ada direkening, padahal setahu saya, kakak saya hanya transfer 100juta yang waktu itu saya memang menemaninya ketika dia pergi ke Bank.
"Mungkin kak ita udah transfer lagi ga? atau mungkin dia transfer dua kali". Si Abang juga sedikit heran.
"Ga mungkin lah, pas dia transfer tu ada odah. lagipun waktu itu BRI ga bisa ngasih transfer banyak".
"Ya udah, nanti coba tanya kak ita lagi". Kata suamiku.

Kami meninggalkan BSM masih dengan penuh keheranan dan penuh tanda tanya.

Pikiranku masih berkecamuk dengan uang 100 juta yang ada direkening tadi. Apa ada orang salah transfer? Atau ada kesalahan pada BRI (dimana kak ita transfer uang untukku)? Atau, jangan-jangan aku dapat undian?Huuuuuhhh!!!

Sesampai dirumah aku langsung menelpon kak Ita. Dia terkejut dengan berita aku tadi. Katanya dia akan cek lagi total uang direkening dia, mana tau dugaan aku benar bahwa uang tersebut ditransfer dua kali.

Setelah Aku menunggu beberapa jam dengan penuh penasaran dan tanda tanya, bukan karena kegirangan dapat rezeki nomplok tapi aku sangat terbeban dengan uang tak jelas itu. Aku hubungi kak Ita lagi. Dia jelaskan bahwa sisa uang direkeningnya sudah betul. Dia menyarankan agar aku re-check ke BSM, mungkin kesalahan pada BSM atau BRI. waktu itu dia sempat bercanda:
"Dah, Kalo ternyata dapat undian jangan lupa bagi-bagi, yah? Haha".
" Ha'a, tenang aja! Odah kasih tiket Umrah. Hahaha". Balasku

Pada jam istirahat, suami langsung menuju BSM lagi ingin minta penjelasan dari pihak BSM. Ketika nomor giliran suami tertera ternyata si teller urung untuk melanjutkan pekerjaannya dan memilih untuk istirahat.

"Kak, cuma bentar aja nih. Saya cuma mau tau siapa pengirim uang ini, dan via bank apa."
Si teller dengan gaya jutek, mungkin karena kecapekan meraih buku rekening tersebut untuk dicek.

"Ini kesalahan pihak BSM. Teller yang print buku ini me-record dua kali uang yang 100juta tersebut, maka jumlahnya jadi 200juta."
"Oh gitu yah? Kami juga heran, koq ada uang masuk lagi dengan jumlah yang sama dan pada hari yang sama".

Si Teller cepat-cepat memperbaiki kesalah pada rekening tersebut.

Ketika suami pulang dari kerja kami berdiskusi masalah uang tadi lagi.

"Oo, walah! dikirain dapat rezeki nomplok. Rupanya cobaan bulan puasa. Padahal udah berangan-angan tadi, yang pertama mau kasih bapak(Mertua) lima mayam untuk ongkos umrah, mau kasih kak Ita, Nadya, Mau disumbangi dan sisanya mau dibeli mobil, tapi nambah dikitlah. Hehehe". Suamiku ikut tertawa mendengar ocehanku.
"Syukurnya rekening itu gak kosong, kalo kosong betapa sedihnya diri ini ternyata uang itu uang kesasar." Suamiku tertawa lagi.

Ya, begitulah sekilas cerita kemarin. Ada lucunya karena aku sempat berangan-angan. Ada harunya karena kami masih diberikan sifat jujur. Bayangkan saja, kalau pihak Bank syariah mandiri Langsa(Dimana aku buka rekening) tak mengetahui kesalahan mereka perbuat pada siapa! Bisa-bisa si Karyawan dipotong gajinya sampai bertahun-tahun. Itu masih rezeki dia yang mungkin telah sholat hajat berkali-kali, atau sampai bernazar sekaligus.

Tapi dihati masih tersimpan rasa kesal pada karyawan BSM Banda Aceh kemarin, udah jutek, terus tak ada pun ucapan terima kasih dari mulutnya atas kejujuran kami. Hemm!!! Itulah budaya orang indonesia, hehehe..

Semoga menjadi ikhtibar!

July 20, 2009

I love gardening! how about you?

((' Pegaga ' I bought RP 15000))

I love gardening too much, and my honey too. I think, because of some words which always I used to say to him : "I really want to plant some vegetables such as kailan, Spinach, Salad, Chili, pegaga, tomato,celery and bla bla bla ". Or sometime I say : "Don't you want to save our money by planting the vegetables and fruits?".

I planted some vegetables like Kailan, green spinach, french celery, red chili, tomato, pegaga, Lime, ginger, turmeric, and star fruit. Spinach is one of vegetables which has fast growing, and easy to grow in any type of soil. I wish I can plant some import fruits someday such as Apricot, Plum, Kiwi etc. Now, I still search information about these fruits, usually the fruits are only grow in cold weather countries, and Banda Aceh is very hot. However, If anybody knows about this, please inform me!

(('lime' I bought RP13000))



((Green spinach seeds RP15000, 45 gr))


I have some reasons why I love gardening :

- Save money. The vegetables that we plant are cheaper than we buy.
- Pesticides free. This chemistry substance is dangerous, and can't be removed by washing the vegetables and fruits. It can cause to get the cancer and other hazard diseases.
- More delicious. The organic vegetables and fruits that we plant are more delicious than arroganic.
- The plants have number advantages for human life.

So, say yes to gardening. I think this activity doesn't have single disadvantage. let's make our planet green!

Singgah sejenak

Para browser yang setia apa kabar semua?

Rasanya lama juga tidak menulis di private media ini. Maklum, sebelumnya saya sangat sibuk mempersiapkan final exam, dan Alhamdulillah! Saya telah lulus. Sekarang tinggal menunggu result from senate meeting, terus baru buat clearance.

Sambil menunggu keputusan senate meeting dan dokumen-dokumen yang mengantarkan saya ke dunia profesi, ada banyak kegiatan yang rutin saya lakukan dirumah. Mengurus anak-anak, suami, membereskan pekerjaan rumah, dan kegiatan yang membuat saya enjoy tentunya berkebun. Dan nanti akan saya Post-kan dilebel khusus tentang aktifitas yang satu ini,hehe.

Satu kegiatan yang selalu diingatkan suami tecinta, yaitu ngumpul sama para tetangga kala sore hari, atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan mereka salah satu cara bersosialisasi dengan mereka. Sering kali pekerjaan rumah yang tiada hentinya menjadi penghambat untuk berkumpul dengan mereka, tapi saya usahakan lagi! Karena kemungkinan besar kami menjadi warga tetap Geuce komplek, Insya Allah! Dan alhamdulillah! Saya telah memenuhi undangan tupperware party tetangga depan rumah (walaupun gak beli). Saya akui, mereka adalah para tetangga yang baik dan ramah, hal ini terbukti ketika kami mengadakan syukuran rumah baru kami, mereka memenuhi undangan kami. Bahkan ada beberapa ibu yang tak diundang datang, itu suatu kehormatan buat kami sebagai warga baru.

Mohon maaf kepada kawan yang belum saya penuhkan permintaan (resep) dari saya, Insya Allah akan saya post kan pada label selanjutnya!

Salam Hangat,

Raudah's property

June 19, 2009

Resep Kiriman Teh Nia


Assalamualaikum semuanya nia ada resep rahasiah buat tomyam dari asli orang Thailand waktu kak nia di Sudan.Semuanya sama tapi ada tambahan bumbunya digoreng satu satu ditumbuk di ulekan llau dimasukan ke kuah tomyam

Bumbu Resep tomyam asli Thailand

4 Bawang merah iris goreng dihaluskan
3 bawang putih iris lalu digoreng dan dihaluskan
4 cabe kering goreng lalu dihaluskan


Cara2nya sama seperti resep sebelumnya.....
Selamat mencoba

June 9, 2009

YANG KE DUA LIMA DAN KE ENAM


Hari ini adalah hari ulang tahunku, sekarang umurku sudah dua puluh lima, dua puluh lima tahun??? Jika dipikir-pikir, bukanlah hitungan umur yang sedikit, dan seharusnya pada saat ini sudah banyak yang kucapai. Pastinya umur segini orang-orang sudah meraih Ijazah sarjana, atau bahkan sudah banyak yang meraih ijazah Master. Sedangkan aku jangankan ijazah Master, studiku level degree pun belum selesai.

Masih segar dalam ingatanku, ketika umurku baru mesuk ke sembilan belas tahun, aku dapat Offer letter dari IIUM (INTERNATIONAL ISLAMIC UNIVERSITY MALAYSIA), waktu itu aku hampir saja menghabiskan studi semester ke dua di IAIN Medan. Bukan kepalang senangnya hati ini, ternyata usahaku untuk lulus dan diterima dikampus bertaraf internasional itu tak sia-sia, namun langkah selanjutnya aku ragu untuk pergi jauh meninggalkan orang tuaku, khususnya Ibu tercinta pada saat mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang anak-anaknya. Tetapi, akhirnya Ibu kalah dengan semangat dan cita-citaku yang yang sangat tinggi, setinggi bintang dilangit dan setinggi planet diangkasa. Ibu merelakan kepergianku ke Negeri Jiran. Ibu ingin melihatku berhasil pada suatu hari nanti, dan mampu meraih segala cita-cita Anaknya ini.

Pada bulan Juni 2003, Aku sudah pun menjejakkan kaki diKampus Biru ini, kampus yang selalu terngiang-ngiang dikepalaku sebelumnya. Aku meletakkan segala cita-citaku pada Kampus ini, walaupun ada setitik rasa khawatir aku tak mampu menyelesaikan kuliah disini. Bahkan sempat nervous ketika melihat pelajar-pelajarnya yang aktif, pinter, rajin, dan lainnya. Sampai-sampai aku sempat bego-bego apabila duduk didepan library melihat segala macam jenis bangsa yang Englishnya cas cis cus. Dari yang berkulit putih, putih kemerahan, Kuning, bahkan hitam. Atau yang mempunyai biji mata berwarna Hitam, coklat, biru, hijau, ada juga yang kuning-kuning. Mereka cantik-cantik pikirku. Belum lagi yang blesteran Jepang-Pakistan, Arab-Malayu, Aceh-Afrika, Indonesia-Arab, memang membuat terpelongoh. Maklumlah, sebelumnya Aku Anak desa yang tak pernah melihat berbagai bangsa, walaupun dulu ada juga melihat ketika menunaikan Haji tahun 2000. Tapi, Disini beda! Dikampus Biru, Garden of knowledge and virtue, which has motto : Islamization, Internationalization, Integration and Comprehensive excellence.

Perjalanan panjangku Di Kampus biru tak pernah terlupakan. Perjuangan yang sudah genap enam tahun. Disinilah semua suka cita, duka cita, rasa haru dan sebagainya terjadi. Dimulai kejadian sedih pada Desember 2003, Allah mengambil Ibu tercinta setelah melawan penyakit diabetasnya yang sudah kronik. Episode kehidupanku pun berubah, tak ada semangat untuk melanjutkan studiku. Belum lagi melihat ada Kakak dan Abangku yang sudah mulai kelihatan watak buruknya, terlalu mengejar dunia. Maka, apabila libur semester Aku enggan pulang. Aku menggembara kesana-kesini, pergi Ke Melacca, Negeri Sembilan,Johor atau sekedar melihat modernnya kota Singapore.

Apa yang aku cita-citakan tak seiring dan Allah pun berkehendak lain, Aku bertemu jodohku pada tahun 2005. Pada waktu itu juga aku menikah dengan seorang pria yang karaternya memang menajadi pilihanku. Walaupun Seorang Abang dan Kakak menentang keputusanku, mungkin mereka ingin aku menyelesaikan studiku dulu dan aku tahu itu disebabkan rasa sayang mereka terhadapku.

Waktu berjalan denga cepat, walaupun bagiku terkadang terlalu lambat, apalagi ketika aku merindukan orang-orang tercinta ditanah air.

Enam tahun keberadaanku disini membuat episode-episode kehidupanku berubah dan bertukar. Menjadi Ibu kepada dua putri kembarku, meninggalkan kuliah selama dua semester panjang dan dua semester pendek untuk mengurus dan menjaga mereka sehingga cita-cita yang ingin kucapai tertunda sementara, meninggalnya seorang lagi orang yang aku sayangi (Ayah) pada akhir semester lalu, dan episode lainnya membuatku suka cita, duka cita dan diiringi air mata.

Aku sudah merasakan, memang menyandang dua gelar sekaligus bukanlah mudah, selain ingin melihat anak-anak hidup sehat dan mendapat perhatian penuh, disisi lain aku tetap harus menyelesaikan cita-citaku disini, demi membahagiakan orang-orang yang kucintai, demi janjiku pada orang tua khususnya Ibu, dan demi membuktikan bahwa aku bisa menggapai cita-citaku walaupun sulit bagi mereka mempercayainya.

Ketika lima tahun keberadaanku disini, orang-orang mulai banyak komentar dan melemparkan pertanyaan, sehingga aku lelah mendengar kata-kata yang membuatku sedih, aku selalu menutup telingaku rapat-rapat dan mengasingkan diri dari pelajar-pelajar Indonesia dan Aceh. Bagaimana tidak? Aku sudah lelah dan bahkan malu dengan pertanyaan2 : Kapan selesai? Berapa semester lagi? Koq lama kali selesai? Cepat-cepat ya selesainya, kasihan tuh anaknya? Bahkan ada lagi yang mengatakan : “Ih ih, tega kali yah anaknya ditinggal” dan bermacam pertanyaan serta komentar lainnya. Jadi bagiku tak salah jika mengasingkan diri keputusan yang baik, walaupun suamiku selalu memberi kata-kata semangat : “Jadikanlah perkataan menyakitkan dari orang-orang sebagai cambukan untuk membuat kita semangat. Usah peduli kata-kata seperti itu, karena hanya kita yang mengerti diri kita sendiri”.

Bukannya kata-kata atau pertanyaan seperti itu membuat aku tak semangat, tapi sering membuat diri ini malu, seakan-akan betapa bodohnya aku sehingga dalam waktu enam tahun pun tak mampu menyelesaikan tingkat degree. Hal ini yang menjadikanku rendah diri, walaupun Aku, suami dan saudara-saudaraku tak henti-henti menyakinkanku bahwa aku BISA bahwa aku mampu meraih segulung Ijazah itu.

Aku telah membuktikan bahwa aku tak seperti yang orang sangkaan. Tiap semester CGPA ku meningkat, walaupun mungkin sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, Kawan-kawan kuliahku tak pernah menyepelekanku, apalagi ketika mereka tahu Aku salah seorang mendapat nilai tertinggi untuk subject Contemporary Issues In Ushuluddin, berita ini dibocorkan oleh dosen yang bersangkutan sebelum lagi kami dapat melihat Result kami seperti yang telah ditentukan A&R. Diantara kawan ku itu ada yang sekelas lagi denganku semester ini, dan selalu mengajak aku untuk berdiskusi, dia mengangapku pinter, walaupun aku kurang percaya dengan concept antara PINTER DAN TAK PINTER. Didalam hidupku hanya ada concepts :

SEMANGAT DAN TAK SEMANGAT,
BERUSAHA DAN TAK BERUSAHA,
BERDOA DAN TAK BERDOA,

Hanya konsep itu yang dapat merubah seseorang menjadi sukses setelah melalui fase-fase rumit yang mendorong dia untuk semangat, kemudian berusaha dan diiringi dengan Doa, karena usaha tanpa doa adalah minus! Bukan sia-sia! Kita adalah seorang hamba yang lemah, yang memerlukan pertolonganNya dan bantuanNya. Hamba yang Sangat Bodoh dibandingkan PengetahuanNya yang tak terbatas, All Knowledge and All known. Jangan sekali-sekali menganggap diri Anda jenius! Anggaplah bahwa kita banyak kekurangan sehingga mendorong kita untuk terus belajar dan menuntut ilmu.

Kini, Episode kehidupanku di kampus Biru akan segera berakhir setelah melalui perjalanan panjang, perjuangan lama yang Insya Allah akan merdeka, kesusahan hidup disini, cobaan yang tak henti sehingga membuatku lebih tabah. Linangan Air mata dan kesedihan yang mendorongku terus maju sampai Aku benar-benar meraihkan kemerdekaan itu. Sampai impianku untuk membahagiakan mereka (Ibu, Ayah, Suami, Anak-anak, Adik, Kakak dan Abang) benar-benar nyata…

Ingin rasanya suatu saat nanti aku jadikan episode kehidupanku dikampus biru menjadi sebuah Memorandum untuk Anak cucu kami, Insya Allah!

TERUSLAH BELAJAR

Pusing-Pusing…
Suami kesal dan tak suka melihat sikap saya yang cepat emosi, cerewet, mengeluh bahkan negative thinking

Pusing-pusing...
Anak-Anak, tak mahu dekat dengan saya (Umma mereka) karena saya terkadang suka maksa agar mereka mahu dekat dengan saya setelah beberapa bulan saya tinggalkan…

Pusing-Pusing…
Bapak Dean terhormat Salahkan saya karena menyuruh saya mengambil satu mata kuliah pada semester satu sehingga membuat saya tertunda untuk menyelesaikan kuliah dengan cepat. Hal ini disebabkan saya tak hadir pada Briefing for final semester student dan tak pun fill up the form sebagaimana yang diperintahkan.
Dia tuding-tuding saya : “You against the rule!”, “Who did create the problems?”, “So, what is your business to see me?”

Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………

Begitulah realita kehidupan, yang sering membuat kita pusing atau bahkan stress. Kita stress bukan karena external factor only, tetapi terkadang sikap dan sifat jelek kita lah membuat kita pusing menghadapi suasana kehidupan yang tidak kita sukai, sehingga membuat diri kita tertekan dan tak tahu solusinya.

Bagi saya, belajar dan membaca adalah solusinya yang efektif agar kita dapat merubah segalanya. Saya sendiri tak henti belajar dan membaca bagaimana caranya sikap dan sifat jelek kita dapat berubah menjadi baik sehingga disukai oleh orang-orang disekeliling kita.

Ketika Suami saya kesal terhadap sikap jelek saya yang cepat emosi, cerewet terhadapnya dan anak-anak, suka ceramah tak tentu pasal, mengeluh atau bahkan sampai tahap negative thinking terhadap saudara dan orang lain, kemudian saya belajar lagi dan membaca untuk menutupi segala kekurangan. Saya mencari buku tentang Psikologi keluarga dan bagaimana hubungan suami-istri akan terus harmonis. Saya pun berusaha lagi agar membuat suami bahagía hidup bersama saya. Dan hal ini terbukti, ketika pulang kampung liburan semester lalu, suami banyak memuji saya. Katanya saya rajin, tak cerewet, tak perintah-perintah pun, tak mengeluh, tak negative thinking sehingga perubahan positif ini membuatnya bahagia. Dan rumah tangga kami pun kembali harmonis.

Kemudian, saya juga belajar lagi agar kehadiran saya diterima anak-anak sepenuh hati. Yah, begitulah akibatnya kalau Ibu dan anak selalu berpisah dan hanya pulang sekala-sekali, jadinya anak-anak saya kurang dekat sama saya sehingga membuat saya kesal, apalagi ketika salah satu mereka sakit. Seperti Kata Ula : “Mi Waaaa, Cakit kali sasar (cacar )kakak”. Atau : ” Mi wa, tidur sini sama kakak ”. Padahal saya ada disampingnya, tapi seperti tak dianggap. Kadang-kadang melihat sikap mereka begitu menyakitkan hati saya. Dan, akhirnya saya pun Belajar lagi. Belajar untuk menerima sementara, toh nantinya saya akan memenangkan hati mereka. Saya belajar lagi bagaimana menjadi Ibu yang baik, Ibu yang disayangi oleh anak-anaknya, Ibu yang menjadikan dirinya seperti teman kepada anaknya, Ibu yang mengerti diri anaknya, Ibu yang menjadikan anak-anaknya yang bertakwa, berbakti pada orang tua dan agama. Semua ini tak luput dari usaha belajar dan membaca.

Satu hal lagi yang membuat saya Sangat-sangat pusing bahkan putus asa ketika bapak Dean terhormat tak mendengar keluhan-keluhan saya apabila menyelesaikan kuliah pada semester satu yaitu semester depan yang hanya diharuskan mengambil satu mata kuliah. Memang saya akui, hal ini dilatarbelakangi kesalahan saya yang cuai, ceroboh dan terlalu menganggap kecil hal-hal yang penting. Waktu itu saya tak hadir pada briefing untuk Pelajar-pelajar yang mempunyai satu semester lagi. Tapi yang lebih hebatnya, saya pun tak menanyakan hal-hal yang penting pada classmate yang menghadiri briefing yang diadakan awal semester kemarin.
Namun saat semester lalu hampir berakhir, saya baru menanyakanya padanya:

“Farha, how’s the briefing?” Tanya Saya.
“Which briefing do you mean?” Dia pun sudah lupa
“The briefing for final Sem or final year student. What was about? I didn’t attend it” Kata saya lagi.
“Oo, we must fill up the form and write down any subjects that will not offer for short semester which are taken as independent study. But, it is late. You are too late, raudah”. Katanya

“Mati Aku…Pasti jadi masalah” saya berguman dalam hati.

Saya pergi menjumpai Kak Ida (Staff Dept Ushuluddin), Bro Asri (Dean staff), dan terakhir Dean. Seraaaamm…..beliau marah-marah karena Saya yang salah. Tapi tak ada kah maaf untuk saya? Besar sangatkah salah saya, sehingga selesanya kuliah saya tertunda ke semester satu yang akan datang? Tak tahu kah dia, anak-anak saya masih kecil? Tak mengerti kah betapa susahnya hidup saya disini? AArrghhh! Selanjutnya Saya menangis didalam toilet yang waktu itu kebetulan kosong.

Akan tetapi, usaha saya tak terhenti. Aku belajar lagi memperbaiki kesalahan yang lalu. Saya terus memperjuangkan agar saya dapat menyelesaikan kuliah pada semester tiga (sem Ini). Dan setelah melalui fase-fase yang panjang serta melelahkan bahkan hampir putus asa, saya bisa mengambil dua mata kuliah pada semester ini. Terakhir, nama dan diri saya jadi familiar bak selebriti dikalangan Staff IRK, department comparative religion&Usuluddin, terkenal karena kecerobohan, Hehehe. Dan sekarang, saya menjadi orang yang sangat memperhatikan hal-hal yang dulunya tak saya anggap penting. Saya tak ingin kecewa lagi, sehingga membuat diri saya sengsara.

Berangkat dari semua itu, maka fase-fase pembelajaran tak akan berhenti. Walaupun Ijazah Doctor mungkin telah kita dapatkan, Namun masih ada saja yang kurang dan harus diperbaiki. Maka, jangan sungkan-sungkan untuk terus belajar baik formal maupun non-formal. Belajar - Membaca - Amalkan –Berdoa adalah kunci untuk membuat diri kita sukses dan disenangi.


SEMOGA BERMANFAAT!

June 8, 2009

OVER DOSIS

Over Dosis! Semalam Aku over dosis...
Gara-gara over dosis, aku tak bisa tidur, mata tak bisa tetutup. Haaaaaaa...
Gara-gara over dosisss...
Tapi jangan salah, bukannya over dosis karena nyabu, hehe....
Ceritanya panjang, tapi disingkat aja Deh.
Belum datang malam lagi, Aku sudah berniat ingin stay up untuk menyelesaikan tugas-tugas yang nggak kelar-kelar.
Dan Ketika malam menjelang, Kusiapkan jurus-jurus agar mata tetap melek sehingga Aku bisa menyelesakain tugas-tugas yang membuatku stress! Diantara jurus-jurus itu :
  1. Menyediakan Minuman Panas, Dan Nescafe sangat ampuh untuk membuat mata tetap Melek.
  2. Setelah 4 jam mengetik or buat tugas, aku refresh dengan membaca koran yang kupinjam dari Roomate. Dan satu cerita membuatku tertarik, bahwa P.Ramlee seorang Actor classic yang sangat terkenal itu berasal dari ACEH. Nama aslinya adalah Teuku Zakaria Bin Teuku Nyak Puteh. Awalnya aku sudah dengar tentang itu, tapi tak pernah baca langsung bibliographynya.
  3. Mengerak-gerakkan tubuh, agar stress-ku hilang

Setelah aku lakukan jurus-jurus tadi, aku kembali menghadap monitor, berniat ingin menuntaskan tugas-tugas. Setelah sampai ke bagian yang membuatku pusing, bahkan akhirnya membuatku no intention untuk melanjutkan tugas itu. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidur saja setelah mengerjakan Sholat Isya.

Badan sudah diatas dipan yang selalunya membuatku tewas melayang-layang ke alam dibawah sadar ketika beberapa saat diatas dipan yang lumayan empuk. Tapi kali ini lain, mata masih saja melek. Semua cara telah aku lakukan, bahkan sudah balik kanan, balik kiri, tapi masih saja tak mahu pejam. Akhirnya Aku menghayal, menghayal bertapa bahagianya apabila kelak studi ku disini selesai...Berangan, Indahnya Istana mungil kami yang baru dibangun apabila ditanam-tanami bunga-bunga. Becita-cita ingin memasak sayur dengan hasil tanaman sendiri untuk anak-anak dan suamiku kelak. Yang jelas, ntah udah kemana-mana hayalanku, sehingga membuatku tewas pada jam 2 pagi.

"Ngengggggggg..."

"Plok". Argh! Rupanya banyak nyamuk, aku terbangun lagi. Kemudian berusaha untuk menyambungkan mimpi-mimpiku.

"Ngengggggg...."

Aaarrrgghhhhhhh...

Kenapa banyak sekali nyamuknya? Pasti si Roomate tadi lama nutup jendela. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk menyempotnya dengan "VAPE", dan kemudian kubuka kipas dengan nomor lima. Aku pun berlalu ke toilet untuk mencuci tangan.

Selanjutnya, aku ingin kembali tidur, tapi ternyata tak bisa. Akhirnya aku sadar, kenapa aku lama tertidur disebabkan Membuat Nescafe dengan dosis satu setengah sachet, karena tadi ada setengah sachet yang belum habis, jadi aku pikir lebih baik dihabiskan dari pada mengeras dan tidak bisa diminum lagi, kan mubazir!

Hingga ketika jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi, aku masih memikirkan bagaimana caranya bisa terlelap agar aku bisa bangun subuh cepat dan badan tetap fit ketika pergi ke kelas....

Akh, Nescafe..Nescafe...

Memang banyak tak bagusnya minum kopi, sekarang rambut ku rontok tiga kali ganda sebelumnya, tapi gimana yah? Nescafenya ada 15 Sachet lagi. Hemmm.....

Muliakan Tamu Anda

Memuliakan tamu adalah perbuatan yang sangat mulia, dan tentunya perbuatan mulia ini dilatarbelakangi oleh sunnah Rasulullah. Kemudian, Rasul pun menjelaskannya dibarengi beberapa hadis Shahih, salah satunya :
Rasulullah saw bersabda ''barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah an hari akhir makanhendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik-baik saja atau hendaklah ia diam''.( riwayat bukhari dan muslim).
Memuliakan tamu bukan berarti harus menyuguhi hidangan yang enak-enak dan banyak, tetapi cukup semampunya dan seikhlasnya. Terkadang, seorang Muslim pun enggan menyuguhi air putih untuk tamunya disebabkan malas, atau mungkin tidak memperdulikan hal-hal tersebut.
Dulu ketika Saya masih kecil, saya dan saudara-saudara sering mengeluh dan kesal kalau datang sanak saudara dari jauh yang pastinya menginap dirumah kami. Pasalnya, Ibu saya tercinta pasti memerintahkan kami tidur dikamar belakang. Dan tentunya tamu atau saudara saya tidur dikamar tengah (Kamar Kami). Apalagi melihat Ibu yang repot-repot masak dengan berbagai menu, padahal biasanya cuma masak paling banyak tiga macam masakan. Maka mahu tidak mahu kami harus ikut serta untuk membantu Ibu. Dan terakhir saya baru tahu, Kalau Ibu ingin memuliakan tamu-tamu yang datang ke Rumah.
Saya banyak belajar dari seorang kawan tentang memuliakan tamu yang masih menuntut Ilmu di UIA. kalau melihat cara dia memuliakan tamu atau kawan-kawan yang datang ke kamarnya, Subhanallah! Memang luar biasa, saya pun mungkin tak sanggup seperti itu.
Ketika saya beberapa kali terlambat sampai UIA disebabkan Flight dari B.Aceh-KL memang jadwalnya Siang atau sore, dan saya pun gagal check in kamar yang tentunya tak bisa masuk ke kamar dikarenakan college Office yang salah satu fungsinya tempat penyimpanan kunci kamar ketika para pelajar berlibur atau pulang kampung tutup pada jam lima sore. Bagaimana pun saya harus mengambil kunci keesokan harinya dan terpaksa menginap dikamar kawan tersebut yang kamarnya disebelah blok kamar saya.
Melihat bagaimana dia melayani saya sebagai tamu terhormat memang menakjubkan, diantaranya dia menyuguhkan saya minuman panas seperti milo dan teh, mengeluarkan makanan apa pun yang dia punya seperti buah dan biskuit, menyediakan Handuk (tapi saya tolak karena merasa terlalu menyusahkan). Ketika menjelang malam pun dia mempersilahkan saya tidur diatas kasur, sedangkan dia tidur dibawah. Padahal sebenarnya saya pun merasa sangat tidak enak, terlalu menyusahkan orang lain. Maka, saya menolak habis-habisan untuk tidur diatas, dan ingin tidur dibawah saja. Akan tetapi apa mahu dikata, memang dia maunya seperti itu dengan alasan agar dia mudah terbangun.
Bukan sekali atau dua kali saya menginap dikamarnya, rasanya sangat sering. Apalagi kalau libur pendek (Libur sehari atau du hari) yang biasanya pelajar lokal pulang ke rumah masing-masing, maka kamarnya pun tempat persinggahan pertama, karena saya takut tinggal dikamar, yang pada saat-saat itu Blok asrama kosong, kecuali jika terdapat beberapa pelajar Asing.
Alhamdulillah!
Sekarang pun saya berusaha untuk melayani tamu sebaik mungkin setelah belajar banyak dari Dia dan tentunya follow the Sunnah of Prophet. Jika saya tak ada stok makanana atau snek dikamar, saya menyugugi Air putih (Cuma itu adanya). Atau ketika Kawan-kawan datang main ke kamar (Sering nginap) saya mempersilahkan mereka tidur diatas yang kebetulan saya pun ada kasur lipat. Menyediakan Handuk untuk mereka atau meminjamkan baju untuk tidur jika mereka tak membawanya.

June 6, 2009

Exercise For Busy And Lazy People

Dibawah ini ada beberapa tips untuk para wanita atau lelaki karir yang memang sibuk dengan rutinitas sehari-hari, tapi bagaimana dengan orang yang tidak sibuk tapi malas (Kayak Saya)? Saya rasa bisa juga dicoba, mudah-mudahan dengan mengamalkannya, badan bertambah fit dan mungkin bisa menurunkan berat badan kali yah?hehe…


Tips-tipsnya adalah :

  • Mencuci baju dengan tangan (Ada yang mau?saya pun nggak mau).
    Cuci bajumu sendiri, agar tubuh bergerak dan kalori pun terbakar didalam tubuh. Biasanya kalau dirumah saya pun mencucinya dengan mesin, tapi selama tinggal di Asrama bisa dihitung dengan jari berapa kali cuci dengan menggunakan mesin (Sampai sekarang 3 kali).

  • Kerjai pekerjaan rumah tanpa pembantu.
    Tips Nomor dua ini sebenarnya juga sangat ampuh untuk membakar kalori dalam tubuh, dan membuat tubuh fit. Pekerjaan rumah yang bagus dikerjakan seperti menyapu, mengepel (Menggunakan kain), memasak dan lain-lain.
  • Berkebun (Cita-cita saya)
    Berkebun juga sebagai salah satu cara untuk membuat badan fit dan membakar kalori, apalagi kalau mencangkul tanah (Kalau nggak tanam nggak usah cangkul). Berkebun dipagi hari ketika tanam-tanaman masih segar dengan mandian embun, bunga-bunga berwarna-warni, ditambah dengan buah-buahan yang hampir bisa dipanen, waw! indah bukan?! Bukan hanya membuat badan fit dan sehat, tapi pikiran pun menjadi fresh.
  • Naik Turun Tangga
    Kebanyakan kita malas naik atau turun tangga, pasti selalu menggunakan lift atau escalator. Sebenarnya aktifitas ini juga sangat membantu untuk membuat badan sehat, membakar kalori serta menurunkan berat badan. Bagaimana kalau naiknya sampai level lima? Bisa aja tuh! Saya pun selalu menghindarkan naik turun menggunakan lift dikampus. Bahkan terkadang kalau badan merasa berat ketika makan kekenyangan, saya akan naik-turun tangga sampai ke tingkat lima sebanyak empat sampai lima kali.
  • Minimalkan menggunakan kenderaan
    Lah masak pergi ke warung yang Cuma 500 meter aja naik motor? Nah, sekali-sekali coba berjalan kaki, selain membuat kita sehat dan juga hemat minyak. Atau ketika kita menggunakan kenderaan pergi ke suatu tempat, hindari parkir kenderaan berdekatan dengan tempat yang dituju (tapi kebanyakan orang kalau bisa parkirnya depan pintu toko). Berjalan sedikit pun sangat berarti bagi tubuh!


    Sementara coba dulu tips-tips ini, nanti saya akan berbagi tips-tips lainnya untuk kesehatan.

    Kawan-kawan, ada tips lain nggak? Mungkin bisa melengkapi tips diatas.

Enaknya Ikan Tok-Tok


Pernah nyoba’ buat Ikan Tok-tok? Atau pernah nyicipnya? Sebenarnya ini bukanlah sebuah resep baru, tentu sudah ramai yang coba. Ikan apa saja bisa dibuat Ikan Tok-tok, tapi lebih enak Ikan Kembung, Ikan Sarden (Gergak), dan Ikan Biji nangka. dinamakan Ikan tok-tok karena masakan ini dibuat dengan cara ditumbuk atau diketuk menggunakan penggiling bumbu, cobean atau penumbuk bumbu. Nah, ini dia resepnya, dicoba yah?! Mudah aja koq.
Bahan-bahan :

2 Ekor Ikan Kembung. Lumuri garam dan air jeruk nipis, kemudian goreng (Jangan terlalu kering)
3 Buah cabe merah (Kalau mau pedas tambah lagi)
2 Siung bawang merah
1 Siung bawang putih
2cm Jahe
Garam secukupnya
Air jeruk nipis secukupnya
Caranya:
  • Buang tulang dan kepala ikan, ambil isinya saja (suwir-suwir)
  • Masukkan cabai, bawang putih dan bawang merah, Jahe yang sudah dicuci ke dalam cobean atau tumbukan bumbu. Tumbuk semua bumbu dan masukkan garam.
  • Masukan ikan kedalam bumbu yang setengah halus. Dan tumbuk sebentar agar bumbu meresap ke daging ikan.
  • Masukkan air jeruk nipis, dan aduk-aduk dengan sendok.
  • Pindahkan semua bahan-bahan ke dalam piring. Siap dihidangkan!


    Note :
    - Ikan sisa kemarin juga bisa dibuat Ikan Tok-tok
    - Bumbu untuk ikan tidak usah ditumbuk terlalu halus.

Salam Hangat,

Raudah's property

May 28, 2009

Tom Yam Ayam Ala Chief Nadya

Rasa Tom yam memang enak, masam-masam pedas, dan terasa segar. Masakan satu ini paling digemari banyak orang. Biasanya mahasiswa Indonesia yang baru sampai di Malaysia, langsung bisa beradaptasi dengan makanan ini dibandingkan dengan masakan yang berkari. Tapi jangan salah, masakan yang satu ini bukan berasal dari Malaysia, tapi dari Negeri Gajah putih (Red, Thailand) yang terkenal dengan masakan yang enak-enak.

Nah, kali ini Saya Bocorkan resep spesialnya Nadya (Adik), resep dari dia berbeda dengan tom yam lain yang biasanya pakai bumbu instant. Maka siapa saja yang masak Tom yam berdasarkan resepnya selalu mendapat pujian, termasuk saya dan kakak,hehe…


Bahan-bahan:

300gr Daging Ayam, bersihkan dan rebus sebentar (Untuk mengurangi kandungan kolestrolnya) potong dadu
1 siung bawang Bombay, iriskan
4 Buah Cabe Rawit atau sesuai selera, Ketuk
1 Buah tomat, dibelah
4 Batang Serai, memarkan
5 Lembar daun jeruk purut, Belah dua
3 Buah jeruk nipis, ambil airnya
Garam secukupnya
100gr Jamur kancing, Belah dua
1 Buah wortel, Potong-potong
800ml Air

Bahan yang dihaluskan :

2 Siung bawang merah
3 Buah cabe merah

Caranya :

Ø Tumis bawang Bombay sampai harum, masukkan bumbu yang dihaluskan berserta serai.
Ø Kemudian masukkan Air, daun jeruk, Ayam dan wortel.
Ø Setelah Wortel hampir matang, masukkan jamur, cabe rawit, Tomat dan air jeruk nipis
Ø Siap dihidangkan setelah jamur sudah matang.



Note :

- Jika ingin Kuah tomyam lebih banyak maka disesuaikan juga banyak Serai, daun jeruk dan air jeruknya. Karena kunci enaknya tomyam jika aroma serai dan rasa asamnya pas.
- Jika tak suka ayam, Anda bisa menggantikannya dengan Udang dan Cumi-cumi. Daging sapi juga bisa dimasak tomyam. Sayur bunga kol pun bisa sebagai campurannya.

Masak Tiga Rasa Resep Chief Azian


Kali ini Saya ingin berbagi resep spesial masakan tiga rasa (Asam, pedas dan manis). Resep ini berdasarkan masakan Kakak Ipar (Malaysian) yang jago masak, hehe..
Dan Resep Tiga Rasa Darinya Sudah saya buktikan didapur Chief Azian.

Bahan-bahan:

1 Ekor ikan Kakap (Ikan bawal pun bisa), bersihkan dan sayap dagingnya tanpa dipotong.
Nenas kalengan (banyaknya sesuai selera), tanpa air.
3 siung bawang merah, iriskan
2 siung bawang putih, iriskan
2 Buah cabe, Dibelah dua
Sedikit jahe, diiris
1 sdm puri tomat (kalau suka pedas bisa tambah)
1 sdm minyak wijen
Saus tomat botol (Sesuai selera)
Saus cabe botol (Sesuai selera)
kecap Manis (Sesuai selera)
Garam secukupnya
2 sdm tepung jagung, tidak dicampur air.


Caranya :

Ø Lumurkan Ikan yang telah dibersihkan dengan tepung jagung, kemudian goreng dalam Kuali yang berisi minyak panas.
Ø (Kuali lain) Tumis bawang putih dan bawang merah sehingga harum. Kemudian masukkan puri tomat, jahe, saus cabe, saus tomat tomat, kecap manis serta minyak wijen.
Ø Tambahkan sedikit air dan aduk.
Ø Setelah mendidih, masuk kan ikan dan nenas
Ø Masukkan cabe dan Aduk.
Ø Ikan siakap Siap dihidangkan setelah masak.
Foto Artifisial : http://shw.ahmadfaizal.fotopages.com/2936030/ikan-tiga-rasa.html

Resep Bumbu Soto Pribadi



Diindonesia terdapat berbagai macam Soto. Dari soto betawi, pekalongan, makasar dan soto medan. Bagi Saya soto Medan paling enak, apalagi soto yang dijual diwarung emperan Medan Plaza.

Pada kesempatan ini, Saya ingin berbagi resep soto bumbu racikkan Saya, yang salah satu menú istimewa keluarga kami. Suami adalah penggemar berat soto buatan saya. Shuuttt!!! Bisa-bisa beliau nambah sampai dua kali!!!

Bahan-bahan :

300gr Isi Ayam, bersihkan dan rebus (mengurangi kadar kolestrol)
Tauge (sesuai selera)
2 Buah kentang. Bersihkan, iris tipis, dan goreng (kayak keripik kentang)
100ml santan kental
800ml santan cair
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
2 Siung bawang merah, iris tipis (Buat bawang goreng)
2 siung bawang merah, iris tipis
1 Siung bawang putih, iris
Minyak goreng

Bahan yang dihaluskan :

3 Siung bawang merah
2 siung bawang putih
2 Buah cabe rawit (Sesuai selera)
3 cm kunyit
1/2sdm ketumbar
1buah kemiri

Bahan pelengkap:

Kerupuk
Kecap Asin
Air jeruk nipis

Caranya :

1. Panaskan minyak dikuali, goreng Ayam yang telah dibubuhkan garam dan jeruk nipis.

2. Setelah masak suwir-suwir ayam tadi

3. Kemudian panas sedikit minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.

4.Masukkan Bumbu yang telah dihaluskan, serai dan daun salam. Aduk-aduk dan tunggu sekitar 5 menit.

5. Masukkan santan cair .Setelah mendidih, masukkan Suwiran ayam tadi

6. Kemudian masuk santan kental berserta Tauge. Tunggu beberapa menit sambil diaduk-aduk.

7. Sediakan Mangkuk, Masuk soto yang telah masak. Kemudian masukkan kentang goreng dan bawang goreng.

8. Jika suka tambahkan air jeruk nipis dan kecap kedalamnya.

- Biasanya Soto Dimakan dengan Nasi dan Perkedel


Foto Artifisial : http://detik.food.com/

Sup Makaroni kesukaan Si Buah Hati


Bagi Saya, Makaroni dan jenis spaghetti lainnya adalah makanan sehat, dibandingkkan Mie lainnya seperti Mie kuning. Selain proses pembuatannya yang bersih, kualitas dan gizinya, juga kandungan pada Makaroni dan spaghetti tidak macam seperti zat kimia formalin dan pewarna berbahaya bagi kesehatan. Maka, Jenis Mie pilihan saya adalah Spaghetti dan Makaroni yang punya bentuk macam-macam seperti siput, spiral dan ada juga yang berwarna warni(Tapi aku tidak suka). Namun Mihun tetap diurutan nomor satu, karena harga Mie ini sangat terjangkau diIndonesia.


Sup makaroni adalah kegemaran Anak-anak. Mau tau resepnya? Sangat mudah… Ayo kita coba!!


Bahan-bahan :

150gr Makaroni (Suka hati mau bentuk apa), direbus dengan sedikit garam (Biar tidak lengket) dan tiriskan
1 Buah wortel, potong dadu kecil
Sedikit Bunga Kol, potong-potong kuntumnya
50gr Ayam (Direbus) dan potong dadu
2 Siung bawang merah, memarkan
3 Siung bawang putih, memarkan
Merica bubuk (sesuai selera)
2 batang daun sop, iris bulat
1 batang daun bawang prai, Iris bulat
½ Buah tomat, diiris
1 keping bunga lawang
1 Buah cengkih
Garam secukupnya
1 sdm Minyak Zaitun

Caranya :

Ø Panaskan Minyak zaitun, masukkan bawang merah dan bawang putih. Tumis sampai harum.
Ø Tambahkan sedikit air, masukkan cengkeh, bunga lawang, dan wortel. Aduk-aduk
Ø Setelah mendidih, masukkan wortel, merica bubuk dan Ayam
Ø Ketika wortel hampir masak, masukkan Bunga kol dan tambahkan garam
Ø Sebelum matikan api, tambah Daun sop, daun bawang prai, tomat dan Makaroni
Ø Tunggu 1 menit, dan makaroni siap dihidangkan.

Note:
- Jika suka pedas bisa tambahkan cabe rawit yang diketuk.
- Biasanya, Saya gunakan air rebusan ayam yang kedua untuk kaldunya, kalau air rebusan pertama digunakan untuk siram tanaman. Saya Sangat jarang menambah Penyedap pada masakan. Tapi jika kawan-kawan suka bisa menambahkannya.







May 27, 2009

'Tajin' Ala Teh Nia

Ini resep pertama yang Saya Post, alasannya karena ada request dari seorang kawan baik yang sudah Saya anggap sebagai kakak berdomisili di Australia. Menurut Teteh, blog Saya ada kurangnnya tanpa disisipi resep-resep, sebab kami adalah pencinta berbagai-bagai masakan daerah dan negara, dan hobby makan tentunya, hehe...
Si Teteh (Bhs Sunda artinya Kakak) baru pulang dari Tunis mengunjungi keluarga Aa' Khamis, suami Teteh yang berkebangsaan Tunisia, berwarga negara Australia. Jadi, selama disana Teteh belajar masak masakan Tunisia dari sang mertua tercinta.
Nah, dibawah ini adalah salah satu resep spesial dari Sang Kakak tercinta (Teteh) untuk Saya, jadi kita bisa coba lah !
Bahan :
1. 2 Buah Bawang putih
2. 2 Buah Bawang Merah
3. 2 Buah Kentang (Dipotong-potong dadu kecil)
4. 1 Dada Ayam (Jangan dipotong)
5. Kunyit 2 inci
6. Ketumbar ½ sendok the
7. Merica Bubuk dikit
8. Garam secukupnya
9. Cabe bubuk sesuai selera

Bahan Tambahan :
1. 3 butir telur
2. Keju parut sesuai selera
3. Minyak masak untuk olesan loyang

Caranya :
  • Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris, tunggu sampai harum.
  • Kemudian masukkan kentang yang sudah dipotong beserta dada Ayam, dan tambahkan air dalam kuali.
  • Masukan kunyit, Ketumbar, Merica, cabe dan garam, lalu biarkan kuahnya kering sehingga masak.
  • Kemudian suwir ayam agak besar, dan buang tulangnya. Kemudian, sisihkan.
  • Kocok Telur, dan masukkan keju parut pada kocokan telur berserta kentang, ayam suwir dan sisa kuah yang berbumbu tadi, aduk sampai merata.
  • Olesin loyang dengan minyak, dan masukan semua bahan tadi ke dalam loyang.
  • Dan terakhir, bakar dalam oven bersuhu sedang.

Selamat Mencoba !!!

Pesan Teh Nia : Sebaiknya Kentang, ayam dan keju banyak karena menambah rasa enak. kentang bisa diganti bayam kalu suka, kunyit harus banyak karena ciri masakan ini dari kunyitnya..

Pengantar Tidur Untuk Si Buah Hati


Biasanya ketika anak-anak menjelang tidur, Aku akan menyanyikan beberapa lagu dan sholawat untuk mereka diiringi doa tidur. Kadang-kadang kalau aku merasa lelah, aku lupa menyanyikan lagu itu, sehingga mereka pun lama terlelap. Namun jika aku mendedangkan lagu-lagu itu mereka tidur setelah berangan-angan.

Dibawah beberapa Sholawat yang biasa aku dendangkan untuk si buah hati, kadang-kadang aku dan suami duet, apalagi ketika umur mereka menganjak tiga bulan, mereka susah tidur.

Ya…Nabi salamun Alayk…
Ya…Rasul salamun Alayk…
Ya…Habiby salamun Alayk …
Sholawatullahi Alayk…

Dengan Nada berbeda :
Ya Nabi… salam alayka
Ya Rasul…salam alayka
Ya Habib…salam alayka
Ya Najih…Salam alayka

Ya Rasul salam Alayka
Ya Habib Salam Alayka
Ya Nabi salam Alayka
Ya Allahu…Ya Karim…


(Lagu favorit by Amanda)

Tidur…tidur…Mimpi indahlah
Esok mentari kan datang menyambutmu
Dengan senyum…
Dengan cinta dan harapan
Dengan tulus dan kesetiaan…

Dekap..erat…Jangan lepaskan…
Biarkan malam lalu dengan tenang
Bila waktu…
Kan memisah jalan kita
Cinta kan membuatmu bertahan

Kau bunga kasih sayang
Kau bunga terindah…
Yang selalu hadir disetiap mimpi tidur…
Kau Bunga kasih sayang…
Kau bunga terbaik…
Yang pernah kumiliki seumur hidupku…

Kita tercipta…saling menjaga
Saling mencinta…saling menyayang
Karna hidup…
Kan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang…

Kau bunga kasih sayang
Kau bunga terindah…
Yang selalu hadir disetiap mimpi tidur…
Kau Bunga kasih sayang…
Kau bunga terbaik…
Yang pernah kumiliki seumur hidupku…

Tidur…tidur…mimpi indahlah
Esok mentari kan datang menyambutmu….


(By Opick)


Tidurlah…tidur… anakku sayang
Hari kini telah larut malam…
Mentari pun telah pulang
Kembali ke peraduan…

Janganlah lupa…panjatkan doa
Mohon lindungan Ilahi
Agar hidupmu..selamat selalu
Didunia dan kelak nanti..

Tidurlah…tidur…duhai anakku
Pejamkan matamu dalam damai…
Umma dan Baba selalu disisimu..
Teman lewati malam

Tiada harapan umma dan baba
Jadilah anak yang sholeh
Semoga doamu selamatkan kami
Didunia…dan kelak nanti…

Tidurlah…tidur…buah hatiku…
Doaku bersertamu…..
Bismika Allahuma wa bismika Amuut…

(By Shella on 7, revised edition)

Hai Ula jangan takut, jangan bimbang
Bila lampu kamar mula dipadamkan
Sania…jangan takut jangan resah…
Karena gelap itu menemani…

Jangan lupa esok kita ada janji
Semakin cepat kita tidur
Semakin kita bertemu kembali….

Berdoalah sebelum kita tidur…
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan umma juga baba…

Jangan takut akan gelap…
Karna gelap menemani kita
Dari kelelahan…

Berdoalah sebelum kita tidur…
Jangan lupa cuci kaki tanganmu
Jangan lupa doakan umma juga baba…


(By Kerisdayanti n’ Anang, Revised edition)

Timang…timang..Anakku sayang
Jangan menangis baba disini
Timang…timang anakku sayang
Jangan menangis Umma bernyanyi

Bila kelak engkau dewasa…
Sayangi sodara…sayangi sesama dengan cinta

Jujur lakumu…
Jujur ucapmu…
Menjalani hidup…
Cantik jiwamu…
Cantik parasmu…
Kala kau tersenyum…

Doa kami besertamu…
Temani dirimu, menjalani hidup..
Oh…Anakku…


Untuk mengetahui nadanya bisa download lagunya diinternet atau refer ke
aku,hehe…

May 22, 2009

Tips Meminimalkan kenakalan Anak 2

Tips2 sebelumnya bisa dicoba setelah mencoba tips2 dibawah ini :

  • kalau anak-anak kita bertengkar, katakan : “ Aduh, anak Mama cantik2 kok suka berantam yah? Berantam itu kan berdosa, nanti dimarah Allah!”.
  • Kalau anak-anak melawan/ tak patuh : “ Astagfirullah! Masak kakak melawan/ga dengar Mama ngomong…apa kakak ga sayang sama mama?ga kawan yah sama mama?kalo kawan dengarlah Mama kasih tau…”
  • Kalau Anak-anak merengek dan cengeng: “ Udah Mamanya capek-capek, Adik cengeng. Ya udah Mama pergi aja yah? Adek tinggal aja sendiri dirumah? Mau?”
  • Kalau anak-anak tidak sabar : “ Anak Mama baik dia…orangnya penyabar. Sabar yah nak kalau minta sesuatu? Pastilah Mama buatin.”

    Semoga bermanfaat!


Salam hangat,

Raudah's property

May 21, 2009

Syair-Syair dari Sang Pencinta

Karangan: Rabi’ah Al-Adawiyah (Buku Tasawwuf, Prof. Rivay Siregar)



حبيى ليس يعد له حبيبى
ولا لسواه فى قلبى
نصيب حبيب غاب
عن بصرى و شخص
و لكـن فى فوأدى ما يغيب

Kekasihku, hanya Engkau yang kucintai,
Pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu,
Walau mata jasadku tak mampu melihat Engkau,
Namun mata hatiku memandangmu selalu
.


Menurut Rabi’ah Cinta Allah adalah cinta satu-satunya
Sehingga dia tak bersedia membagi cintanya kepada lainnya, Rabi’ah berkata
:

ان حبى الله لم بترك فى قلبى مكـانا لمحـبة ما سوى الله

Cintaku pada Allah telah menutup hatiku untuk mencintai selain Dia



Bahkan sewaktu ditanya tentang cintanya pada Nabi Muhammad dia menjawab:

انى و الله احبـه حـبا شديدا
و لــكن حب الخالق شغلنى عن حب المخلوق

Sebenarnya Aku sangat mencintai Rasulullah,
Tetapi kecintaanku kepada Khaliq,
Telah melupakanku untuk mencintai siapa saja selain Dia.


Ia memperjelaskan lagi makna Hubb:

استغرقى التفكرى الحبوب و الانصراف عن كـل ما عداه
حتى يغض و كـراهة الاعداء

Daku tenggelam dalam renung kekasih jiwa,
Sirna segalanya selain Dia,
Kerena kekasih, Sirna rasa benci dan murka
.


Menurut Rabi’ah pencinta yang sesungguhnya harus selalu berusaha mendekatkan diri kepada yang dicintai. Ia menyatakan:

انى جعلتـك فى فؤاد محدثى
وابحث جسمى من اراد جلوسى
فـالجسم منى الجليس مؤنس
و حبيب قلبى فى فؤادى انس
Dalam relung hatiku Engkau teman bincangku,
Walau ragawi aku berbincang dengan sejawatku,
Dengan mereka aku bersenda gurau selalu,

Namun yang mengisi relung kalbuku hanya Engkau.