<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622</id><updated>2011-07-08T18:32:32.758+08:00</updated><category term='Poetry'/><category term='Secret Recipes'/><category term='Inspiration Stories'/><category term='Kisah Ramadhan'/><category term='Knowledge'/><category term='MY B&apos;DAY (Special Edition)'/><category term='Life Style'/><category term='Cerita tentang Twin'/><category term='Tausiyah'/><category term='Parenting'/><title type='text'>LE4RN HOW TO WRITE....</title><subtitle type='html'>Copy@rights: Diperbolehkan meng-copy isi blog ini, dengan syarat tidak dimanfaatkan untuk komersil. Jika Anda meng-copynya untuk kepentingan penyebaran Ilmu diblog Anda, harap mencantumkan nama sumber. Harap mengerti etika-etika copy paste.


Salam hangat, 

Raudah's Property</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>32</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-2987373733537604980</id><published>2009-09-17T07:21:00.006+08:00</published><updated>2009-09-17T08:08:00.669+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Ramadhan'/><title type='text'>Rezeki Anak-anak dibulan Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya yakin dengan kata-kata, entah pepatah atau termaktub didalam hadis 'Setiap anak pembawa rezeki'. Tapi saya masih belum yakin dengan kata-kata 'Banyak Anak banyak rezeki'. Oleh karena itu saya dan suami berencana hanya mempunyai keluarga kecil saja, entah tiga anak atau empat orang saja. Alasannya saya tak ingin menjadi orang rumahan saja, ingin suatu saat membantu ekonomi keluarga dan hidup lebih mandiri. Saya tak tega kalau sering meminta dengan suami untuk keperluan-keperluan yang kurang penting (Red beli alat-alat rumah tangga atau ke salon).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah! Rezeki anak-anak kami memang bagus. Ini terbukti dengan pepatah tadi. Ketika saya melahirkan si kembar (Anak pertama), ada dua orang relasi suami saya yang menanggung biaya operasi sebesar tujuh juta. Kemudian, belum lagi rezeki-rezeki lainnya. Setelah kami mampu membeli sebidang tanah dengan menghutang kepada kakak saya, kami binggung, apakah kami sanggup membangun rumah atau masih terus mengontrak? Sedangkan hutang-hutang kami belum lunas. Saya selalu berangan-angan agar suatu saat mempunyai rumah impian saya. Majalah-majalah desain rumah pun berserakan, tapi mimpi tak jadi kenyataan. Sehingga apabila saya membeli majalah yang baru suami saya pun geli melihatnya. Memang begitulah saya, selalu berangan-angan agar menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa bulan tanah tersebut terlantar, akhirnya suami dan staff lainnya yang belum mempunyai rumah dihadiahkan uang sebesar tujuh puluh juta. Atasan beliau memerintahkan agar uang tersebut cukup untuk dibangun rumah, entah tipe 36 atau sesuai selera masing-masing. Sehingga ada beberapa diantara mereka menambah bajet untuk rumah, termasuk kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya sampai disitu, Sang pemberi rezeki melimpahkan rahmat dan rezekinya kepada kami dibulan ramadhan ini. Saya dan saudara-saudara mendapatkan sejumlah nominal dari penjualan tanah-tanah hadiah Almh Ibunda kami, yang mudah-mudahan uang ini bisa kami pergunakan untuk melanjutkan pembangunan rumah kami yang masih belum sempurna.  Saya Anggap semua ini rezeki anak-anak dan termasuk janin dalam kandungan saya sekarang. Berulang-ulang saya bersyukur dan meneteskan air mata. Setelah Allah memberikan kami kesempitan uang dan hutang belum terlunaskan, sekarang Dia memberikan rezeki yang melimpah ruah. Dan Berulang kali saya berdoa untuk Ibunda dan Ayahnda diAlam sana agar mereka yang telah bersusah payah meninggalkan rezeki untuk kami diberikan kelapangan dan rezeki serta maghfirahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa malu dihati ini kepadaNya. Ketika saya diberikan ujian kesusahan ekonomi, saya sering mengeluh walaupun tetap sabar. Namun kenyataannya anugerahNya tak habis-habis. Satu yang selalu diingatkan suami saya; 'Jangan lupa zakat, jangan lupa sedeqah'. Saya pun tak ingin menjadi manusia yang ingkar dan tak tahu bersyukur. Saya tak ingin Allah mencabut nikmat yang telah diberikan kepada kami, sebagaimana ayat yang selalu terngiang-ngiang ditelinga saya;  "Lain syakartum la aziydanakum, walain kafartum inna 'azabi la syadid", Apabila Engkau bersyukur maka Aku tambahkan nikmatKu padamu, dan apabila engkau ingkar  sesungguhnya  azabKu sangat  pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tulisan ini menjadi ikhtibar kepada pembaca setia dan banyak manfaatnya!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-2987373733537604980?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/2987373733537604980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/rezeki-anak-anak-dibulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2987373733537604980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2987373733537604980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/rezeki-anak-anak-dibulan-ramadhan.html' title='Rezeki Anak-anak dibulan Ramadhan'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-4292810267537528707</id><published>2009-09-16T21:11:00.002+08:00</published><updated>2009-09-16T21:16:47.747+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Paprik Cumi dan udang</title><content type='html'>Bahan-bahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-100gr udang&lt;br /&gt;-100gr cumi&lt;br /&gt;-100gr kacang panjang&lt;br /&gt;-100gr wortel&lt;br /&gt;-1/2 siung bawang bombay&lt;br /&gt;-3 lembar daun jeruk purut (diiris)&lt;br /&gt;-Garam secukupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu dihaluskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-7 siung bawang merah&lt;br /&gt;-3 Siung bawang putih&lt;br /&gt;-4 Buah cabe kering&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Tumis Bumbu-bumbu yang dihaluskan sehingga harum&lt;br /&gt;-Kemudian masukkan udang dan cumi&lt;br /&gt;-masukkan wortel&lt;br /&gt;-Setelah wortel setengah matang, masukkan kacang panjang, bawang bombay dan daun jeruk.&lt;br /&gt;-Dan terakhir masukkan Garam&lt;br /&gt;-Siap dihidangkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-4292810267537528707?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/4292810267537528707/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/paprik-cumi-dan-udang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4292810267537528707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4292810267537528707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/paprik-cumi-dan-udang.html' title='Paprik Cumi dan udang'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-6444409746157489694</id><published>2009-09-08T05:30:00.006+08:00</published><updated>2009-09-09T23:03:28.220+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Ramadhan'/><title type='text'>Cuai vs Jujur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 8 september 2009, tepatnya 17 Ramadhan Saya dan suami pergi ke Bank Madiri Syariah kota Banda Aceh dengan hajat ingin menarik uang. Setelah selesai transaksi saya mengecek sisa tabungan dibuku rekening dekat suami saya duduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, koq ada masuk 100 lagi?" Saya menunjuk buku rekening pada suami dengan penuh keheranan atas total uang yang ada direkening, padahal setahu saya, kakak saya hanya transfer 100juta yang waktu itu saya memang menemaninya ketika dia pergi ke Bank.&lt;br /&gt;"Mungkin kak ita udah transfer lagi ga? atau mungkin dia transfer dua kali". Si Abang juga sedikit heran.&lt;br /&gt;"Ga mungkin lah, pas dia transfer tu ada odah. lagipun waktu itu BRI ga bisa ngasih transfer banyak".&lt;br /&gt;"Ya udah, nanti coba tanya kak ita lagi". Kata suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami meninggalkan BSM masih dengan penuh keheranan dan penuh tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiranku masih berkecamuk dengan uang 100 juta yang ada direkening tadi. Apa ada orang salah transfer? Atau ada kesalahan pada BRI (dimana kak ita transfer uang untukku)? Atau, jangan-jangan aku dapat undian?Huuuuuhhh!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai dirumah aku langsung menelpon kak Ita. Dia terkejut dengan berita aku tadi. Katanya dia akan cek lagi total uang direkening dia, mana tau dugaan aku benar bahwa uang tersebut ditransfer dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Aku menunggu beberapa jam dengan penuh penasaran dan tanda tanya, bukan karena kegirangan dapat rezeki nomplok tapi aku sangat terbeban dengan uang tak jelas itu. Aku  hubungi kak Ita lagi. Dia jelaskan bahwa sisa uang direkeningnya sudah betul. Dia menyarankan agar aku re-check ke BSM, mungkin kesalahan pada BSM atau BRI. waktu itu dia sempat bercanda:&lt;br /&gt;"Dah, Kalo ternyata dapat undian jangan lupa bagi-bagi, yah? Haha".&lt;br /&gt;" Ha'a, tenang aja! Odah kasih tiket Umrah. Hahaha". Balasku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jam istirahat, suami langsung menuju BSM lagi ingin minta penjelasan dari pihak BSM. Ketika nomor giliran suami tertera ternyata si teller urung untuk melanjutkan pekerjaannya dan memilih untuk istirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kak, cuma bentar aja nih. Saya cuma mau tau siapa pengirim uang ini, dan via bank apa."&lt;br /&gt;Si teller dengan gaya jutek, mungkin karena kecapekan meraih buku rekening tersebut untuk dicek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kesalahan pihak BSM. Teller yang print buku ini me-record dua kali uang yang 100juta tersebut, maka jumlahnya jadi 200juta."&lt;br /&gt;"Oh gitu yah? Kami juga heran, koq ada uang masuk lagi dengan jumlah yang sama dan pada hari yang sama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Teller cepat-cepat memperbaiki kesalah pada rekening tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika suami pulang dari kerja kami berdiskusi masalah uang tadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oo, walah! dikirain dapat rezeki nomplok. Rupanya cobaan bulan puasa. Padahal udah berangan-angan tadi, yang pertama mau kasih bapak(Mertua) lima mayam untuk ongkos umrah, mau kasih kak Ita, Nadya, Mau disumbangi dan sisanya mau dibeli mobil, tapi nambah dikitlah. Hehehe". Suamiku ikut tertawa mendengar ocehanku.&lt;br /&gt;"Syukurnya rekening itu gak kosong, kalo kosong betapa sedihnya diri ini ternyata uang itu uang kesasar." Suamiku tertawa lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah sekilas cerita kemarin. Ada lucunya karena aku sempat berangan-angan. Ada harunya karena kami masih diberikan sifat jujur. Bayangkan saja, kalau pihak Bank syariah mandiri Langsa(Dimana aku buka rekening) tak mengetahui kesalahan mereka perbuat pada siapa! Bisa-bisa si Karyawan dipotong gajinya sampai bertahun-tahun. Itu masih rezeki dia yang mungkin telah sholat hajat berkali-kali, atau sampai bernazar sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dihati masih tersimpan rasa kesal pada karyawan BSM Banda Aceh kemarin, udah jutek, terus tak ada pun ucapan terima kasih dari mulutnya atas kejujuran kami. Hemm!!! Itulah budaya orang indonesia, hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga menjadi ikhtibar!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-6444409746157489694?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/6444409746157489694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/cuai-vs-jujur.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6444409746157489694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6444409746157489694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/09/cuai-vs-jujur.html' title='Cuai vs Jujur'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-2071475707258622931</id><published>2009-07-20T00:56:00.015+08:00</published><updated>2009-07-21T00:57:39.457+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>I love gardening! how about you?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNUuqPjGmI/AAAAAAAAAFo/sHfkSzw5rjE/s1600-h/DSC00017.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNUuqPjGmI/AAAAAAAAAFo/sHfkSzw5rjE/s320/DSC00017.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360221142091242082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;((' Pegaga ' I bought RP 15000))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love gardening too much, and my honey too. I think, because of some words which always I used to say to him : "I really want to plant some vegetables such as kailan, Spinach, Salad, Chili, pegaga, tomato,celery and bla bla bla ". Or sometime I say : "Don't you want to save our money by planting the vegetables and fruits?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;I planted some vegetables like Kailan, green spinach, french celery, red chili, tomato, pegaga, Lime, ginger, turmeric, and star fruit. Spinach is one of vegetables which has fast growing, and easy to grow in any type of soil. I wish I can plant some import fruits someday such as Apricot, Plum, Kiwi etc. Now, I still search information about these fruits, usually the fruits are only grow in cold weather countries, and Banda Aceh is very hot. However, If anybody knows about this, please inform me!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNc5JCkZ4I/AAAAAAAAAFw/VHHh9E8aETU/s1600-h/DSC00019.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNc5JCkZ4I/AAAAAAAAAFw/VHHh9E8aETU/s200/DSC00019.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360230118250014594" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  (('lime' I bought RP13000))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNfBZuN83I/AAAAAAAAAF4/mpVXGkOMH4I/s1600-h/DSC00023.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNfBZuN83I/AAAAAAAAAF4/mpVXGkOMH4I/s200/DSC00023.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5360232459190268786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;((Green spinach seeds RP15000, 45 gr))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I have some reasons why I love gardening :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;- Save money. The vegetables that we plant are cheaper than we buy.&lt;br /&gt;- Pesticides free. This chemistry substance is dangerous, and can't be removed by washing the vegetables and fruits. It can cause to get the cancer and other hazard diseases.&lt;br /&gt;- More delicious. The organic vegetables and fruits that we plant are more delicious than arroganic.&lt;br /&gt;- The plants have number advantages for human life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, say yes to gardening. I think this activity doesn't have  single disadvantage. let's make our planet green!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-2071475707258622931?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/2071475707258622931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/07/say-yes-to-gardening.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2071475707258622931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2071475707258622931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/07/say-yes-to-gardening.html' title='I love gardening! how about you?'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SmNUuqPjGmI/AAAAAAAAAFo/sHfkSzw5rjE/s72-c/DSC00017.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-7389216913097093384</id><published>2009-07-20T00:04:00.004+08:00</published><updated>2009-07-20T02:27:57.644+08:00</updated><title type='text'>Singgah sejenak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para browser yang setia apa kabar semua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya lama juga tidak menulis di private media ini. Maklum, sebelumnya saya sangat sibuk mempersiapkan final exam, dan Alhamdulillah! Saya telah lulus. Sekarang tinggal menunggu result from senate meeting, terus baru buat clearance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu keputusan senate meeting dan dokumen-dokumen yang mengantarkan saya ke dunia profesi, ada banyak kegiatan yang rutin saya lakukan dirumah. Mengurus anak-anak, suami, membereskan pekerjaan rumah, dan kegiatan yang membuat saya enjoy tentunya berkebun. Dan nanti akan saya Post-kan dilebel khusus tentang aktifitas yang satu ini,hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kegiatan yang selalu diingatkan suami tecinta, yaitu ngumpul sama para tetangga kala sore hari, atau sekedar ngobrol-ngobrol dengan mereka salah satu cara bersosialisasi dengan mereka. Sering kali pekerjaan rumah yang tiada hentinya menjadi penghambat untuk berkumpul dengan mereka, tapi saya usahakan lagi! Karena kemungkinan besar kami menjadi warga tetap Geuce komplek, Insya Allah! Dan alhamdulillah! Saya telah memenuhi undangan tupperware party tetangga depan rumah (walaupun gak beli). Saya akui, mereka adalah para tetangga yang baik dan ramah, hal ini terbukti ketika kami mengadakan syukuran rumah baru kami, mereka memenuhi undangan kami. Bahkan ada beberapa ibu yang tak diundang datang, itu suatu kehormatan buat kami sebagai warga baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf kepada kawan yang belum saya penuhkan permintaan (resep) dari saya, Insya Allah akan saya post kan pada label selanjutnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudah's property&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-7389216913097093384?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/7389216913097093384/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/07/singgah-sejenak.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/7389216913097093384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/7389216913097093384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/07/singgah-sejenak.html' title='Singgah sejenak'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3323558637086532985</id><published>2009-06-19T09:01:00.001+08:00</published><updated>2009-06-19T09:02:55.958+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Resep Kiriman Teh Nia</title><content type='html'>&lt;a name="c733414527974968840"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum semuanya nia ada resep rahasiah buat tomyam dari asli orang Thailand waktu kak nia di Sudan.Semuanya sama tapi ada tambahan bumbunya digoreng satu satu ditumbuk di ulekan llau dimasukan ke kuah tomyam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumbu Resep tomyam asli Thailand&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Bawang merah iris goreng dihaluskan&lt;br /&gt;3 bawang putih iris lalu digoreng dan dihaluskan&lt;br /&gt;4 cabe kering goreng lalu dihaluskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara2nya sama seperti resep sebelumnya.....&lt;br /&gt;Selamat mencoba&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3323558637086532985?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3323558637086532985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/resep-kiriman-teh-nia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3323558637086532985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3323558637086532985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/resep-kiriman-teh-nia.html' title='Resep Kiriman Teh Nia'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-5293248370569159694</id><published>2009-06-09T09:15:00.013+08:00</published><updated>2009-06-10T09:16:36.356+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MY B&apos;DAY (Special Edition)'/><title type='text'>YANG KE DUA LIMA DAN KE ENAM</title><content type='html'>&lt;img style="TEXT-ALIGN: center; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; DISPLAY: block; HEIGHT: 240px; CURSOR: hand" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345132314254365442" border="0" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/Si25hSSX0wI/AAAAAAAAAFY/irSGCGGMYwk/s320/1_781802802l.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#663300;"&gt;Hari ini adalah hari ulang tahunku, sekarang umurku sudah dua puluh lima, dua puluh lima tahun??? Jika dipikir-pikir, bukanlah hitungan umur yang sedikit, dan seharusnya pada saat ini sudah banyak yang kucapai. Pastinya umur segini orang-orang sudah meraih Ijazah sarjana, atau bahkan sudah banyak yang meraih ijazah Master. Sedangkan aku jangankan ijazah Master, studiku level degree pun belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatanku, ketika umurku baru mesuk ke sembilan belas tahun, aku dapat Offer letter dari IIUM (INTERNATIONAL ISLAMIC UNIVERSITY MALAYSIA), waktu itu aku hampir saja menghabiskan studi semester ke dua di IAIN Medan. Bukan kepalang senangnya hati ini, ternyata usahaku untuk lulus dan diterima dikampus bertaraf internasional itu tak sia-sia, namun langkah selanjutnya aku ragu untuk pergi jauh meninggalkan orang tuaku, khususnya Ibu tercinta pada saat mereka sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang anak-anaknya. Tetapi, akhirnya Ibu kalah dengan semangat dan cita-citaku yang yang sangat tinggi, setinggi bintang dilangit dan setinggi planet diangkasa. Ibu merelakan kepergianku ke Negeri Jiran. Ibu ingin melihatku berhasil pada suatu hari nanti, dan mampu meraih segala cita-cita Anaknya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Juni 2003, Aku sudah pun menjejakkan kaki diKampus Biru ini, kampus yang selalu terngiang-ngiang dikepalaku sebelumnya. Aku meletakkan segala cita-citaku pada Kampus ini, walaupun ada setitik rasa khawatir aku tak mampu menyelesaikan kuliah disini. Bahkan sempat nervous ketika melihat pelajar-pelajarnya yang aktif, pinter, rajin, dan lainnya. Sampai-sampai aku sempat bego-bego apabila duduk didepan library melihat segala macam jenis bangsa yang Englishnya cas cis cus. Dari yang berkulit putih, putih kemerahan, Kuning, bahkan hitam. Atau yang mempunyai biji mata berwarna Hitam, coklat, biru, hijau, ada juga yang kuning-kuning. Mereka cantik-cantik pikirku. Belum lagi yang blesteran Jepang-Pakistan, Arab-Malayu, Aceh-Afrika, Indonesia-Arab, memang membuat terpelongoh. Maklumlah, sebelumnya Aku Anak desa yang tak pernah melihat berbagai bangsa, walaupun dulu ada juga melihat ketika menunaikan Haji tahun 2000. Tapi, Disini beda! Dikampus Biru, &lt;em&gt;Garden of knowledge and virtue&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;which has motto : Islamization, Internationalization, Integration and Comprehensive excellence.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Perjalanan panjangku Di Kampus biru tak pernah terlupakan. Perjuangan yang sudah genap enam tahun. Disinilah semua suka cita, duka cita, rasa haru dan sebagainya terjadi. Dimulai kejadian sedih pada Desember 2003, Allah mengambil Ibu tercinta setelah melawan penyakit diabetasnya yang sudah kronik. Episode kehidupanku pun berubah, tak ada semangat untuk melanjutkan studiku. Belum lagi melihat ada Kakak dan Abangku yang sudah mulai kelihatan watak buruknya, terlalu mengejar dunia. Maka, apabila libur semester Aku enggan pulang. Aku menggembara kesana-kesini, pergi Ke Melacca, Negeri Sembilan,Johor atau sekedar melihat modernnya kota Singapore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang aku cita-citakan tak seiring dan Allah pun berkehendak lain, Aku bertemu jodohku pada tahun 2005. Pada waktu itu juga aku menikah dengan seorang pria yang karaternya memang menajadi pilihanku. Walaupun Seorang Abang dan Kakak menentang keputusanku, mungkin mereka ingin aku menyelesaikan studiku dulu dan aku tahu itu disebabkan rasa sayang mereka terhadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan denga cepat, walaupun bagiku terkadang terlalu lambat, apalagi ketika aku merindukan orang-orang tercinta ditanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun keberadaanku disini membuat episode-episode kehidupanku berubah dan bertukar. Menjadi Ibu kepada dua putri kembarku, meninggalkan kuliah selama dua semester panjang dan dua semester pendek untuk mengurus dan menjaga mereka sehingga cita-cita yang ingin kucapai tertunda sementara, meninggalnya seorang lagi orang yang aku sayangi (Ayah) pada akhir semester lalu, dan episode lainnya membuatku suka cita, duka cita dan diiringi air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah merasakan, memang menyandang dua gelar sekaligus bukanlah mudah, selain ingin melihat anak-anak hidup sehat dan mendapat perhatian penuh, disisi lain aku tetap harus menyelesaikan cita-citaku disini, demi membahagiakan orang-orang yang kucintai, demi janjiku pada orang tua khususnya Ibu, dan demi membuktikan bahwa aku bisa menggapai cita-citaku walaupun sulit bagi mereka mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika lima tahun keberadaanku disini, orang-orang mulai banyak komentar dan melemparkan pertanyaan, sehingga aku lelah mendengar kata-kata yang membuatku sedih, aku selalu menutup telingaku rapat-rapat dan mengasingkan diri dari pelajar-pelajar Indonesia dan Aceh. Bagaimana tidak? Aku sudah lelah dan bahkan malu dengan pertanyaan2 : Kapan selesai? Berapa semester lagi? Koq lama kali selesai? Cepat-cepat ya selesainya, kasihan tuh anaknya? Bahkan ada lagi yang mengatakan : “Ih ih, tega kali yah anaknya ditinggal” dan bermacam pertanyaan serta komentar lainnya. Jadi bagiku tak salah jika mengasingkan diri keputusan yang baik, walaupun suamiku selalu memberi kata-kata semangat : “Jadikanlah perkataan menyakitkan dari orang-orang sebagai cambukan untuk membuat kita semangat. Usah peduli kata-kata seperti itu, karena hanya kita yang mengerti diri kita sendiri”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya kata-kata atau pertanyaan seperti itu membuat aku tak semangat, tapi sering membuat diri ini malu, seakan-akan betapa bodohnya aku sehingga dalam waktu enam tahun pun tak mampu menyelesaikan tingkat degree. Hal ini yang menjadikanku rendah diri, walaupun Aku, suami dan saudara-saudaraku tak henti-henti menyakinkanku bahwa aku BISA bahwa aku mampu meraih segulung Ijazah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah membuktikan bahwa aku tak seperti yang orang sangkaan. Tiap semester CGPA ku meningkat, walaupun mungkin sedikit demi sedikit. Alhamdulillah, Kawan-kawan kuliahku tak pernah menyepelekanku, apalagi ketika mereka tahu Aku salah seorang mendapat nilai tertinggi untuk subject Contemporary Issues In Ushuluddin, berita ini dibocorkan oleh dosen yang bersangkutan sebelum lagi kami dapat melihat Result kami seperti yang telah ditentukan A&amp;amp;R. Diantara kawan ku itu ada yang sekelas lagi denganku semester ini, dan selalu mengajak aku untuk berdiskusi, dia mengangapku pinter, walaupun aku kurang percaya dengan concept antara PINTER DAN TAK PINTER. Didalam hidupku hanya ada concepts : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#663300;"&gt;&lt;em&gt;SEMANGAT DAN TAK SEMANGAT,&lt;br /&gt;BERUSAHA DAN TAK BERUSAHA,&lt;br /&gt;BERDOA DAN TAK BERDOA,&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hanya konsep itu yang dapat merubah seseorang menjadi sukses setelah melalui fase-fase rumit yang mendorong dia untuk semangat, kemudian berusaha dan diiringi dengan Doa, karena usaha tanpa doa adalah minus! Bukan sia-sia! Kita adalah seorang hamba yang lemah, yang memerlukan pertolonganNya dan bantuanNya. Hamba yang Sangat Bodoh dibandingkan PengetahuanNya yang tak terbatas, All Knowledge and All known. Jangan sekali-sekali menganggap diri Anda jenius! Anggaplah bahwa kita banyak kekurangan sehingga mendorong kita untuk terus belajar dan menuntut ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, Episode kehidupanku di kampus Biru akan segera berakhir setelah melalui perjalanan panjang, perjuangan lama yang Insya Allah akan merdeka, kesusahan hidup disini, cobaan yang tak henti sehingga membuatku lebih tabah. Linangan Air mata dan kesedihan yang mendorongku terus maju sampai Aku benar-benar meraihkan kemerdekaan itu. Sampai impianku untuk membahagiakan mereka (Ibu, Ayah, Suami, Anak-anak, Adik, Kakak dan Abang) benar-benar nyata… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#663300;"&gt;Ingin rasanya suatu saat nanti aku jadikan episode kehidupanku dikampus biru menjadi sebuah Memorandum untuk Anak cucu kami, Insya Allah! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-5293248370569159694?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/5293248370569159694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/yang-ke-dua-lima-dan-ke-enam.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5293248370569159694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5293248370569159694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/yang-ke-dua-lima-dan-ke-enam.html' title='YANG KE DUA LIMA DAN KE ENAM'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/Si25hSSX0wI/AAAAAAAAAFY/irSGCGGMYwk/s72-c/1_781802802l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-112675138424688378</id><published>2009-06-09T09:07:00.004+08:00</published><updated>2009-06-09T09:47:36.210+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Knowledge'/><title type='text'>TERUSLAH BELAJAR</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pusing-Pusing…&lt;br /&gt;Suami kesal dan tak suka melihat sikap saya yang cepat emosi, cerewet, mengeluh bahkan negative thinking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing-pusing...&lt;br /&gt;Anak-Anak, tak mahu dekat dengan saya (Umma mereka) karena saya terkadang suka maksa agar mereka mahu dekat dengan saya setelah beberapa bulan saya tinggalkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusing-Pusing…&lt;br /&gt;Bapak Dean terhormat Salahkan saya karena menyuruh saya mengambil satu mata kuliah pada semester satu sehingga membuat saya tertunda untuk menyelesaikan kuliah dengan cepat. Hal ini disebabkan saya tak hadir pada Briefing &lt;em&gt;for final semester student&lt;/em&gt; dan tak pun &lt;em&gt;fill up the form&lt;/em&gt; sebagaimana yang diperintahkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia tuding-tuding saya : “&lt;em&gt;You against the rule!”, “Who did create the problems?”, “So, what is your business to see me?”&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Haaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah realita kehidupan, yang sering membuat kita pusing atau bahkan stress. Kita stress bukan karena &lt;em&gt;external factor only,&lt;/em&gt; tetapi terkadang sikap dan sifat jelek kita &lt;em&gt;lah&lt;/em&gt; membuat kita pusing menghadapi suasana kehidupan yang tidak kita sukai, sehingga membuat diri kita tertekan dan tak tahu solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, belajar dan membaca adalah solusinya yang efektif agar kita dapat merubah segalanya. Saya sendiri tak henti belajar dan membaca bagaimana caranya sikap dan sifat jelek kita dapat berubah menjadi baik sehingga disukai oleh orang-orang disekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Suami saya kesal terhadap sikap jelek saya yang cepat emosi, cerewet terhadapnya dan anak-anak, suka ceramah tak tentu pasal, mengeluh atau bahkan sampai tahap negative thinking terhadap saudara dan orang lain, kemudian saya belajar lagi dan membaca untuk menutupi segala kekurangan. Saya mencari buku tentang Psikologi keluarga dan bagaimana hubungan suami-istri akan terus harmonis. Saya pun berusaha lagi agar membuat suami bahagía hidup bersama saya. Dan hal ini terbukti, ketika pulang kampung liburan semester lalu, suami banyak memuji saya. Katanya saya rajin, tak cerewet, tak perintah-perintah pun, tak mengeluh, tak negative thinking sehingga perubahan positif ini membuatnya bahagia. Dan rumah tangga kami pun kembali harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, saya juga belajar lagi agar kehadiran saya diterima anak-anak sepenuh hati. Yah, begitulah akibatnya kalau Ibu dan anak selalu berpisah dan hanya pulang sekala-sekali, jadinya anak-anak saya kurang dekat sama saya sehingga membuat saya kesal, apalagi ketika salah satu mereka sakit. Seperti Kata Ula : “Mi Waaaa, Cakit kali sasar (cacar )kakak”. Atau : ” Mi wa, tidur sini sama kakak ”. Padahal saya ada disampingnya, tapi seperti tak dianggap. Kadang-kadang melihat sikap mereka begitu menyakitkan hati saya. Dan, akhirnya saya pun Belajar lagi. Belajar untuk menerima sementara, toh nantinya saya akan memenangkan hati mereka. Saya belajar lagi bagaimana menjadi Ibu yang baik, Ibu yang disayangi oleh anak-anaknya, Ibu yang menjadikan dirinya seperti teman kepada anaknya, Ibu yang mengerti diri anaknya, Ibu yang menjadikan anak-anaknya yang bertakwa, berbakti pada orang tua dan agama. Semua ini tak luput dari usaha belajar dan membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi yang membuat saya Sangat-sangat pusing bahkan putus asa ketika bapak Dean terhormat tak mendengar keluhan-keluhan saya apabila menyelesaikan kuliah pada semester satu yaitu semester depan yang hanya diharuskan mengambil satu mata kuliah. Memang saya akui, hal ini dilatarbelakangi kesalahan saya yang cuai, ceroboh dan terlalu menganggap kecil hal-hal yang penting. Waktu itu saya tak hadir pada briefing untuk Pelajar-pelajar yang mempunyai satu semester lagi. Tapi yang lebih hebatnya, saya pun tak menanyakan hal-hal yang penting pada&lt;em&gt; classmate&lt;/em&gt; yang menghadiri briefing yang diadakan awal semester kemarin.&lt;br /&gt;Namun saat semester lalu hampir berakhir, saya baru menanyakanya padanya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Farha, how’s the briefing?” Tanya Saya.&lt;br /&gt;“Which briefing do you mean?” Dia pun sudah lupa&lt;br /&gt;“The briefing for final Sem or final year student. What was about? I didn’t attend it” Kata saya lagi.&lt;br /&gt;“Oo, we must fill up the form and write down any subjects that will not offer for short semester which are taken as independent study. But, it is late. You are too late, raudah”. Katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mati Aku…Pasti jadi masalah” saya berguman dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pergi menjumpai Kak Ida (Staff Dept Ushuluddin), Bro Asri (Dean staff), dan terakhir Dean. Seraaaamm…..beliau marah-marah karena Saya yang salah. Tapi tak ada kah maaf untuk saya? Besar sangatkah salah saya, sehingga selesanya kuliah saya tertunda ke semester satu yang akan datang? Tak tahu kah dia, anak-anak saya masih kecil? Tak mengerti kah betapa susahnya hidup saya disini? AArrghhh! Selanjutnya Saya menangis didalam toilet yang waktu itu kebetulan kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, usaha saya tak terhenti. Aku belajar lagi memperbaiki kesalahan yang lalu. Saya terus memperjuangkan agar saya dapat menyelesaikan kuliah pada semester tiga (sem Ini). Dan setelah melalui fase-fase yang panjang serta melelahkan bahkan hampir putus asa, saya bisa mengambil dua mata kuliah pada semester ini. Terakhir, nama dan diri saya jadi familiar bak selebriti dikalangan Staff IRK, department comparative religion&amp;amp;Usuluddin, terkenal karena kecerobohan, Hehehe. Dan sekarang, saya menjadi orang yang sangat memperhatikan hal-hal yang dulunya tak saya anggap penting. Saya tak ingin kecewa lagi, sehingga membuat diri saya sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari semua itu, maka fase-fase pembelajaran tak akan berhenti. Walaupun Ijazah Doctor mungkin telah kita dapatkan, Namun masih ada saja yang kurang dan harus diperbaiki. Maka, jangan sungkan-sungkan untuk terus belajar baik formal maupun non-formal. Belajar - Membaca - Amalkan –Berdoa adalah kunci untuk membuat diri kita sukses dan disenangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAAT! &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-112675138424688378?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/112675138424688378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/teruslah-belajar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/112675138424688378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/112675138424688378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/teruslah-belajar.html' title='TERUSLAH BELAJAR'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-9153570294204191929</id><published>2009-06-08T10:30:00.007+08:00</published><updated>2009-06-08T11:04:37.610+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration Stories'/><title type='text'>OVER DOSIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Over Dosis! Semalam Aku over dosis...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gara-gara over dosis, aku tak bisa tidur, mata tak bisa tetutup. Haaaaaaa...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gara-gara over dosisss...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tapi jangan salah, bukannya over dosis karena &lt;em&gt;nyabu, hehe....&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ceritanya panjang, tapi disingkat aja &lt;em&gt;Deh.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Belum datang malam lagi, Aku sudah berniat ingin &lt;em&gt;stay up&lt;/em&gt; untuk menyelesaikan tugas-tugas yang &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt; kelar-kelar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Dan Ketika malam menjelang, Kusiapkan jurus-jurus agar mata tetap &lt;em&gt;melek &lt;/em&gt;sehingga Aku bisa menyelesakain tugas-tugas yang membuatku &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt;! Diantara jurus-jurus itu :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyediakan Minuman Panas, Dan Nescafe sangat ampuh untuk membuat mata tetap Melek.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah 4 jam mengetik or buat tugas, aku &lt;em&gt;refresh &lt;/em&gt;dengan membaca koran yang kupinjam dari &lt;em&gt;Roomate. &lt;/em&gt;Dan satu cerita membuatku tertarik, bahwa P.Ramlee seorang Actor classic yang sangat terkenal itu berasal dari ACEH. Nama aslinya adalah Teuku Zakaria Bin Teuku Nyak Puteh. Awalnya aku sudah dengar tentang itu, tapi tak pernah baca langsung bibliographynya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengerak-gerakkan tubuh, agar &lt;em&gt;stress&lt;/em&gt;-ku hilang&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah aku lakukan jurus-jurus tadi, aku kembali menghadap monitor, berniat ingin menuntaskan tugas-tugas. Setelah sampai ke bagian yang membuatku pusing, bahkan akhirnya membuatku &lt;em&gt;no intention &lt;/em&gt;untuk melanjutkan tugas itu. Akhirnya Aku memutuskan untuk tidur saja setelah mengerjakan Sholat Isya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Badan sudah diatas dipan yang selalunya membuatku tewas melayang-layang ke alam dibawah sadar ketika beberapa saat diatas dipan yang lumayan empuk. Tapi kali ini lain, mata masih saja melek. Semua cara telah aku lakukan, bahkan sudah balik kanan, balik kiri, tapi masih saja tak mahu pejam. Akhirnya Aku menghayal, menghayal bertapa bahagianya apabila kelak studi ku disini selesai...Berangan, Indahnya Istana mungil kami yang baru dibangun apabila ditanam-tanami bunga-bunga. Becita-cita ingin memasak sayur dengan hasil tanaman sendiri untuk anak-anak dan suamiku kelak. Yang jelas, ntah udah kemana-mana hayalanku, sehingga membuatku tewas pada jam 2 pagi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ngengggggggg..."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Plok". Argh! Rupanya banyak nyamuk, aku terbangun lagi. Kemudian berusaha untuk menyambungkan mimpi-mimpiku. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;"Ngengggggg...."&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Aaarrrgghhhhhhh...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kenapa banyak sekali nyamuknya? Pasti si Roomate tadi lama nutup jendela. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk menyempotnya dengan "VAPE", dan kemudian kubuka kipas dengan nomor lima. Aku pun berlalu ke toilet untuk mencuci tangan.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, aku ingin kembali tidur, tapi ternyata tak bisa. Akhirnya aku sadar, kenapa aku lama tertidur disebabkan Membuat Nescafe dengan dosis satu setengah sachet, karena tadi ada setengah sachet yang belum habis, jadi aku pikir lebih baik dihabiskan dari pada mengeras dan tidak bisa diminum lagi, &lt;em&gt;kan&lt;/em&gt; mubazir!&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hingga ketika jarum jam menunjukkan pukul 3 pagi, aku masih memikirkan bagaimana caranya bisa terlelap agar aku bisa bangun subuh cepat dan badan tetap fit ketika pergi ke kelas....&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akh, Nescafe..Nescafe...&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memang banyak tak bagusnya minum kopi, sekarang rambut ku rontok tiga kali ganda sebelumnya, tapi gimana yah? Nescafenya ada 15 Sachet lagi. Hemmm.....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-9153570294204191929?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/9153570294204191929/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/over-dosis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/9153570294204191929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/9153570294204191929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/over-dosis.html' title='OVER DOSIS'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-6738180799254154495</id><published>2009-06-08T09:38:00.007+08:00</published><updated>2009-06-08T10:29:33.981+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausiyah'/><title type='text'>Muliakan Tamu Anda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Memuliakan tamu adalah perbuatan yang sangat mulia, dan tentunya perbuatan mulia ini dilatarbelakangi oleh sunnah Rasulullah. Kemudian, Rasul pun menjelaskannya dibarengi beberapa hadis Shahih, salah satunya :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;Rasulullah saw bersabda ''barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah an hari akhir makanhendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik-baik saja atau hendaklah ia diam''.( riwayat bukhari dan muslim). &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Memuliakan tamu bukan berarti harus menyuguhi hidangan yang enak-enak dan banyak, tetapi cukup semampunya dan seikhlasnya. Terkadang, seorang Muslim pun enggan menyuguhi air putih untuk tamunya disebabkan malas, atau mungkin tidak memperdulikan hal-hal tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Dulu ketika Saya masih kecil, saya dan saudara-saudara sering mengeluh dan kesal kalau datang sanak saudara dari jauh yang pastinya menginap dirumah kami. Pasalnya, Ibu saya tercinta pasti memerintahkan kami tidur dikamar belakang. Dan tentunya tamu atau saudara saya tidur dikamar tengah (Kamar Kami). Apalagi melihat Ibu yang repot-repot masak dengan berbagai menu, padahal biasanya cuma masak paling banyak tiga macam masakan. Maka mahu tidak mahu kami harus ikut serta untuk membantu Ibu. Dan terakhir saya baru tahu, Kalau Ibu ingin memuliakan tamu-tamu yang datang ke Rumah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Saya banyak belajar dari seorang kawan tentang memuliakan tamu yang masih menuntut Ilmu di UIA. kalau melihat cara dia memuliakan tamu atau kawan-kawan yang datang ke kamarnya, &lt;em&gt;Subhanallah!&lt;/em&gt; Memang luar biasa, saya pun mungkin tak sanggup seperti itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Ketika saya beberapa kali terlambat sampai UIA disebabkan Flight dari B.Aceh-KL memang jadwalnya Siang atau sore, dan saya pun gagal check in kamar yang tentunya tak bisa masuk ke kamar dikarenakan college Office yang salah satu fungsinya tempat penyimpanan kunci kamar ketika para pelajar berlibur atau pulang kampung tutup pada jam lima sore. Bagaimana pun saya harus mengambil kunci keesokan harinya dan terpaksa menginap dikamar kawan tersebut yang kamarnya disebelah blok kamar saya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Melihat bagaimana dia melayani saya sebagai tamu terhormat memang menakjubkan, diantaranya dia menyuguhkan saya minuman panas seperti milo dan teh, mengeluarkan makanan apa pun yang dia punya seperti buah dan biskuit, menyediakan Handuk (tapi saya tolak karena merasa terlalu menyusahkan). Ketika menjelang malam pun dia mempersilahkan saya tidur diatas kasur, sedangkan dia tidur dibawah. Padahal sebenarnya saya pun merasa sangat tidak enak, terlalu menyusahkan orang lain. Maka, saya menolak habis-habisan untuk tidur diatas, dan ingin tidur dibawah saja. Akan tetapi apa mahu dikata, memang dia maunya seperti itu dengan alasan agar dia mudah terbangun.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Bukan sekali atau dua kali saya menginap dikamarnya, rasanya sangat sering. Apalagi kalau libur pendek (Libur sehari atau du hari) yang biasanya pelajar lokal pulang ke rumah masing-masing, maka kamarnya pun tempat persinggahan pertama, karena saya takut tinggal dikamar, yang pada saat-saat itu Blok asrama kosong, kecuali jika terdapat beberapa pelajar Asing. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;Alhamdulillah!&lt;/em&gt; Sekarang pun saya berusaha untuk melayani tamu sebaik mungkin setelah belajar banyak dari Dia dan tentunya &lt;em&gt;follow the Sunnah of Prophet&lt;/em&gt;. Jika saya tak ada stok makanana atau snek dikamar, saya menyugugi Air putih (Cuma itu adanya). Atau ketika Kawan-kawan datang main ke kamar (Sering nginap) saya mempersilahkan mereka tidur diatas yang kebetulan saya pun ada kasur lipat. Menyediakan Handuk untuk mereka atau meminjamkan baju untuk tidur jika mereka tak membawanya.&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-6738180799254154495?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/6738180799254154495/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/memuliakan-tamu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6738180799254154495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6738180799254154495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/memuliakan-tamu.html' title='Muliakan Tamu Anda'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3297204187754921416</id><published>2009-06-06T10:16:00.006+08:00</published><updated>2009-06-06T11:52:31.201+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Life Style'/><title type='text'>Exercise For Busy And Lazy People</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Dibawah ini ada beberapa tips untuk para wanita atau lelaki karir yang memang sibuk dengan rutinitas sehari-hari, tapi bagaimana dengan orang yang tidak sibuk tapi malas (Kayak Saya)? Saya rasa bisa juga dicoba, mudah-mudahan dengan mengamalkannya, badan bertambah fit dan mungkin bisa menurunkan berat badan kali yah?hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips-tipsnya adalah :&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mencuci baju dengan tangan (Ada yang mau?saya pun nggak mau).&lt;br /&gt;Cuci bajumu sendiri, agar tubuh bergerak dan kalori pun terbakar didalam tubuh. Biasanya kalau dirumah saya pun mencucinya dengan mesin, tapi selama tinggal di Asrama bisa dihitung dengan jari berapa kali cuci dengan menggunakan mesin (Sampai sekarang 3 kali).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kerjai pekerjaan rumah tanpa pembantu.&lt;br /&gt;Tips Nomor dua ini sebenarnya juga sangat ampuh untuk membakar kalori dalam tubuh, dan membuat tubuh fit. Pekerjaan rumah yang bagus dikerjakan seperti menyapu, mengepel (Menggunakan kain), memasak dan lain-lain.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berkebun (Cita-cita saya)&lt;br /&gt;Berkebun juga sebagai salah satu cara untuk membuat badan fit dan membakar kalori, apalagi kalau mencangkul tanah (Kalau nggak tanam nggak usah cangkul). Berkebun dipagi hari ketika tanam-tanaman masih segar dengan mandian embun, bunga-bunga berwarna-warni, ditambah dengan buah-buahan yang hampir bisa dipanen, waw! indah bukan?! Bukan hanya membuat badan fit dan sehat, tapi pikiran pun menjadi fresh.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Naik Turun Tangga&lt;br /&gt;Kebanyakan kita malas naik atau turun tangga, pasti selalu menggunakan lift atau escalator. Sebenarnya aktifitas ini juga sangat membantu untuk membuat badan sehat, membakar kalori serta menurunkan berat badan. Bagaimana kalau naiknya sampai level lima? Bisa aja tuh! Saya pun selalu menghindarkan naik turun menggunakan lift dikampus. Bahkan terkadang kalau badan merasa berat ketika makan kekenyangan, saya akan naik-turun tangga sampai ke tingkat lima sebanyak empat sampai lima kali.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Minimalkan menggunakan kenderaan&lt;br /&gt;Lah masak pergi ke warung yang Cuma 500 meter aja naik motor? Nah, sekali-sekali coba berjalan kaki, selain membuat kita sehat dan juga hemat minyak. Atau ketika kita menggunakan kenderaan pergi ke suatu tempat, hindari parkir kenderaan berdekatan dengan tempat yang dituju (tapi kebanyakan orang kalau bisa parkirnya depan pintu toko). Berjalan sedikit pun sangat berarti bagi tubuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara coba dulu tips-tips ini, nanti saya akan berbagi tips-tips lainnya untuk kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Kawan-kawan, ada tips lain &lt;em&gt;nggak&lt;/em&gt;? Mungkin bisa melengkapi tips diatas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3297204187754921416?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3297204187754921416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/exercise-for-busy-and-lazy-people.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3297204187754921416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3297204187754921416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/exercise-for-busy-and-lazy-people.html' title='Exercise For Busy And Lazy People'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3093618582475578435</id><published>2009-06-06T10:01:00.005+08:00</published><updated>2009-06-08T11:22:07.947+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Enaknya Ikan Tok-Tok</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pernah nyoba’ buat Ikan Tok-tok? Atau pernah nyicipnya? Sebenarnya ini bukanlah sebuah resep baru, tentu sudah ramai yang coba. Ikan apa saja bisa dibuat Ikan Tok-tok, tapi lebih enak Ikan Kembung, Ikan Sarden (Gergak), dan Ikan Biji nangka. dinamakan Ikan tok-tok karena masakan ini dibuat dengan cara ditumbuk atau diketuk menggunakan penggiling bumbu, cobean atau penumbuk bumbu. Nah, ini dia resepnya, dicoba yah?! Mudah aja &lt;em&gt;koq.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Ekor Ikan Kembung. Lumuri garam dan air jeruk nipis, kemudian goreng (Jangan terlalu kering)&lt;br /&gt;3 Buah cabe merah (Kalau mau pedas tambah lagi)&lt;br /&gt;2 Siung bawang merah&lt;br /&gt;1 Siung bawang putih &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2cm Jahe&lt;br /&gt;Garam secukupnya&lt;br /&gt;Air jeruk nipis secukupnya &lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Caranya:&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Buang tulang dan kepala ikan, ambil isinya saja (suwir-suwir)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masukkan cabai, bawang putih dan bawang merah, Jahe yang sudah dicuci ke dalam cobean atau tumbukan bumbu. Tumbuk semua bumbu dan masukkan garam. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masukan ikan kedalam bumbu yang setengah halus. Dan tumbuk sebentar agar bumbu meresap ke daging ikan.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masukkan air jeruk nipis, dan aduk-aduk dengan sendok.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pindahkan semua bahan-bahan ke dalam piring. Siap dihidangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;- Ikan sisa kemarin juga bisa dibuat Ikan Tok-tok&lt;br /&gt;- Bumbu untuk ikan tidak usah ditumbuk terlalu halus. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Salam Hangat,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Raudah's property&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3093618582475578435?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3093618582475578435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/enaknya-ikan-tok-tok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3093618582475578435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3093618582475578435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/06/enaknya-ikan-tok-tok.html' title='Enaknya Ikan Tok-Tok'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-2678507944259228184</id><published>2009-05-28T10:10:00.009+08:00</published><updated>2009-05-30T13:52:23.624+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Tom Yam Ayam Ala Chief Nadya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDEfo4DI0I/AAAAAAAAADo/8fpBZ25t7DA/s1600-h/tomyumm.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341485205888901954" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 263px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDEfo4DI0I/AAAAAAAAADo/8fpBZ25t7DA/s400/tomyumm.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Rasa Tom yam memang enak, masam-masam pedas, dan terasa segar. Masakan satu ini paling digemari banyak orang. Biasanya mahasiswa Indonesia yang baru sampai di Malaysia, langsung bisa beradaptasi dengan makanan ini dibandingkan dengan masakan yang berkari. Tapi jangan salah, masakan yang satu ini bukan berasal dari Malaysia, tapi dari Negeri Gajah putih (Red, Thailand) yang terkenal dengan masakan yang enak-enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kali ini Saya Bocorkan resep spesialnya Nadya (Adik), resep dari dia berbeda dengan tom yam lain yang biasanya pakai bumbu instant. Maka siapa saja yang masak Tom yam berdasarkan resepnya selalu mendapat pujian, termasuk saya dan kakak,hehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;300gr Daging Ayam, bersihkan dan rebus sebentar (Untuk mengurangi kandungan kolestrolnya) potong dadu&lt;br /&gt;1 siung bawang Bombay, iriskan&lt;br /&gt;4 Buah Cabe Rawit atau sesuai selera, Ketuk&lt;br /&gt;1 Buah tomat, dibelah&lt;br /&gt;4 Batang Serai, memarkan&lt;br /&gt;5 Lembar daun jeruk purut, Belah dua&lt;br /&gt;3 Buah jeruk nipis, ambil airnya&lt;br /&gt;Garam secukupnya&lt;br /&gt;100gr Jamur kancing, Belah dua&lt;br /&gt;1 Buah wortel, Potong-potong&lt;br /&gt;800ml Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang dihaluskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Siung bawang merah&lt;br /&gt;3 Buah cabe merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Tumis bawang Bombay sampai harum, masukkan bumbu yang dihaluskan berserta serai.&lt;br /&gt;Ø Kemudian masukkan Air, daun jeruk, Ayam dan wortel.&lt;br /&gt;Ø Setelah Wortel hampir matang, masukkan jamur, cabe rawit, Tomat dan air jeruk nipis&lt;br /&gt;Ø Siap dihidangkan setelah jamur sudah matang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika ingin Kuah tomyam lebih banyak maka disesuaikan juga banyak Serai, daun jeruk dan air jeruknya. Karena kunci enaknya tomyam jika aroma serai dan rasa asamnya pas.&lt;br /&gt;- Jika tak suka ayam, Anda bisa menggantikannya dengan Udang dan Cumi-cumi. Daging sapi juga bisa dimasak tomyam. Sayur bunga kol pun bisa sebagai campurannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto artifisial : &lt;a href="http://syerahomar.fotopages.com/?entry=1134178"&gt;http://syerahomar.fotopages.com/?entry=1134178&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-2678507944259228184?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/2678507944259228184/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tom-yam-ayam-ala-nadya-rasa-tom-yam.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2678507944259228184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/2678507944259228184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tom-yam-ayam-ala-nadya-rasa-tom-yam.html' title='Tom Yam Ayam Ala Chief Nadya'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDEfo4DI0I/AAAAAAAAADo/8fpBZ25t7DA/s72-c/tomyumm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-5557501580397492139</id><published>2009-05-28T10:08:00.005+08:00</published><updated>2009-05-30T13:41:58.990+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Masak Tiga Rasa Resep Chief Azian</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFLbjU5KI/AAAAAAAAADw/xMrEm0noVx8/s1600-h/ikan-tiga-rasa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341485958226568354" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFLbjU5KI/AAAAAAAAADw/xMrEm0noVx8/s400/ikan-tiga-rasa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kali ini Saya ingin berbagi resep spesial masakan tiga rasa (Asam, pedas dan manis). Resep ini berdasarkan masakan Kakak Ipar (Malaysian) yang jago masak, hehe..&lt;br /&gt;Dan Resep Tiga Rasa Darinya Sudah saya buktikan didapur Chief Azian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Ekor ikan Kakap (Ikan bawal pun bisa), bersihkan dan sayap dagingnya tanpa dipotong.&lt;br /&gt;Nenas kalengan (banyaknya sesuai selera), tanpa air.&lt;br /&gt;3 siung bawang merah, iriskan&lt;br /&gt;2 siung bawang putih, iriskan&lt;br /&gt;2 Buah cabe, Dibelah dua&lt;br /&gt;Sedikit jahe, diiris&lt;br /&gt;1 sdm puri tomat (kalau suka pedas bisa tambah)&lt;br /&gt;1 sdm minyak wijen&lt;br /&gt;Saus tomat botol (Sesuai selera)&lt;br /&gt;Saus cabe botol (Sesuai selera)&lt;br /&gt;kecap Manis (Sesuai selera)&lt;br /&gt;Garam secukupnya&lt;br /&gt;2 sdm tepung jagung, tidak dicampur air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Lumurkan Ikan yang telah dibersihkan dengan tepung jagung, kemudian goreng dalam Kuali yang berisi minyak panas.&lt;br /&gt;Ø (Kuali lain) Tumis bawang putih dan bawang merah sehingga harum. Kemudian masukkan puri tomat, jahe, saus cabe, saus tomat tomat, kecap manis serta minyak wijen.&lt;br /&gt;Ø Tambahkan sedikit air dan aduk.&lt;br /&gt;Ø Setelah mendidih, masuk kan ikan dan nenas&lt;br /&gt;Ø Masukkan cabe dan Aduk.&lt;br /&gt;Ø Ikan siakap Siap dihidangkan setelah masak. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Foto Artifisial : &lt;a href="http://shw.ahmadfaizal.fotopages.com/2936030/ikan-tiga-rasa.html"&gt;http://shw.ahmadfaizal.fotopages.com/2936030/ikan-tiga-rasa.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-5557501580397492139?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/5557501580397492139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/masak-tiga-rasa-ala-chief-azian.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5557501580397492139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5557501580397492139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/masak-tiga-rasa-ala-chief-azian.html' title='Masak Tiga Rasa Resep Chief Azian'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFLbjU5KI/AAAAAAAAADw/xMrEm0noVx8/s72-c/ikan-tiga-rasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-4625093763714257352</id><published>2009-05-28T10:07:00.006+08:00</published><updated>2009-05-30T13:41:33.419+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Resep Bumbu Soto Pribadi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFjHgDnPI/AAAAAAAAAD4/yqB5bRNJiQI/s1600-h/soto.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341486365161004274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFjHgDnPI/AAAAAAAAAD4/yqB5bRNJiQI/s400/soto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Diindonesia terdapat berbagai macam Soto. Dari soto betawi, pekalongan, makasar dan soto medan. Bagi Saya soto Medan paling enak, apalagi soto yang dijual diwarung emperan Medan Plaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan ini, Saya ingin berbagi resep soto bumbu racikkan Saya, yang salah satu menú istimewa keluarga kami. Suami adalah penggemar berat soto buatan saya. Shuuttt!!! Bisa-bisa beliau nambah sampai dua kali!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;300gr Isi Ayam, bersihkan dan rebus (mengurangi kadar kolestrol)&lt;br /&gt;Tauge (sesuai selera)&lt;br /&gt;2 Buah kentang. Bersihkan, iris tipis, dan goreng (kayak keripik kentang)&lt;br /&gt;100ml santan kental&lt;br /&gt;800ml santan cair&lt;br /&gt;1 batang serai, memarkan&lt;br /&gt;1 lembar daun salam&lt;br /&gt;2 Siung bawang merah, iris tipis (Buat bawang goreng)&lt;br /&gt;2 siung bawang merah, iris tipis&lt;br /&gt;1 Siung bawang putih, iris&lt;br /&gt;Minyak goreng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan yang dihaluskan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Siung bawang merah&lt;br /&gt;2 siung bawang putih&lt;br /&gt;2 Buah cabe rawit (Sesuai selera)&lt;br /&gt;3 cm kunyit&lt;br /&gt;1/2sdm ketumbar&lt;br /&gt;1buah kemiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan pelengkap:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerupuk&lt;br /&gt;Kecap Asin&lt;br /&gt;Air jeruk nipis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Panaskan minyak dikuali, goreng Ayam yang telah dibubuhkan garam dan jeruk nipis. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Setelah masak suwir-suwir ayam tadi &lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Kemudian panas sedikit minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;4.Masukkan Bumbu yang telah dihaluskan, serai dan daun salam. Aduk-aduk dan tunggu sekitar 5 menit. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Masukkan santan cair .Setelah mendidih, masukkan Suwiran ayam tadi &lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Kemudian masuk santan kental berserta Tauge. Tunggu beberapa menit sambil diaduk-aduk. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Sediakan Mangkuk, Masuk soto yang telah masak. Kemudian masukkan kentang goreng dan bawang goreng. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Jika suka tambahkan air jeruk nipis dan kecap kedalamnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;- Biasanya Soto Dimakan dengan Nasi dan Perkedel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto Artifisial : &lt;a href="http://detik.food.com/"&gt;http://detik.food.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-4625093763714257352?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/4625093763714257352/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/soto-enak-bumbu-racikkan-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4625093763714257352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4625093763714257352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/soto-enak-bumbu-racikkan-aku.html' title='Resep Bumbu Soto Pribadi'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDFjHgDnPI/AAAAAAAAAD4/yqB5bRNJiQI/s72-c/soto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-8582166149103839505</id><published>2009-05-28T10:04:00.005+08:00</published><updated>2009-05-30T13:55:28.360+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>Sup Makaroni kesukaan Si Buah Hati</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDKR3_X0QI/AAAAAAAAAEQ/oh1vYHZh6XY/s1600-h/SupMakaroni-2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5341491566497747202" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 238px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDKR3_X0QI/AAAAAAAAAEQ/oh1vYHZh6XY/s320/SupMakaroni-2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDHv-w0EgI/AAAAAAAAAEA/IgHZ8lCtz2k/s1600-h/SupMakaroni-2.jpg"&gt;&lt;/a&gt;Bagi Saya, Makaroni dan jenis spaghetti lainnya adalah makanan sehat, dibandingkkan Mie lainnya seperti Mie kuning. Selain proses pembuatannya yang bersih, kualitas dan gizinya, juga kandungan pada Makaroni dan spaghetti tidak macam seperti zat kimia formalin dan pewarna berbahaya bagi kesehatan. Maka, Jenis Mie pilihan saya adalah Spaghetti dan Makaroni yang punya bentuk macam-macam seperti siput, spiral dan ada juga yang berwarna warni(Tapi aku tidak suka). Namun Mihun tetap diurutan nomor satu, karena harga Mie ini sangat terjangkau diIndonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sup makaroni adalah kegemaran Anak-anak. Mau tau resepnya? Sangat mudah… Ayo kita coba!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;150gr Makaroni (Suka hati mau bentuk apa), direbus dengan sedikit garam (Biar tidak lengket) dan tiriskan&lt;br /&gt;1 Buah wortel, potong dadu kecil&lt;br /&gt;Sedikit Bunga Kol, potong-potong kuntumnya&lt;br /&gt;50gr Ayam (Direbus) dan potong dadu&lt;br /&gt;2 Siung bawang merah, memarkan&lt;br /&gt;3 Siung bawang putih, memarkan&lt;br /&gt;Merica bubuk (sesuai selera)&lt;br /&gt;2 batang daun sop, iris bulat&lt;br /&gt;1 batang daun bawang prai, Iris bulat&lt;br /&gt;½ Buah tomat, diiris&lt;br /&gt;1 keping bunga lawang&lt;br /&gt;1 Buah cengkih&lt;br /&gt;Garam secukupnya&lt;br /&gt;1 sdm Minyak Zaitun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ø Panaskan Minyak zaitun, masukkan bawang merah dan bawang putih. Tumis sampai harum.&lt;br /&gt;Ø Tambahkan sedikit air, masukkan cengkeh, bunga lawang, dan wortel. Aduk-aduk&lt;br /&gt;Ø Setelah mendidih, masukkan wortel, merica bubuk dan Ayam&lt;br /&gt;Ø Ketika wortel hampir masak, masukkan Bunga kol dan tambahkan garam&lt;br /&gt;Ø Sebelum matikan api, tambah Daun sop, daun bawang prai, tomat dan Makaroni&lt;br /&gt;Ø Tunggu 1 menit, dan makaroni siap dihidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;- Jika suka pedas bisa tambahkan cabe rawit yang diketuk.&lt;br /&gt;- Biasanya, Saya gunakan air rebusan ayam yang kedua untuk kaldunya, kalau air rebusan pertama digunakan untuk siram tanaman. Saya Sangat jarang menambah Penyedap pada masakan. Tapi jika kawan-kawan suka bisa menambahkannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Foto Artifisial: &lt;a href="http://hanieliza.fotopages.com/?entry=948674"&gt;http://hanieliza.fotopages.com/?entry=948674&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-8582166149103839505?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/8582166149103839505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/sup-makaroni-kesukaan-si-buah-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8582166149103839505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8582166149103839505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/sup-makaroni-kesukaan-si-buah-hati.html' title='Sup Makaroni kesukaan Si Buah Hati'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SiDKR3_X0QI/AAAAAAAAAEQ/oh1vYHZh6XY/s72-c/SupMakaroni-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3626107765459867062</id><published>2009-05-27T13:11:00.014+08:00</published><updated>2009-06-13T09:22:03.287+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Secret Recipes'/><title type='text'>'Tajin' Ala Teh Nia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ini resep pertama yang Saya &lt;em&gt;Post, &lt;/em&gt;alasannya karena ada request dari seorang kawan baik yang sudah Saya anggap sebagai kakak berdomisili di Australia. Menurut Teteh, blog Saya ada kurangnnya tanpa disisipi resep-resep, sebab kami adalah pencinta berbagai-bagai masakan daerah dan negara, dan hobby makan tentunya, hehe... &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Si Teteh (Bhs Sunda artinya Kakak) baru pulang dari Tunis mengunjungi keluarga Aa' Khamis, suami Teteh yang berkebangsaan Tunisia, berwarga negara Australia. Jadi, selama disana Teteh belajar masak masakan Tunisia dari sang mertua tercinta.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;Nah, dibawah ini adalah salah satu resep spesial dari Sang Kakak tercinta (Teteh) untuk Saya, jadi kita bisa coba &lt;em&gt;lah !&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;Bahan :&lt;br /&gt;1. 2 Buah Bawang putih&lt;br /&gt;2. 2 Buah Bawang Merah&lt;br /&gt;3. 2 Buah Kentang (Dipotong-potong dadu kecil)&lt;br /&gt;4. 1 Dada Ayam (Jangan dipotong)&lt;br /&gt;5. Kunyit 2 inci&lt;br /&gt;6. Ketumbar ½ sendok the&lt;br /&gt;7. Merica Bubuk dikit&lt;br /&gt;8. Garam secukupnya&lt;br /&gt;9. Cabe bubuk sesuai selera&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bahan Tambahan :&lt;br /&gt;1. 3 butir telur&lt;br /&gt;2. Keju parut sesuai selera&lt;br /&gt;3. Minyak masak untuk olesan loyang&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Caranya :&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tumis bawang merah dan bawang putih yang sudah diiris, tunggu sampai harum.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian masukkan kentang yang sudah dipotong beserta dada Ayam, dan tambahkan air dalam kuali.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Masukan kunyit, Ketumbar, Merica, cabe dan garam, lalu biarkan kuahnya kering sehingga masak.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kemudian suwir ayam agak besar, dan buang tulangnya. Kemudian, sisihkan.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kocok Telur, dan masukkan keju parut pada kocokan telur berserta kentang, ayam suwir dan sisa kuah yang berbumbu tadi, aduk sampai merata. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Olesin loyang dengan minyak, dan masukan semua bahan tadi ke dalam loyang.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;Dan terakhir, bakar dalam oven bersuhu sedang. &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Mencoba !!!&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;Pesan Teh Nia : Sebaiknya Kentang, ayam dan keju banyak karena menambah rasa enak. kentang bisa diganti bayam kalu suka, kunyit harus banyak karena ciri masakan ini dari kunyitnya..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3626107765459867062?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3626107765459867062/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/resep-spesial-masakan-tunis-ala-teh-nia.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3626107765459867062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3626107765459867062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/resep-spesial-masakan-tunis-ala-teh-nia.html' title='&apos;Tajin&apos; Ala Teh Nia'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3621226096990651429</id><published>2009-05-27T12:55:00.005+08:00</published><updated>2009-05-29T11:57:15.885+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita tentang Twin'/><title type='text'>Pengantar Tidur Untuk Si Buah Hati</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Biasanya ketika anak-anak menjelang tidur, Aku akan menyanyikan beberapa lagu dan sholawat untuk mereka diiringi doa tidur. Kadang-kadang kalau aku merasa lelah, aku lupa menyanyikan lagu itu, sehingga mereka pun lama terlelap. Namun jika aku mendedangkan lagu-lagu itu mereka tidur setelah berangan-angan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah beberapa Sholawat yang biasa aku dendangkan untuk si buah hati, kadang-kadang aku dan suami duet, apalagi ketika umur mereka menganjak tiga bulan, mereka susah tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Ya…Nabi salamun Alayk…&lt;br /&gt;Ya…Rasul salamun Alayk…&lt;br /&gt;Ya…Habiby salamun Alayk …&lt;br /&gt;Sholawatullahi Alayk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan Nada berbeda :&lt;br /&gt;Ya Nabi… salam alayka&lt;br /&gt;Ya Rasul…salam alayka&lt;br /&gt;Ya Habib…salam alayka&lt;br /&gt;Ya Najih…Salam alayka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasul salam Alayka&lt;br /&gt;Ya Habib Salam Alayka&lt;br /&gt;Ya Nabi salam Alayka&lt;br /&gt;Ya Allahu…Ya Karim…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(Lagu favorit by Amanda) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tidur…tidur…Mimpi indahlah&lt;br /&gt;Esok mentari kan datang menyambutmu&lt;br /&gt;Dengan senyum…&lt;br /&gt;Dengan cinta dan harapan&lt;br /&gt;Dengan tulus dan kesetiaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekap..erat…Jangan lepaskan…&lt;br /&gt;Biarkan malam lalu dengan tenang&lt;br /&gt;Bila waktu…&lt;br /&gt;Kan memisah jalan kita&lt;br /&gt;Cinta kan membuatmu bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bunga kasih sayang&lt;br /&gt;Kau bunga terindah…&lt;br /&gt;Yang selalu hadir disetiap mimpi tidur…&lt;br /&gt;Kau Bunga kasih sayang…&lt;br /&gt;Kau bunga terbaik…&lt;br /&gt;Yang pernah kumiliki seumur hidupku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tercipta…saling menjaga&lt;br /&gt;Saling mencinta…saling menyayang&lt;br /&gt;Karna hidup…&lt;br /&gt;Kan menjadi sesuatu yang indah untuk dikenang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bunga kasih sayang&lt;br /&gt;Kau bunga terindah…&lt;br /&gt;Yang selalu hadir disetiap mimpi tidur…&lt;br /&gt;Kau Bunga kasih sayang…&lt;br /&gt;Kau bunga terbaik…&lt;br /&gt;Yang pernah kumiliki seumur hidupku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidur…tidur…mimpi indahlah&lt;br /&gt;Esok mentari kan datang menyambutmu….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(By Opick) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Tidurlah…tidur… anakku sayang&lt;br /&gt;Hari kini telah larut malam…&lt;br /&gt;Mentari pun telah pulang&lt;br /&gt;Kembali ke peraduan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah lupa…panjatkan doa&lt;br /&gt;Mohon lindungan Ilahi&lt;br /&gt;Agar hidupmu..selamat selalu&lt;br /&gt;Didunia dan kelak nanti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah…tidur…duhai anakku&lt;br /&gt;Pejamkan matamu dalam damai…&lt;br /&gt;Umma dan Baba selalu disisimu..&lt;br /&gt;Teman lewati malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada harapan umma dan baba&lt;br /&gt;Jadilah anak yang sholeh&lt;br /&gt;Semoga doamu selamatkan kami&lt;br /&gt;Didunia…dan kelak nanti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidurlah…tidur…buah hatiku…&lt;br /&gt;Doaku bersertamu…..&lt;br /&gt;Bismika Allahuma wa bismika Amuut…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;(By Shella on 7, revised edition)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Hai Ula jangan takut, jangan bimbang&lt;br /&gt;Bila lampu kamar mula dipadamkan&lt;br /&gt;Sania…jangan takut jangan resah…&lt;br /&gt;Karena gelap itu menemani…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa esok kita ada janji&lt;br /&gt;Semakin cepat kita tidur&lt;br /&gt;Semakin kita bertemu kembali….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah sebelum kita tidur…&lt;br /&gt;Jangan lupa cuci kaki tanganmu&lt;br /&gt;Jangan lupa doakan umma juga baba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut akan gelap…&lt;br /&gt;Karna gelap menemani kita&lt;br /&gt;Dari kelelahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoalah sebelum kita tidur…&lt;br /&gt;Jangan lupa cuci kaki tanganmu&lt;br /&gt;Jangan lupa doakan umma juga baba…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(By Kerisdayanti n’ Anang, Revised edition) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Timang…timang..Anakku sayang&lt;br /&gt;Jangan menangis baba disini&lt;br /&gt;Timang…timang anakku sayang&lt;br /&gt;Jangan menangis Umma bernyanyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kelak engkau dewasa…&lt;br /&gt;Sayangi sodara…sayangi sesama dengan cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur lakumu…&lt;br /&gt;Jujur ucapmu…&lt;br /&gt;Menjalani hidup…&lt;br /&gt;Cantik jiwamu…&lt;br /&gt;Cantik parasmu…&lt;br /&gt;Kala kau tersenyum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kami besertamu…&lt;br /&gt;Temani dirimu, menjalani hidup..&lt;br /&gt;Oh…Anakku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui nadanya bisa download lagunya diinternet atau refer ke&lt;/span&gt; aku,hehe…&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3621226096990651429?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3621226096990651429/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/pengantar-tidur-untuk-si-buah-hati.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3621226096990651429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3621226096990651429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/pengantar-tidur-untuk-si-buah-hati.html' title='Pengantar Tidur Untuk Si Buah Hati'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3893336818317255705</id><published>2009-05-22T11:09:00.005+08:00</published><updated>2009-05-29T12:06:17.059+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Tips Meminimalkan kenakalan Anak 2</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tips2 sebelumnya bisa dicoba setelah mencoba tips2 dibawah ini : &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;kalau anak-anak kita bertengkar, katakan : “ Aduh, anak Mama cantik2 kok suka berantam yah? Berantam itu kan berdosa, nanti dimarah Allah!”. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau anak-anak melawan/ tak patuh : “ Astagfirullah! Masak kakak melawan/ga dengar Mama ngomong…apa kakak ga sayang sama mama?ga kawan yah sama mama?kalo kawan dengarlah Mama kasih tau…” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau Anak-anak merengek dan cengeng: “ Udah Mamanya capek-capek, Adik cengeng. Ya udah Mama pergi aja yah? Adek tinggal aja sendiri dirumah? Mau?” &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau anak-anak tidak sabar : “ Anak Mama baik dia…orangnya penyabar. Sabar yah nak kalau minta sesuatu? Pastilah Mama buatin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat!&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudah's property&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3893336818317255705?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3893336818317255705/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tips-meminimalkan-kenakalan-anak-2.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3893336818317255705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3893336818317255705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tips-meminimalkan-kenakalan-anak-2.html' title='Tips Meminimalkan kenakalan Anak 2'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-1245220882521501934</id><published>2009-05-21T09:07:00.011+08:00</published><updated>2009-05-29T12:07:49.123+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Knowledge'/><title type='text'>Syair-Syair dari Sang Pencinta</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Karangan: Rabi’ah Al-Adawiyah (Buku Tasawwuf, Prof. Rivay Siregar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;حبيى ليس يعد له حبيبى&lt;br /&gt;ولا لسواه فى قلبى&lt;br /&gt;نصيب حبيب غاب&lt;br /&gt;عن بصرى و شخص&lt;br /&gt;و لكـن فى فوأدى ما يغيب &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kekasihku, hanya Engkau yang kucintai,&lt;br /&gt;Pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu,&lt;br /&gt;Walau mata jasadku tak mampu melihat Engkau,&lt;br /&gt;Namun mata hatiku memandangmu selalu&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Rabi’ah Cinta Allah adalah cinta satu-satunya&lt;br /&gt;Sehingga dia tak bersedia membagi cintanya kepada lainnya, Rabi’ah berkata&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ان حبى الله لم بترك فى قلبى مكـانا لمحـبة ما سوى الله&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cintaku pada Allah telah menutup hatiku untuk mencintai selain Dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan sewaktu ditanya tentang cintanya pada Nabi Muhammad dia menjawab&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;انى و الله احبـه حـبا شديدا&lt;br /&gt;و لــكن حب الخالق شغلنى عن حب المخلوق&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya Aku sangat mencintai Rasulullah,&lt;br /&gt;Tetapi kecintaanku kepada Khaliq,&lt;br /&gt;Telah melupakanku untuk mencintai siapa saja selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ia memperjelaskan lagi makna Hubb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;استغرقى التفكرى الحبوب و الانصراف عن كـل ما عداه&lt;br /&gt;حتى يغض و كـراهة الاعداء&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Daku tenggelam dalam renung kekasih jiwa,&lt;br /&gt;Sirna segalanya selain Dia,&lt;br /&gt;Kerena kekasih, Sirna rasa benci dan murka&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menurut Rabi’ah pencinta yang sesungguhnya harus selalu berusaha mendekatkan diri kepada yang dicintai. Ia menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;انى جعلتـك فى فؤاد محدثى&lt;br /&gt;وابحث جسمى من اراد جلوسى&lt;br /&gt;فـالجسم منى الجليس مؤنس&lt;br /&gt;و حبيب قلبى فى فؤادى انس&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Dalam relung hatiku Engkau teman bincangku,&lt;br /&gt;Walau ragawi aku berbincang dengan sejawatku,&lt;br /&gt;Dengan mereka aku bersenda gurau selalu, &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;Namun yang mengisi relung kalbuku hanya Engkau.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-1245220882521501934?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/1245220882521501934/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/syair-syair-dari-sang-pencinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1245220882521501934'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1245220882521501934'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/syair-syair-dari-sang-pencinta.html' title='Syair-Syair dari Sang Pencinta'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3964228241011341197</id><published>2009-05-21T09:05:00.003+08:00</published><updated>2009-06-05T12:14:08.814+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Knowledge'/><title type='text'>The Life Of Sufis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This semester which is as my final semester I take two subjects, namely Arabic For Academic purposes and Issues In Tasawwuf. For me, studying of Issues in Tasawwuf is more interesting than Arabic For Academic purposes which learning about how to write articles, assignment, thesis and dissertation in Arabic, huh, this subject makes me too confused!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;However, I’m enjoy to study of Issues In Tasawwuf ‘s subject that telling about the history of Tasawwuf, the Life of Sufis, the concepts in Tasawwuf, the Muslim scholars who are expert in Tasawwuf’s field, the life of Sufis and others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One reason makes me want to know more by learning of Tasawwuf is about the Life of Sufi. This Sufi is not Prophet Muhammad, of course, the main Sufi as the role model of Sufi is Prophet Muhammad (Peace be upon Him). But, the term Tasawwuf its self was emerged after the prophetic period  and companions, it is called the Tabi’in period (100-200 Hijriah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Why the word Tasawwuf was emerged after the prophetic period? Because the life of Tasawwuf its self was existed at that period and after the period of caliphates. The life of Prophet and companions were Zuhud(Ascetic) and fulfilled simple life. They not only performed the obligation prayer and commands, but also followed the Sunnah of prophet as the commands of Allah. For instance, the life of Prophet is as Aesthetic legacy is referred to Sunnah of Prophet. The Aesthetic life was found in His life. He slept without pillow and on the usual mat that made by date leaves in order to make his self waken up early to perform tahajjud prayer. Then, when poor people came to his house, he gave one of three dates, and two more for his self and his wife.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We back to the point of Tabi’in period. Hasan Al- Basri was the one who found the term of Tasawwuf. He was born in Madinah in the 21 Hijriah. His concepts of Tasawwuf are Al-Khawf means fear and Al-Raja’ means hope towards Allah. These two concepts were emerged because of his life. He used had feeling of fear (Al-Khawf) of Allah’s punishment because of his wrong doing. And this fear motivated his self to worship Allah as much as possible. Besides this big quantity, he made his Ibadah good quality like had full concentration when performing prayer until he cried in the process of Shalat. Then, from his fear, he hoped (Al-Raja’) Allah’s forgiveness of his transgression.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besides Hasan Al-Basri, Rabi’ah Al-Adawiyah was also the earlier Sufis at the period of Tabi’in. She was born in Bashra in the 185 Hijriah. And her important teaching is about Hubb Allah (Love of Allah). I think She was the first one who taugh this concept. This teaching was emerged because of Her sincere love to Allah. And this concept as the main factor to be Sufi people. The teaching of love of Rabi’ah was expressed to her syair or poems. According to me, these poems are very romantic. I will put on the special label…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, we should learn the life of Sufis, not have to be as Sufis, but at least we had tried to make our life as simple as possible like the Sufis. Learning the life of Sufis not because of left behind the material world, but we make this material world as the transportation to go through the eternal life as the final destination in order to get the absolute bliss in the hereafter, in the paradise… Wallahu ‘Alam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raudah’s property&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sources : From my self &amp;amp; Buku Tasawuf: Dari Sufism klasik ke Neo –Sufism by Prof. Rivay Siregar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3964228241011341197?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3964228241011341197/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/life-of-sufis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3964228241011341197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3964228241011341197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/life-of-sufis.html' title='The Life Of Sufis'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-1184148861601590047</id><published>2009-05-13T08:53:00.009+08:00</published><updated>2009-05-29T12:05:20.161+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration Stories'/><title type='text'>Episode Ngilu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah Haq. Maksudnya Benar dan pasti akan datang, dialami setiap orang dan bisa terjadi kapan saja, dimana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah manusia itu mengambil ikhtibar pada kematian? Tidakkah manusia itu berpikir bahwa hidup didunia ini Sangat singkat? Ingatkah Engkau kematian telah datang pada orang-orang yang Engkau sayangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku meninggal dunia ketika aku berumur sembilan belas tahun, waktu itu aku masih belajar languages diCelpad UIA. Beliau koma selama hampir sebulan dirumah sakit kerajaan Malaysia, Hospital Selayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menghidap kencing manis yang sudah parah. Sewaktu masih di Aceh, kaki Ibu terluka akibat bejolan bisul kecil. Kemudian luka itu bertambah besar. Awalnya kakak dan adikku menasehatinya agar mahu dibawa berobat ke rumah sakit, tetapi beliau tak mahu dengan alasan hanya luka biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, mereka terpaksa juga membawanya kerena keadaan Ibu memang mengkhawatirkan, Beliau dibawa ke Rumah sakit kecamatan yang selayaknya bisa disebut Puskesmas. Sebenarnya keluarga kami bukanlah susah, tapi ketika itu Abang sulung sok berkuasa yang suka memerintah bagaikan pemegang kuasa diIstana kami. Ibu dipapah ke dalam mobil tanpa bantuan sang Anak kesayangan (Abang sulung). “ Kalian bawa mamakku ke dalam mobil dan antarkan ke rumah sakit karang baru aja”. Ujar si Anak nyantai duduk diatas kursi depan rumahnya yang bersebelahan dengan rumah kami. Inikah anak yang selalu kusayangi? Benarkah dia? Tidakkah dia prihatin padaku yang sedang sakit? Persoalan terus berkecamuk dikepala Ibu sampai akhirnya beliau curhat kepada kami, anak-anaknya. Sungguh geram hatiku pada Anak Ibu yang satu itu, tak pandai balas budi orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dirumah sakit tersebut, Dokter tak mampu menangani Ibu. Kemudian Beliau dibawa ke rumah sakit kabupaten Aceh Timur. Menurut keterangan kakak dan adikku yang saat itu aku masih mengikut ujian, tak ada tanda-tanda baik pada Ibu. Maka mereka membawa Ibu ke Rumah sakit Gleaneagles, Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sempat dirawat selama beberapa hari diGleaneagles. Sebenarnya Ibu ingin terus dibawa berobat ke Malaysia, tapi kerena masih menunggu kepulanganku yang ketika itu masih mengikuti final test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah habis ujian, aku langsung terbang ke Medan, menjenguk dan menjemput Ibu. Beliau memang nampak tak sehat. Melihat luka dikakinya aku tak sanggup dan pilu. Belum lagi rintihan ibu yang menahan kesakitan ketika sakit datang. Ketika Ibu dirawat diMedan, Adikku lah yang selalu absent kuliah untuk menjaga Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku berhasil membawa Ibu ke Malaysia, yang juga ditemani Ayah ketika itu. Aku selalu setia mendampinginya ketika dalam perjalanan. Kami turun di Airport Ipoh dan dijemput oleh kawan Pakcikku yang tinggal diIpoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, Ibu langsung dibawa ke Rumah sakit Gleaneagles intan, Ampang. Ibu dirawat beberapa hari. Alhamdulillah, tampak ada perkembangan pada kesehatan beliau. Aku selalu setia menemaninya , dan selalu ada disampingnya ketika itu, pada saat itu hanya Aku, Ayah dan Abangku yang telah lama menetap disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari dirumah sakit, Dokter memanggilku. Beliau menjelaskan perkembangan kesehatan Ibu. Ternyata Beliau sudah komplikasi, ginjalnya sudah rusak. Mata ibu sudah rabun dan masalah kesehatan lainnya. Kata Dokter kaki Ibu tak bisa tertolong, betapa sedihnya aku saat itu. Aku tak sanggup melihat Ibu menderita, jika seandainya salah satu kakinya terpaksa diamputasi. Dokter menyarankan aku tidak memberitahu Ibu tentang perkembangan buruk penyakitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokannya, Dokter memanggil aku lagi. Dokter menyarankan agar Ibu mencuci darah. Menurut Dokter, aku harus mampu merayu Ibu untuk mencuci darah agar diabetesnya tidak cepat menyebar dan tak bertambah komplikasi lainnya. Betapa hancurnya hatiku saat itu. Sesungguhnya mencuci darahlah yang paling ditakuti Ibu. Bagaimana aku harus menjelaskannya pada Ibu? Mampuhkah Aku? Akhirnya Dokter berkata padaku bahwa ini adalah percobaan saja untuk melihat perkembangan selanjutnya. Bila Ibu akan sehat, maka mencuci darah dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bodohnya aku saat itu termakan kata-kata dokter sehingga akhirnya sekuat tenaga aku merayu ibu mencuci darah. Begitu juga Abangku, Makcik dan Pakcik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dah, Daripada Mamak dicuci darah, bagus pulang aja. Biarlah Mamak menanti datangnya kematian.” Ujar ibu sambil menyeka air mata.&lt;br /&gt;“ Mak, walau sesakit apapun tetaplah berikhtiar dan berdoa pada Allah. Bukankah Allah Sangat menyintai Hamba-hambaNya yang berikhtiar dan sabar?” Ungkapku sedih pada Ibu.&lt;br /&gt;“ Tapi Mamak gak sanggup kalo harus cuci darah terus-terusan seumur hidup. Kalo duit kita habis, mo dibayar pake apa? Sementara mamak ga ada pendapatan lagi”. Tambah Ibu yang masih menangis.&lt;br /&gt;“ Biarlah harta yang ada dijual, harta itu mamak yang cari. Maka sepantasnya lah habis juga untuk pengobatan mamak. Harta bisa dicari lagi, Mak. Tapi kesehatan mamak lebih berarti” Kataku sambil menahan sedih yang tak ingin membuat Ibu bertambah sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Ibu bersetuju. Dan keesokan hari beliau dibawa ke ruangan mencuci darah ditingkat atas. Beberapa hari sebelum cuci darah Ibu selalu bad mood, suka marah padaku. Ada saja yang tak kena pada diriku dan dirinya langsung marah-marah. Akupun harus tetap sabar demi kebaikan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Adikku ' Nadia' yang baru sampai dari Medan tetap setia menemani hari-hari Ibu yang suram dan tak ceria. Ketika dicuci darah Ibu sengaja memejamkan matanya rapat-rapat untuk menghindari melihat pemandangan yang tak indah itu. Ibu dikelilingi selang-selang ramping yang mengalir darah. Selang itu terpasang ditubuh ibu dan juga ada yang dimesin pencuci darah. Satu selang bertugas untuk mengalirkan darah ke dalam mesin dari tubuh Ibu. Darah itu dicuci dan dibersihkan dalam mesin tersebut. Kemudian, darah yang sudah dicuci dialirkan ke dalam tubuh Ibu kembali dengan menggunakkan selang yang lainnya. Pemandangan yang sungguh Sangat menyedihkan! Proses itu berlangsung selama lebih kurang dua jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa hari mencuci darah, Ibu sudah ada perkembagan. Beliau sudah membaik dan ini diakui Dokter. Kemudian Ibu dibolehkan pulang, dengan syarat pencucian darah tetap berlangsung. Abang menyelesaikan urusan keuangan dirumah sakit tersebut yang Berjumlah RM20 ribu lebih kalau aku tidak salah. Kami terpaksa menjual mobil diam-diam untuk pengobatan Ibu selanjutnya yang sebenarnya ditentang si sulung habis-habisan. Tapi apa hak dia? Kami bukan pun mensual harta dia? Mobil itu punya Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa gembiranya Ibu ketika dibolehkan pulang ke rumah. Kami tinggal dirumah Pakcik, dan masih bolak-balik antara Selayang-Ampang untuk pengobatan Ibu selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sudah mulai bosan dengan cuci darah. Saat itu beliau sudah mampu berjalan dengan dipapah oleh kami. Akhirnya kami mendapat informasi tentang pengobatan alternatif terapi OZON. Ibu lebih tertarik dengan pengobatan tersebut. Abangku pun bersedia mengantar Ibu berobat di Klinik Ozon tersebut ditemani oleh aku dan Adikku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu masih betah dengan pengobatan alternatif. Beliau tak mendengar kata kami, meskipun kami berulang mengingatinnya untuk mencuci darah juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seminggu diterapi, penyakit Ibu kambuh lagi. Ibu nampak tak seperti biasa dengan wajah pucat pasi. Akhirnya Abangku menelpon hospital terdekat, Hospital Selayang. Tim hospital segera mengirim Ambulance untuk kami. Ibu dinaikan ke dalam Ambulance, betapa sedihnya hatiku saat itu. Aku berdoa agar Allah tidak memberi derita pada Ibu berkepanjagan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dirawat dihospital, ketika itu sudah memasuki ramadhan pertama tahun 2003. Pada malam pertama Ibu masih sadar. Tim-tim hospital tersebut berkerja sangat kasar. Mereka memaksa untuk mengambil darah Ibu untuk dicek dileb. Tapi apa hendak dikata, tubuh Ibu yang sudah banyak kali menerima cucukan jarum suntik sana sini membuat pengambilan darah selanjutnya sukar. Tetapi mereka terus memaksa, hingga akhirnya aku dan adik berteriak pada perawat-perawat kasar tersebut. “Kalau tak boleh, janganlah dipaksa dulu. takkan itu pun tak paham? Ingatkan emak saya lembu ke?” Geramku pada mereka yang ingin menyuntik Ibuku bagai menyuntik sapi pada saat itu. Ibu menangis sekuat-kuatnya menahan sakit cucukan jarum suntik tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam pada malam pertama Ibu muntah berat. Tiba-tiba Ibu pingsan, saat itu aku pikir Ibu sudah meninggal, sedihnya hati ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah segala usaha dilakukan akhirnya Ibu bisa diselamatkan dengan tim hospital, tapi masih dalam keadaan koma. Beberapa hari kemudian Ibu dipindahkan ke ruang ICU. Diruang ini, keluarga tak diperbolehkan menjaga dan waktu-waktu menziarah pun sudah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menjalani Hidup dihospital hampir satu bulan. Waktu itu keluargaku datang dari Aceh. Tiap hari aku, Adikku dan lainnya selalu menjenguk Beliau. Aku membaca ayat-ayat suci Qur’an, mengajaknya berzikir mengingat Allah, menasehatinya Agar bersabar mengahadapi sakitnya sakit. “ Sabarlah Mak! Allah sudah pun menghapus dosa-dosa Mamak dengan tabahnya mengahadapi kesakitan ini.” Kataku mengingatnya agar Baliau tak berburuk sangka pada Allah. Agar beliau mengambil hikmah disebalik penderitaan sakit. Tak ada jawaban lain ketika aku berkata selain meneteskan air mata bertanda sedih dan merasakan sakit yang tak tertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu aku tak tahu apa Ibu masih bisa melihat apa tidak. Tetapi aku lihat lain dikelopak matanya, warnanya sudah berbeda. Namun apabila kami tanyakan Dokter mereka hanya menjawab keadaan sama seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untaian doa terus kupanjatkan. Peluangku untuk menjenguk ibu takku sia-siakan walaupun beliau sering tak sadar ketikaku datang. Namun aku terus membelai tangan-tangan keriputnya, tangan memberikan kasih sayang yang tiada taranya. Tangan yang selalu membelaiku dengan lembut, tangan yang mencubitku jika aku tak bangun pagi untuk mengerjakan sholat subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Ibu, betapa sedihnya episode kehidupanmu kini! Oh Allah, begitu berat dugaan yang Kau berikan pada Ibu! Jika Engkau Menyayaginya ringankanlah bebannya! Jika mengambilnya adalah yang terbaik, maka kenapa Engkau biarkan Beliau menahan derita lebih lama? Allah, tabahkanlah hatinnya! Masukkanlah Ibuku diantara golonganya yang bertakwa dan bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota keluargaku yang sudah berada diMalaysia beberapa minggu pulang lagi ke Aceh, selain Visa pendatang mereka yang telah habis, dan juga kata-kata Dokter membuat kami lega bahwa Ibu sudah ada perkembagan baik dan tanda-tanda membaik. Sedangkan Aku selalu menanti Ibu sembuh disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan hampir berakhir. Ummat Islam berbahagia untuk menyambut hari kemenangan esok hari. Diantara mereka sibuk membeli baju lebaran, kue enak-enak, menyiapkan hidangan istimewa untuk hari yang istimewa. Bagiku, tak ada yang istimewa selain melihat Ibu kembali sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon rumah berdering. Abangku mengangkat telepon, ternayata dari Dokter yang menangani sakit Ibu. Dari percakapan itu aku sudah paham tanpa dijelaskan yang bermaksud sakit Ibu sudah parah tak bisa ditolong lagi. “ Obat tak boleh masuk kedalam tubuh mamak” Ungkap Abangku. Air mata mengalir deras. Kami terus pergi ke rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai disana, aku, Makcik dan lainnya terus membaca Yasin dan mengajaknya berzikir. Alhamdulillah, Ibu masih mampu mengikuti zikir yang kuajarkan saat keadaan nazak, lega hatiku. Aku terus mengingati kalimah suci itu, kalimah syahadat. Aku ingin Ibu meninggal dalam keadaan Muslim dengan mengucap syahadat sehingga Allah terus menghapus segala kesalahannya. Ketika itu, Ibu tak sadar sepenuhnya. Aku melihat tubuh Ibu sudah lain, pucat pasi, dan seluruhnya dingin. Beliau memberi respond ketika aku ajarkan zikir dan membaca sholat serta yasin. Air matanya terus mengalir. Sampai satu jam berikutnya Ibu tak begitu merespond kata-kataku dan nasehatku. Aku pikir malaikat telah mengangkat ruhnya sedikit demi sedikit dan perlahan, namun mata Ibu masih terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka puasa hampir tiba. Pakcikku mengajak aku pulang sebentar untuk berbuka, Namun aku enggan. Mereka mengajak lagi hingga akhirnya aku setuju dengan syarat langsung kembali setelah sholat magrib. Jarak dari rumah sakit ke rumah pakcik lebih kurang sepuluh menit ditempuh dengan mobil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbuka dengan sekedar dan terus sholat maghrib. Kemudian mengajak Abangku langsung kembali ke rumah sakit. Sesampai disana, aku melihat tempat tidur Ibu ditutup dengan tirai kain. Aku ingin masuk, tetapi perawat memerintahku untuk tunggu diluar sebentar. Jantungku sudah berdebar-debar, perasaanku tak enak, Apa mungkin Ibu telah meninggal? Atau mereka sedang berusaha agar Ibu bertahan untuk hidup lagi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Minta maaf encik! Kami tak boleh tolong. Ibu Encik dah pun pergi masa maghrib menjelang…” Ujar Dokter dengan nada tertahan.&lt;br /&gt;“ Innalillahi…nyesalnya odah pulang tadi”. Aku menangis tapi berusaha agar tangisku tidak kuat. Aku berusaha tabah menerima semua ini dengan tidak meraung-raung. Aku terus berpikir kalaulah aku tadi tidak pulang, aku masih dapat menemani Ibu sampai akhir hayatnya, sampai malaikat maut datang menjemputnya.&lt;br /&gt;“ Maafkan odah, Mak! Odah gak kawanin mamak tadi”. Kami terus menghampiri jenazahnya setelah dibenarkan masuk. Aku tak percaya Ibu yang kucintai kini sudah tak bernyawa lagi. Ibu tak menangis lagi, tak pun ada senyum. Ibu pergi ketika Ramadhan berakhir, ketika Muslim kembali fitrah. Aku harap Allah telah pun menjadikan diri Ibu fitrah dan mengampunkan segala kekhilafannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Ibu…sungguh mulia tugasmu! Terima kasih ibu atas segalanya! Namun ada perasaan sedikit lega paling tidak aku, Bang Iman, Adikku 'Nadia' dan Kak Ita telah sekuat tenaga menjaga ibu, merawat ibu ketika sakit sebagai bukti bahwa kami sangat mencintainya, sebagai bukti bahwa kami adalah anak yang berusaha membalas jasa Ibu kami. Aku masih mampu mengingatkannya agar terus bersyukur dan mengingat sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersepakat untuk mengebumikan Ibu disini, diMalaysia. Entah mimpi apa dalam hidup Ibu hingga beliau harus dikebumikan disini, padahal aku bukannya selamanya tinggal disini. Hanya seorang anak Ibu yang menetap disini, Bang Iman. Walaupun Ibu dikebumikan disini, namun sanak saudara ramai yang datang melayat ke rumah kami dikampung tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kemenangan diwarnai dengan pilu dan sedih. Ketika orang-orang bersiap-siap untuk pergi sholat Eid, kami bersiap-siap untuk mengantar jenazah Ibu ke pemakaman dari mesjid. Aku tak dibenarkan ikut ke pemakaman. Sebelum jenazah Ibu dibawa, Aku mencium Ibu untuk terakhir kalinya seraya menahan tetesan air mata, “Semoga kita berjumpa lagi disana, Mak”. Ujarku perlan. Aku terus berdoa untuk Ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ya Allah, tuhan maha Pengampun dan pemaaf, ampunkanlah dosa Ibuku! Maafkanlah segala kesalahan dan kekhilafannya! Terimalah segala amal kebaikannya! Berikan keterangan, kelapangan dan rezeki padanya didalam kubur! Jauhkanlah Baliau dari azab kubur dan siksaan api neraka!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Aku terus balik ke rumah setelah berpisah dengan jenazah Ibu yang dibawa dengan kerenda. Aku berehat sebentar, sungguh lelah kerena semalaman tak tidur. Kami menyegera pengurusan jenazah Ibu, memandikan malam itu juga dan mengafani. Tak ramai yang ikut serta pada ritual pemandian Ibu, hanya aku, kak Muna (Seniorku) dan Seorang Nenek yang bertugas memandikan jenazah dirumah sakit. Sedangkan Abang, kawan-kawanku, Pakcik dan lainnya menunggu diruang tunggu jenazah. Keluarga kami dikampung tak bisa datang, kerena semua tiket telah habis pada saat itu, orang-orang ramai yang mudik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kawan-kawan dan saudaraku sekalian! Ingatlah kematian yang tak jauh dari kita…&lt;br /&gt;Mengingat kematian akan menambah keimanan kita kepada Sang Khaliq yang juga Penguasa Alam. Janganlah menunda untuk berbuat baik! Berbuatlah kebaikan Sekarang untuk menyelamatkan dirimu dari pedihnya azab kubur dan siksaan api neraka! Ingatlah, tak ada yang menolong kita didalam kubur sebagai rumah cacing yang lahap memakan daging tubuh kita yang cantik molek. Ia juga rumah ular yang Sangat besar yang bisa memakan diri kita kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, hanya amal sholeh yang akan menolong dan menemani kita dalam gelap dan sempitnya kubur, yang membantu kita mampu menjawab pertanyaan Mungkar dan Nangkir, yang hanya mampu membawa kita menuju syurga sebagai alam terakhir tempat kita berdomisili. Jadi apa lagi? Kapan lagi? Ayo, berlomba-lomba untuk berbuat baik!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai Sekarang, Episode ngilu Ibuku masih terngiang-ngiang dikapalaku….&lt;br /&gt;Semoga menjadi ikhtibar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Ibu…&lt;br /&gt;Walaupun aku tak lama disini,&lt;br /&gt;Doaku akan selalu sampai…&lt;br /&gt;Cinta dan kasih sayangmu tak hilang dan tak tergantikan dengan cinta lain…&lt;br /&gt;Aku akan selalu berusaha membuat dirimu Bangga, Ibu…&lt;br /&gt;Love you, Mum. Love you so much!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-1184148861601590047?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/1184148861601590047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/episode-ngilu.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1184148861601590047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1184148861601590047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/episode-ngilu.html' title='Episode Ngilu'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-8424419214726120228</id><published>2009-05-12T13:48:00.012+08:00</published><updated>2009-05-29T12:26:19.347+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita tentang Twin'/><title type='text'>Kelahiran si kembar</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgkR6bCUs-I/AAAAAAAAABE/jQJBMDdBm0Q/s1600-h/RIMG0465.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334814928984650722" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgkR6bCUs-I/AAAAAAAAABE/jQJBMDdBm0Q/s400/RIMG0465.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah, Aku melahirkan selamat melalui ceasar pada tanggal 21 juli 2006. Anakku kembar, kedua-duanya perempuan. Mereka sehat walaupun berat badan mereka tidak normal, si kakak 2.5 dan si adik 2.3. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi Dokter tidak menyarankan dimasuk Incubator yang biasanya tempat peninggalan sementara bagi bayi yang kurang berat badan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diawal-awal kelahiran mereka, memang sungguh susah menjaga mereka. Selain suka menangis malam, bayi kembar suka ikut-ikutan. Kalau si Kakak menangis, maka adik pun terbangun dari tidurnya dan ikut menangis. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun pun begitu, suamiku yang penyabar tak pernah kesal dan mengeluh, walaupun pada saat aku masih dirawat diKlinik bersalin dia jarang tidur malam. Semua ini dilakukannya demi si Buah hati, Ula dan Thania...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah suami habis cuti dan aku sudah berada dirumah. Aku menjaga mereka sendirian, kecuali jika adikku 'Nadia' datang dari kampung bisa lah dia tolong-tolong aku. Ibu mertuaku, berada dirumah sekitar sepuluh hari. Ketika itu, aku tinggal bersama seorang kakak ipar ' Kak Mila' , kakak suamiku. Kak Mila sering membantuku menjaga Anak-anak, meringankan bebanku.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku meninggalkan kuliah satu semester ketika melahirkan si kembar. Sampai mereka empat bulan, aku kembali ke Negeri jiran untuk menyelesaikan kuliah yang tertunda...&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alhamdulillah, segala penantian hampir berakhir! Ini semester terakhirku, tinggal 5 minggu lagi. Mudah-mudahan aku bisa menyelesaikannya dengan baik seperti yang mereka harapkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku tak sabar ingin cepat-cepat kembali ke rumah kami, Istana sedarhana kami yang baru dibangun. Tempat kami berkumpul mencurahkan segala kasih sayang dan cinta, dan tempat kami beramal didunia menuju dunia abadi... &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Terima kasih sebanyak-banyaknya Ula&amp;amp;Thania ucapkan kepada :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Nenek &amp;amp; Kakek&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Bu' Adek &amp;amp; Om Surya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Mi wa La&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Om Ata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Wak Ita&amp;amp;Yah jal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Dan lain-lain yang banyak meringankan beban Umma &amp;amp; Baba dengan menjaga kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-8424419214726120228?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/8424419214726120228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/kelahiran-si-kembar.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8424419214726120228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8424419214726120228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/kelahiran-si-kembar.html' title='Kelahiran si kembar'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgkR6bCUs-I/AAAAAAAAABE/jQJBMDdBm0Q/s72-c/RIMG0465.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-6213154873723716241</id><published>2009-05-12T09:52:00.008+08:00</published><updated>2009-05-29T12:05:55.524+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Parenting'/><title type='text'>Tips meminimalkan kenakalan Anak1</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Disini saya akan memberikan sedikit tips-tips agar kita dapat menghindari kenakalan anak-anak berterusan, sebagai seorang ibu yang terus belajar dan ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Membiasakan menggunakan kata-kata “jangan”, “ga boleh”, “nakal”, “bandel” dan kata-kata negatif lainnya adalah mempengaruhi perkembangan mereka secara pisikologinya. Jadi tak heran, kalau anak-anak yang kita larang dengan kata-kata jangan, justeru semakin dibuat. Contohnya, ketika anak kita suka melompat kita katakan: “Iya, lompat trus biar patah kakinya” . kata tersebut lebih baik dari pada: “Jangan lompat, nanti jatuh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Jika kita membiasakan menggunakan kata-kata nakal, bandel dsb maka jika mereka besar, mereka akan berpikir “Nakalkah aku? Apa aku tidak pernah berbuat baik? Apa aku tidak pernah membahagiakan orang tua aku?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mulai sekarang mari kita cari solusi lain agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang sehat jasmani, rohani, pisikologi dan mental. Agar mereka tumbuh menjadi anak yang percaya diri dan bangga mempunyai orang tua seperti kita yang selalu memuji dan memberikan penghargaan atas apa yang mereka lakukan walau sejelek dan sekecil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, jika mreka menyuruh kita melukis bunga, maka sebaiknya kita menyuruh mereka buat sendiri. Ketika gambar mereka siap, maka pujilah bahwa bunga yang mereka buat cantik walaupun sebenarnya seperti benang kusut. Hal ini bukan untuk berbohong, tapi ingin menumbuhkan sifat percaya diri pada diri mereka. Seperti anak saya si kembar Ula dan Thania yang berumur dua tahun sembilan bulan selalu menyuruh saya, Baba mereka dan orang-orang dewasa yang datang ke rumah kami seperti kakak ipar dan Adik saya menggambar bunga, rumah dan lain-lain untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang ketika saya sibuk mengemas rumah, mereka pun sibuk menyuruh gambar ini itu, hingga akhirnya saya katakan : “ Coba kakak gambar bunga, Umma mau liat”. Kemudian dia pun sigap menggambil pensil warna dan mencoret-coret. “ Ini bungannya, Umma”. Ujarnya. “ Nah, kan cantik bunga yang kakak buat”. Saya memuji hasil karyanya. Dia senang dan senyam-senyum sendiri setelah dipuji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa dicoba jika kenakalan dan sikap jelek anak datang lagi :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila si Sulung menyepak si Bungsu atau sebaliknya, kita bisa katakan : “ Ha, ha sepak terus biar dipotong kakinya dengan Allah. Mau dipotong kakinya yah?”. Atau : “ Nanti dimarah Allah kalo nyepak-nyepak.”. Tetapi bukan : “ Aduh, koq nakal sekali , ga bisa dibilang yah? “&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau anak-anak bertengkar : “ Iya, berantam terus, nanti dicampakkan ke dalam api neraka. Mau dibakar dengan api nereka? “. Saya yakin, kalau kata-kata ini diucapkan 3 x maka mereka akan mengerti ngerinya Api neraka/dibakar api dan mereka mulai tau mana yang baik dan buruk, dan juga nilai-nilai agama islam.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;kalau anak tak patuh dan tidak mendengar perkataan orang tua : “ Melawan sama Mama yah/ ga dengar Mama bilang yah? Nanti Mama ga kawan sama Adik. Mama ga mau buatin susu Adik.”&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau mereka cenggeng dan suka nangis : “ nangis terus, biar Pergi aja Mama yah? Nanti adek tinggal dirumah aja sendirian. Mama mau Pergi sama Papa dan kakak”.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;kalau suka ngamuk dan ngambek : “ Iya, ngamuk terus…biar datang kambing ompong gigitin adek yah? Mau digigit kambing?”. Pasti mereka ga ngamuk lg.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;kalau mereka ga sabaran : “ sabar…sabar…jadi org yg sabar! Kalo sabar nanti disayang semua orang. Kalo ga sabar, ga da yang mau kawan sama kakak, jadi kakak tinggal sendiri aja”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continued…&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-6213154873723716241?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/6213154873723716241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tips-meminimalkan-kenakalan-anak_12.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6213154873723716241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/6213154873723716241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/tips-meminimalkan-kenakalan-anak_12.html' title='Tips meminimalkan kenakalan Anak1'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-1586177602918749996</id><published>2009-05-12T09:49:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:49:40.281+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'>Rindu Itu...</title><content type='html'>Ketika anak-anak lain bermanja denga ibu mereka&lt;br /&gt;   Anak-anakku hanya bermanja dengan baba mereka&lt;br /&gt;   Ketika anak-anak lain bermain dengan ibu mereka&lt;br /&gt;   Anak-anakku hanya bermain dengan baba mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Mereka bertanya kenapa umma tiada?&lt;br /&gt;   Mereka mencari dimana umma berada?&lt;br /&gt;   Mereka berpikir kenapa umma tidak bernyanyi lagi&lt;br /&gt;   Ketika jelang tidur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Mereka akan selalu mengimpikan umma yang dulu&lt;br /&gt;   Mereka hanya bisa berharap umma berada disini&lt;br /&gt;   Disisi mereka dan takkan pergi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   Bermain bersama-sama&lt;br /&gt;   Bermaja bersama umma kami&lt;br /&gt;   Disini dirumah kita…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-1586177602918749996?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/1586177602918749996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/rindu-itu.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1586177602918749996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1586177602918749996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/rindu-itu.html' title='Rindu Itu...'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-4559620744049301162</id><published>2009-05-12T09:45:00.003+08:00</published><updated>2009-05-29T12:12:32.352+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration Stories'/><title type='text'>Sendalku, Menyebalkan...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 11 pagi aku sudah sampai diJusco Wangsa Maju. Sebenarnya niat jalan ke Jusco Cuma iseng, dan juga ingin beli sedikit buah tangan untuk dibawa ke rumah Abangku, Bang Iman yang berdomisili diBangi. Rencanaku langsung ke Bangi dari Wangsa Maju dan transit di KL sentral. Kemudian dari KL Sentral menaiki KTM atau singkatnya Kereta Api Tanah Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melintasi area parkir sepeda Motor tepatnya didepan Jusco, langkahku terhenti…”Oh, walah…” sendalku putus. Aduh gimana nih? Malah ada beberapa meter lagi butik-butik jual sandal seperti Vincci dan Nose. Masak aku ga bersendal? Apa kata orang? Ni sendal kenapa sih ga pengertian, tunggu aku beli sendal baru kek baru putus. Aku terus menggerutu dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kesal karena BROS jilbab tidak terbawa, aku menggenakan jilbab ala indonesia yang tingla masuk tanpa harus memakai BROS. Beberapa detik kemudian aku baru teringat bahwa ditas ada satu BROS yang kubawa dari rumah (Banda Aceh). Segera kuambil BROS tersebut dan mencoba untuk menjepitnya ditali sendal dan menyambung ke sendal bagian atas. Beberapa kali kucoba, akhirnya tak berhasil. Jarum BROS tak bisa ditancapkkan ke bagian atas sendal. Dan terakhir aku ucapkan Basmallah. Alhamdulillah, jarum bisa tertancap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berjalan dengan sebelah sendal yang talinya disambung dengan BROS. Jalanku agak sedikit menyeret dan pincang, takut-takut kali si BROS bisa terlepas. Kemudian aku memasuki pintu depan Jusco, yaitu pintu yang paling dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didekat pintu ada susunan sepatu-sepatu dan sendal dengan tulisan “Sale”. Hemm, tak payah jauh-jauh aku melihat ke vincci. Kalau ada yang murah dan bagus beli terus lah disini. Kakiku sudah terasa sakit memakai sendal yang menyebalkan ini. Aku melihat-lihat beberapa sendal yang kuinginkan. Dibenakku hanya ingin membeli sendal yang enak dikenakan dengan menggunakan stokin, bukan sendal jepit.&lt;br /&gt;Beberapa detik melihat sendal-sendal tersebut tenyata tak ada yang cocok, aku terus berlalu ingin ke butik Vincci atau Nose dengan kaki pincang. “ Hemm, koq mal-mahal yah?” Malah banyak yang model ramping-ramping lagi, mana cocok sama kakiku yang lebar kayak pisang goreng. Aku berlalu menuju Nose yang tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku keluar dari butik Vincci, aku menyadari seorang satpam yang berdiri didepan berhampiran butik Vincci memerhatikanku. Perhatian yang tak bisa kutafsirkan. Entah dia pikir aku ni kerey sehingga Cuma liat-liat doank? Entah aneh melihat jalanku yang terseret-seret dan sedikit pincang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai dibutik Nose aku memerhatii beberapa sandal. Hem, kenapa mahal-mahal yah? Malah modelnya ikut-ikutan Vincci lagi. Huh! Aku berhasrat ingin kembali lagi ke tempat pertama, tempat yang memajang sandal-sendal SALE. Tapi apa bros disendalku bisa bertahan? Mudah-mudahan bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus berjalan dan tentunya melewati tempat satpam tersebut berdiri tegak bagaikan pengawal kesetian raja yang selalu berdiri tegak tak bergerak-gerik. Paling-paling hanya sedikit menjeling dan melirik-lirik. Dia melirikku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku sampai ke tempat penjualan sandal pertama dengan selamat. Aku memilih sandal simple bertumit rendah yang rata, sehingga membuat jalan kaki lebih nyaman. “saya nak size tujuh, ambilkan yang baru!” Pintaku pada petugas menjual sandal tersebut. Aku langsung memakai sandal tersebut, dan meletakkan sandal putus dalam kotak tersebut. setelah membayar, aku menuju pasar raya yang menjual makanan dan buah-buahan dan pastinya melewati sang satpam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berhenti sebentar disamping satpam tersebut, dia melirik ke arahku dan plastic yang berisi kotak sandal baru tadi. Aku mengeluarkan sandal lama dari kotak itu dan membuangnya ditong sampah dekat satpam itu berdiri. Dia hanya melirik dengan anak matanya sampai aku berlalu meninggalkan tempat itu…..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-4559620744049301162?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/4559620744049301162/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/sendalku-menyebalkan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4559620744049301162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/4559620744049301162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/sendalku-menyebalkan.html' title='Sendalku, Menyebalkan...'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-1817950230735410151</id><published>2009-05-12T09:39:00.004+08:00</published><updated>2009-05-29T12:12:15.318+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration Stories'/><title type='text'>Hanya Untaian Do'a SenjataKu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu kerja keras sebelum dan ketika menjelang ujian atau final exam. Membaca berulang-ulang, menayakan yang tak paham kepada dosen dan kawan, mendatangi kawan yang mengerti mata kuliah yang aku tak paham dan mengajaknya berdiskusi, dan berdoa serta sholat hajat sebanyak-banyaknya. Nazar juga tak ketinggalan, aku pikir senjata yang paling ampuh untuk meluluskan dan mendapat nilai bagus adalah berdoa dan sholat hajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini telah terbukti ketika aku mengambil semester dua tahun lalu. Ketika itu, ada satu mata kuliah yaitu ARABIC FOR ISLAMIC STUDIES yang menurutku nihil bisa lulus. Selain mata kuliah ini susah, carrying marks dari midtest dan tugas juga tak seberapa banyak, istilah kawan-kawanku hanya cukup-cukup makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian mata kuliah tersebut decentralized, artinya dibuat beberapa hari sebelum exam period datang. Segala usaha telah aku lakukan, untaian doa pun telah aku panjatkan. Suasana ujian berlangsung seperti biasa, hening! Aku kebingungan memahami soal, terlalu banyak yang diminta. Ujian ini hanya 40 marks atau nilai. Tapi seperti 60 marks, soalnya terlalu banyak. Sehingga menurutku waktu dua jam tidak lah cukup untuk meyelesaikannya. Aku menanyakan kepada dosen yang mengajar mata kuliah tersebut ketika tak paham soal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa ujian pun habis, tapi aku berusaha untuk menjawab semuanya, walaupun mungkin ada yang kurang nyambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai diasrama aku menangis, merasa tak mampu menjawab dengan baik, dan takut-takut kalau harus mengulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari itu juga aku menelpon sang dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Assalamu’alaikum, ustadzah Nadwah?” Tanyaku untuk memastikan nomer sang dosen. “ Iya, saya. Ini siapa? “ Tanyanya.&lt;br /&gt;“ Saya raudah, ustadzah. Ustadzah, I was not confident to answer the questions just now.” Kataku padanya.&lt;br /&gt;“ Why? Did you study before?” Tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“ Yes, of course. I read for many times. Discussed with classmates, but still could not do it well ”. Kemudian aku sambung lagi beberapa kalimat.&lt;br /&gt;“ Ustadzah, I am married and have two children. I so pity with my husband, if I will be fail on this subject. “&lt;br /&gt;“ Yes..yes. I know that. But, I can’t do anything. I can pass you with your qualifications. You just pray and do sholat hajat. Who knows Allah will change my heart and makes it soften.” Ujarnya dengan lembut.&lt;br /&gt;“ Okey, Syukran jazilan, ustadzah! Assalamu’alaikum…” Aku mengakhiri percakapan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya aku melaksanakan sholat hajat dua raka’at seperti yang dia sarankan, itu adalah sholat hajatku yang pertama. Hari-hari berikutnya suasana ujian diwarnai dengan untaian-untaian doa dan sholat hajat, hanya dua keinginanku saat itu; aku, anak-anakku dan suamiku sehat dan semua mata kulaih lulus! Aku tak sanggup membayangkan kalau ada satu saja yang gagal, mau berapa lama lagi aku disini. Sudah capek berlama-lama dikampus ini, capek otakku! Huh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika libur semester hampir berakhir, aku melihat result atau nilai ujian via online. Alhamdulillah, akhirnya ikhtiar, doaku dan doa-doa orang-orang yang kusayangi dikabulkan! Aku sangat bersyukur….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya…&lt;br /&gt;Untaian do’a dan sholat hajat mewarnai hari-hariku.&lt;br /&gt;Do’a agar anak-anak dan suami diberikan kesehatan, umur panjang, dijauhkan dari marabahaya, musibah, bencana dan dihindari dari hal-hal yang membahayakan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesengguhnya aku telah menyerahkan perasaan khawatirku pada Sang Pelindung dan Penyelamat ketika aku jauh dari mereka! Aku serahkan segalanya padanya melalui untaian do’a-do’aku.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-1817950230735410151?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/1817950230735410151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/hanya-untaian-doa-senjataku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1817950230735410151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1817950230735410151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/hanya-untaian-doa-senjataku.html' title='Hanya Untaian Do&apos;a SenjataKu'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-1101087158799879073</id><published>2009-05-12T09:34:00.002+08:00</published><updated>2009-05-29T12:11:58.265+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspiration Stories'/><title type='text'>Menambah Syukurku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Udara terasa panas ketika baru menjejakan kaki dibandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh. Banda Aceh memang terkenal panas luar biasa, walaupun menurutku dimana-mana Sekarang memang panas luar biasa. Ini akibatnya hutan-hutan ditebang secara liar dan asap kenderaan yang menyebabkan polusi, dan akhirnya ozon menipis sehingga panasnya mentari tak banyak tersaring oleh lapisan ozon yang sudah menipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus bandara menunggu kami untuk dinaiki, padahal jarak antara pesawat parkir dengan pintu masuk bandara tidaklah jauh, masih Sangat bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Tapi itulah Indonesiaku, Sangat hormat dan santun pada pendatang dan pelancong asing khususnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melewati meja-meja sederhana tempat petugas mengecap passport aku terhenti dibagian pengambilan bagasi yang masih sistem tradisional. Ini semua hanya sementara kerena Airport baru sedang dibangun. Beberapa orang yang telah Siap dicap passportnya sama sepertiku, menunggu bagasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memerhatikan para-para petugas yang biasanya menawarkan jasa mencari bagasi-bagasi penumpang dan mengantarnya sampai dikenderaan mereka. Tidak seperti biasanya, kali ini mereka tak lagi menguasai trolley pengangkut barang. Mereka hanya memakainya ketika ada orang yang meminta mereka mencari bagasi. Kemudian pandanganku tertuju pada seorang bapak berdiri tepat didepan AC removeable, sehingga membuat kami terasa sedikit panas. “ Pandai betul bapak itu” Ujarku dalam hati. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya aku menemukan bagasiku dan membawanya terus keluar dengan menggunakan trolley.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai didepan pintu suamiku sudah berada disana, aku menyalaminya dan dia menolong membawakan koper besar tersebut. Aku jalan melewati keramaian yang diantara mereka supir teksi dan penunggu penumpang lain. Langkahku pelan ketika melewati seorang bapak tua penjual koran dan tabloid. Koran-koran dan tabloid tersebut disusun tak beraturan dan berdebu yang hanya diletakkan dilantai yang telah digelarin kain. Aku tersentuh dan sedih. Mungkin tak ramai orang yang membeli jualannya. Dia sibuk merapikan Koran-korannya, yang sesekali diterpa oleh angin. Phenomena seperti inilah yang sangat menyentuh hatiku. Hidupku bukanlah sesenang seorang istri pejabat, tapi tak lah sesusah orang lain yang kulihat kurang beruntung dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai dimobil pinjaman dari kantor, suamiku memasukan barang-barang bawaanku. Ketika itu mobil-mobil disebelah, depan dan belakang kami parkir tak beraturan, sehingga menghambat kami untuk keluar. Suamiku sendiri geram pada empunya mobil yang pergi entah kemana. Dia turun dan melihat-lihat, mana tahu mereka ada disitu dan segera menyuruh memindahkan mobil mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak masuk ke mobil lagi, dan masih memerhati orang-orang yang lalu lalang, diantara seorang bapak tua. Bapak itu petugas mencari dan mengantar bagasi penumpang, aku kenal dari seragamnya. Dia membawa barang-barang itu menggunakan trolley kepayahan, kerena mobil-mobil yang parkir tak beraturan. Aku terenyuh melihatnya, kerja dibawah terik matahari panas bermandikan keringat yang membasahi tubuh dan baju. Pemandangan yang kulihat hari itu tak seberapa dibandingkan jutaan rakyat Indonesia yang hidup dibawah garis kemiskinanan berjirankan orang-orang kaya dan pejabat-pejabat yang hidup mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kenyataan ini, membuat aku bertambah syukur atas apa yang diberikan Allah kepadaku. Terlebih lagi ketika kesusahan melandaiku bila aku hidup keseorangan dinegeri seberang. Bukan mau menyusahkan hidup yang senang, tapi aku hanya ingin tak membebankan suamiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku disini hidup tanpa mendapat beasiswa dan pinjaman dari mana pun. Hidup disini Sangat sukar kurasakan, terlebih lagi ketika ringgit tinggi melambung. Tinggallah aku yang berhemat ria, menú makananku telur, tempe, tahu. Itu-itu aja. Tapi Alhamdulillah, Rahmat dan karunia Allah tak putus-putusnya. pertolonganNya pun tak pernah habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku merasa paling tak beruntung hidup jauh dari anak dan suami, aku memikirkan kehidupan orang lain yang lebih susah dari padaku. Aku masih bisa makan tiga kali sehari, tapi bagaimana dengan sodara-sodara ditanah air yang hanya makan sekali sehari? Bagaimana dengan orang lain yang bersusah-susah mencari nafkah dibawah panasnya rahang matahari yang hanya mencukupi kebutuhan sehari saja atau bahkan tak sehari pun? Oh Tuhan…jadikan Aku diantara hambaMu yang bersyukur!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-1101087158799879073?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/1101087158799879073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/menambah-syukurku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1101087158799879073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/1101087158799879073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/menambah-syukurku.html' title='Menambah Syukurku'/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-8776059559357263187</id><published>2009-05-12T09:13:00.007+08:00</published><updated>2009-05-29T11:57:40.724+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wanita tegar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Bundaku,&lt;br /&gt;Selalu sabar hadapi cobaan&lt;br /&gt;Yang diberikan sang pencipta manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundaku,&lt;br /&gt;Selalu tegar hadapi pahitnya hidup&lt;br /&gt;Dan tak kan pernah sesal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundaku,&lt;br /&gt;Terkadang mengeluh kenapa&lt;br /&gt;Sang Mikail tak kunjung datang&lt;br /&gt;Bundaku,&lt;br /&gt;Tak sangup menahan sakitnya sakit&lt;br /&gt;Tak mampu menanggung deritanya sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucoba menyabarkanya&lt;br /&gt;Kucoba membuatnya tabah&lt;br /&gt;Kucoba membuatnya kuat&lt;br /&gt;Kucoba membuatnya menerima segalanya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Karena Allah tak kan marah&lt;br /&gt;Dengan Hamba yang takwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundaku kembali kuat&lt;br /&gt;Bundaku Kembali sabar&lt;br /&gt;Menunggu detik-detik terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda pun bersyukur&lt;br /&gt;Atas apa yang telah diberikan Rabb&lt;br /&gt;Bunda jalani lagi kehidupan&lt;br /&gt;Yang telah ditakdirkan&lt;br /&gt;Bunda semangat lagi untuk lawan penyakit&lt;br /&gt;Walau kulihat sayu dan sedih dimatanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bundaku,&lt;br /&gt;Kini tlah pergi untuk selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuyakin,&lt;br /&gt;Usahanya untuk bertahan hidup&lt;br /&gt;Tak kan sia-sia&lt;br /&gt;Karena Allah sangat mencintai&lt;br /&gt;Hamba-hamba yang sabar dan iktiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Bunda..&lt;br /&gt;Walau aku tak kan lama disini&lt;br /&gt;Doaku tak kan meninggali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan Bunda,&lt;br /&gt;Walau aku akan jarang melihat pusaramu&lt;br /&gt;Namun,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Doaku selalu sampai kepadamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Semoga Allah menerima Arwah Ibundaku&lt;br /&gt;Dan ditempatkan tempat orang2 beriman dan bertakwa&lt;br /&gt;Serta melimpahkan rohnya dengan rahmat dan kasih sayang&lt;br /&gt;Al-fatihah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-8776059559357263187?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/8776059559357263187/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/wanita-tegar-bundaku-selalu-sabar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8776059559357263187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/8776059559357263187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/wanita-tegar-bundaku-selalu-sabar.html' title=''/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-3591346929339829359</id><published>2009-05-12T09:09:00.004+08:00</published><updated>2009-05-28T11:06:00.577+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjMrvcW3VI/AAAAAAAAAAs/lSkpWQ9_k9Y/s1600-h/1_781802802l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334738810462199122" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjMrvcW3VI/AAAAAAAAAAs/lSkpWQ9_k9Y/s320/1_781802802l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pengharapanku dan mereka&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ibu mana yang paling kuat&lt;br /&gt;Pergi jauh dari buah hatinya&lt;br /&gt;Ibu mana yang sangat tahan&lt;br /&gt;Ketika tak menatap wajah putrid-putri kecilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bukan karena cita-cita ini&lt;br /&gt;Dia pasti tak bertahan&lt;br /&gt;Kalau bukan karena impian yang lama terpendam&lt;br /&gt;Dia pasti rapuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ini,&lt;br /&gt;Dia sangat merindukan belahan jiwanya&lt;br /&gt;Saat ini pun,&lt;br /&gt;Dia sangat berharap dapat menatap&lt;br /&gt;Wajah putrid-putri kecilnya&lt;br /&gt;Ketika ini juga,&lt;br /&gt;Dia sangat ingin berkumpul&lt;br /&gt;Dengan jantung hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saat ini,&lt;br /&gt;Saat-saat ditinggalkan olehnya&lt;br /&gt;Mereka sangat tabah&lt;br /&gt;Dan saat ini,&lt;br /&gt;Saat-saat menginginkan&lt;br /&gt;Umma mereka pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat berharap itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengharapan tiada henti&lt;br /&gt;Pengharapan yang tiada akhir&lt;br /&gt;Sampai saat-saat itu&lt;br /&gt;Benar-benar datang &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-3591346929339829359?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/3591346929339829359/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/pengharapanku-dan-mereka-ibu-mana-yang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3591346929339829359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/3591346929339829359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/pengharapanku-dan-mereka-ibu-mana-yang.html' title=''/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjMrvcW3VI/AAAAAAAAAAs/lSkpWQ9_k9Y/s72-c/1_781802802l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-5550010904642364570</id><published>2009-05-12T08:58:00.001+08:00</published><updated>2009-05-12T09:06:52.930+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjKIdSN33I/AAAAAAAAAAk/Q_InPGGIQO0/s1600-h/DSC07857.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334736005269151602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjKIdSN33I/AAAAAAAAAAk/Q_InPGGIQO0/s320/DSC07857.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;My little Twins&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah loves me, loves so much&lt;br /&gt;He gives me children&lt;br /&gt;Allah loves Me sincerely&lt;br /&gt;My children are healthy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When there are many women&lt;br /&gt;Can’t give children to their husbands&lt;br /&gt;I thank to God, he gave me twins children&lt;br /&gt;Ula and Thania…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ula is the first child&lt;br /&gt;She is very active and cute&lt;br /&gt;Thania is the second child&lt;br /&gt;She is very humorous and beautiful&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here,&lt;br /&gt;I hope fully they are will be healthy&lt;br /&gt;Here,&lt;br /&gt;I fully hope they grow as good children&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love them so much&lt;br /&gt;They are part of my blood&lt;br /&gt;I love them sincerely&lt;br /&gt;They are my soul mates&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-5550010904642364570?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/5550010904642364570/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/poetry-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5550010904642364570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/5550010904642364570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/poetry-ii.html' title=''/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjKIdSN33I/AAAAAAAAAAk/Q_InPGGIQO0/s72-c/DSC07857.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7469840243174511622.post-7560981524352211602</id><published>2009-05-12T08:47:00.006+08:00</published><updated>2009-05-29T11:58:12.331+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Poetry'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjJoYnLVXI/AAAAAAAAAAc/J5H4qsuB2nY/s1600-h/1_440240496l.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334735454259074418" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjJoYnLVXI/AAAAAAAAAAc/J5H4qsuB2nY/s320/1_440240496l.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjJDAiVfDI/AAAAAAAAAAU/RigWP0O0UiE/s1600-h/1_440240496l.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;AN EXTRAORDINARY MAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#000000;"&gt;My husband is not ordinary man&lt;br /&gt;He is extraordinary man&lt;br /&gt;My husband is not ordinary husband&lt;br /&gt;He is extraordinary husband&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He is not like others&lt;br /&gt;Take&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;color:#330033;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; cares of Our little twins&lt;br /&gt;When I’m living thousands mils from Him&lt;br /&gt;He is not like other man&lt;br /&gt;Always patient waits me there&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is there any man like my husband?&lt;br /&gt;Who are never run out of patient&lt;br /&gt;To hear of children’s crying&lt;br /&gt;When they are thirsty at mid night.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is there any man like my husband?&lt;br /&gt;Who always take cares of my children&lt;br /&gt;Even though they get fevers at night&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He never bored&lt;br /&gt;To take bath of them&lt;br /&gt;He never bored&lt;br /&gt;To clean up his daughters&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My husband is extraordinary man&lt;br /&gt;He always waits me patiently&lt;br /&gt;My husband is extraordinary man&lt;br /&gt;He always supports me to finish my study&lt;br /&gt;Here, in IIUM…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7469840243174511622-7560981524352211602?l=raudah-hanifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/feeds/7560981524352211602/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/selamat-datang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/7560981524352211602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7469840243174511622/posts/default/7560981524352211602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://raudah-hanifah.blogspot.com/2009/05/selamat-datang.html' title=''/><author><name>Blogger</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16886052414379179060</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SinlwwH6-dI/AAAAAAAAAEg/_uNow7TLM8g/S220/DSC03055.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_JkSSg9PrDJM/SgjJoYnLVXI/AAAAAAAAAAc/J5H4qsuB2nY/s72-c/1_440240496l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
